Saturday, November 30, 2013

COLOURS; Together in Harmony

Akan sangat sulit mengumpulkan perasaan yang berserakan jika dilakukan sendirian. Tapi, ketika mengingat bahwa diri ini tak sendiri, beribu syukur dan terima kasih untukNya yang menitipkan kalian padaku. For you, colours in my life.
Menjadi sahabat dan dianggap sahabat merupakan sebuah hal yang sangat berarti. Meski kita terpisah beribu mil bahkan terpisah pulau dan zona waktu, meski ada di Negara yang sama. Namun, jarak nyaris tak ada diantara kita.
Mungkin terkadang, kita berselisih untuk beberapa hal. Tak jarang rasa sungkan menghampiri karena kehidupan yang berbeda. Namun, selalu ada rasa rindu yang melenyapkan semua itu. Rasa bahagia ketika kalian mengirimkan pesan karena kalian juga memiliki rasa rindu yang sama. Dan kita berbagi itu semua.

AOI
I used to like this colour so much. Seperti itu pula aku menyukaimu. Seorang gadis yang selalu bersemangat dan begitu supel. Meski terkadang tidak percaya diri untuk hal-hal tertentu. Ini hari dimana aku menangis karena kau akan pergi dalam keadaan tidak sehat. Dan untuk beberapa saat aku kesal karena aku tidak tahu. Banyak hal yang aku tidak tahu. Tapi, aku siapa? Aku jauh. Dan aku tidak bisa membantu apapun. Menyakitkan memang, Ai. Saat ini hanya doa yang bisa kupanjatkan untuk mengiringi kepergianmu. Baik-baik di sana. Semoga cepat sembuh ya.

MIDORI
Meski kita jarang berkomunikasi, kau selalu membuatku merindukanmu dengan gombalan super lebay itu. Aku senang saat kau SMS dan mengatakan bahwa kau merindukanku meski sebenarnya bukan hanya aku, haha. Makasih ya Mimi Chan. Kuharap kau selalu jadi Midori yang bersemangat membasmi kejahatan *eh membasmi kemungkaran. Tapi, ingat. Baqo juga harus dikontrol. Semangat bu PeJe. Urus anak-anakmu baik-baik. Good luck.

CHAIRO
Kau memang manis seperti cokelat. Kehangatan, perhatian dan kepekaan yang selalu kau tunjukkan pada teman-temanmu. Kau yang selalu gigih menghubungi mereka. Meski tak semua membalas. Termasuk aku kadang-kadang. Namun, itu sisi yang menarik darimu. Kau selalu ingin memberi tanpa meminta balasan. Tidak heran kenapa Allah memberi amanah itu di pundakmu. Lebih dulu beberapa langkah dariku yang selama ini menginginkannya. Aku tidak marah, karena kau memang layak mendapatkannya. Teruslah bersabar, Cha. Kau sudah punya modal besar yang tidak semua orang memilikinya. Seperti cokelat panas yang menghangatkan kala musim hujan tiba.

Dear my best friends, this just a simple note from me, Oren. Too much to tell about what I feel. Jazakumullah khairan katsir untuk semuanya. Semoga persahabatan dan persaudaraan ini senantiasa berada dalam jalan ketaatan. Dan kemudian kita bisa bertemu lagi di JannahNya kelak, aamiin.


With love. November 30th 2013.


No comments:

Post a Comment