Wednesday, November 13, 2013

Gara-Gara Dream Book

Ini tentang mata kuliah yang menurut saya paling Kapitalis yang pernah saya dapatkan. Kewirausahaan. Ya, dari namanya aja udah ketauan kalo itu mata kuliah yang akan mengajarkan bagaimana berwirausaha. Memang, kedengarannya bagus dan mata kuliahnya juga menarik *menurut gue ada saat dia akan begitu membosankan
Di awal kuliah, dosen ngasih tugas buat UTS untuk membuat Dream Book. Katanya, banyak cita-cita atau mimpi yang menjadi kenyataan dengan menuliskannya. Maka, tuliskan mimpimu. Ya, apalagi kalo bukan mimpi menaklukkan dunia. Karena saya tidak terlalu berambisi dengan kesenangan dunia *kecuali dengan Islam maka saya tidak terlalu bersemangat membuat Dream Book. Semua teman-teman mempersiapkan yang terbaik demi Dream Book agar nilai mereka bagus, tentu saja. Saya Cuma mikir, ah, coba mereka juga nyiapin pertemuan dengan Allah seperti mereka nyiapin Dream Book. Apa surga itu terlalu absurd untuk dijadikan tujuan jangka panjang? Sekulernyaaa -____-
Oke, balik lagi soal Dream Book. Ini tragedi memang. Karena kelalaian saya juga akhirnya pas UTS harus muter-muter Cuma buat nyari tempat jilid tuh buku. Sampai sekarang kalo lihat isinya jadi pengen ketawa. Gak nyangka bisa nulisin mimpi-mimpi yang segitu banyaknya bahkan masih ada yang kurang. Semoga aja bener *ya kalo diusahakan suatu saat bakalan terwujud.
Pelajarannya adalah jangan takut untuk bermimpi. Karena dari situ akan lahir komitmen untuk mewujudkannya. Tidak peduli seberapa lama harus menunggu agar menjadi kenyataan. Cuma butuh waktu untuk melihat mimpi itu jadi kenyataan. Dan butuh keyakinan untuk tetap bersabar membuatnya menjadi nyata.
Hari ini banyak sekali yang mengatakan Khilafah itu hanya mimpi di siang bolong. Utopis. Memperjuangkan Khilafah ekstra parlemen itu lama. Kapan berhasilnya? Dari dulu sampai sekarang gak ada hasilnya. Banyak suara sumbang yang akhirnya mengendurkan keyakinan para pejuang kebenaran. Dan mulailah mereka bertanya tentang mimpi dan cita-cita mereka. Mulailah mereka meragukan janji dari Sang Pemilik Jiwa setiap manusia.
Kawan, ingatlah. Kita tidak sendiri. Cita-cita kita bukan sekedar menaklukkan dunia ini kemudian hidup bahagia selamanya di sini. Dunia ini hanya sementara. Kita bukan orang-orang Sekuler di luar sana yang hanya percaya pada kekuatan mereka sendiri. Kita punya Allah. Maka jika Allah sudah berkehendak, maka tidak ada siapapun yang bisa menghentikannya. Dan ingatlah bahwa janji Allah itu pasti dan bisyarah Rasulullah SAW itu bukti. So, jangan ragu. Khilafah akan tegak di hari yang telah Allah janjikan. Maka pantaskan diri untuk menjadi pejuangnya. Karena pertolongan itu hanya akan diberikan kepada mereka yang teguh menggenggam keyakinan mereka.
Wallahu ‘alam

Change my life. November 13th 2013.

No comments:

Post a Comment