Kau harus tahu, bahwa aku mem-posting tulisan ini menunggu pukul 06.28 seperti saat kau menulisnya. Tapi, karena perbedaan waktu sejam di tempatmu pasti sudah pukul 07.28. Tapi, tak apa. Aku hanya ingin membalasnya.
Hatiku seperti milkshake saat membaca tulisanmu yang judulnya Coretan 05.28. A little shock.
Mau ketawa, mau nangis, mau teriak, mau gigit kamu *haha, yang terakhir just kidding
Karena itu hatiku tergerak untuk menulis Coretan 06.28 ini. Tapi, awas saja. Kau harus membayarnya karena kau tidak segera menghubungiku ketika kau sebenarnya sangat ingin melakukannya.
Mau ketawa, mau nangis, mau teriak, mau gigit kamu *haha, yang terakhir just kidding
Karena itu hatiku tergerak untuk menulis Coretan 06.28 ini. Tapi, awas saja. Kau harus membayarnya karena kau tidak segera menghubungiku ketika kau sebenarnya sangat ingin melakukannya.
Alhamdulillah jika kau menyukainya. Aku membuatnya sudah lama. Terinspirasi dari kalian
semua tentu saja. Kalian seperti peran pembantu dalam kisahku. Jika kalian tidak ada, kisahku takkan berwarna. Hampa. Gelap. Sunyi. Senyap *halaaah, apa-apaan ini
semua tentu saja. Kalian seperti peran pembantu dalam kisahku. Jika kalian tidak ada, kisahku takkan berwarna. Hampa. Gelap. Sunyi. Senyap *halaaah, apa-apaan ini
When you have a faith to do it, just do it.
Sastra Jepangku? Haha, bulan depan aku akan ujian JLPT level 3. Tapi, kau harus tahu bahwa aku sekarang masuk ke kelas JLPT level 2. Bisa kau bayangkan, taihen-nya aku di kelas itu. Bersaing dengan anak-anak yang sudah lebih dulu lulus level 3. Demo, daijoubu. Atashi wa subarashii dakara :D *menghiburdiri.com
Anak-anakku? Hmm, sekarang aku berpisah dengan mereka. Entah sampai kapan. Aoi,
minggu lalu aku di mutasi. Makanya, hubungi aku dong. Jangan lewat tulisan. Ntar yang lain pada tau. Satu lagi, aku bukan AJM. Aku hanya kordinator tim di fakultas untuk membina teman-teman yang lain agar saling bersinergi :) Oya, jangan terlalu muji deh. Aku bukan orang yang suka dipuji. Ntar aku jadi kayak balon
udara terbang nyasar ke Amazon *eh
minggu lalu aku di mutasi. Makanya, hubungi aku dong. Jangan lewat tulisan. Ntar yang lain pada tau. Satu lagi, aku bukan AJM. Aku hanya kordinator tim di fakultas untuk membina teman-teman yang lain agar saling bersinergi :) Oya, jangan terlalu muji deh. Aku bukan orang yang suka dipuji. Ntar aku jadi kayak balon
udara terbang nyasar ke Amazon *eh
Ya, itu pertanyaan yang menggelayut dalam kepalaku. Tiba-tiba sekali. Biasanya kau langsung SMS. Kenapa? Kau malu mengakuinya? Aku memang orang yang paling dirindukan sejagad facebook *eh jadi kau tak perlu malu jika memang kau merindukanku. Lagipula, rindu karena Allah kan bukan aib. Toh kita tidak bermaksiat kan? :)
Hatiku seperti milkshake membaca kalimatmu. Aku tak sabar menunggu. Berkali-kali aku meyakinkan diriku untuk tidak terlalu terbawa perasaan dalam memutuskan. Kembali atau tinggal. Terima kasih karena kalian membuatku merasa sangat bersyukur terlahir di dunia ini. Terima kasih untuk cinta dan kasih sayang yang besar ini *eaaa
Sudah kuduga. Hal yang paling membuatmu frustasi adalah tentang itu. Sepertinya 7 hari 7 malam tidak akan mampu meng-cover apa yang ingin kukatakan padamu tentang itu. Tapi, aku hanya ingin memberitahu sesuatu yang juga kudapat dari musyrifahku.Tidak ada sesuatu yang berhasil tanpa komitmen. Sebuah komitmen lahir dari keyakinan yang 100% dan dari sana pula lahir sebuah visi. Kalau kau masih terbebani dengan semua itu, aku yakin kau takkan pernah maju. Melangkah saja mungkin penuh rasa berat apalagi berlari. Ini tentang dirimu. Bukan musyrifahmu atau siapapun itu. Lantas, kenapa harus frustasi? Jika dengan dirimu saja kau frustasi bagaimana mungkin kau bisa menyelamatkan umat? Kita itu melakukan semua ini karena cinta. Bukan karena yang lain.
Ah, kalimat terakhir itu. Aku tidak tahu harus menjawab apa. Aku juga merindukan kalian. Dalam tangis yang hanya bisa didengar oleh kesunyian saat tengah malam berjuang bersama rasa sakit. Maaf, karena aku tidak selalu bisa mengungkapkan perasaan seperti orang lain. Terlalu panjang untuk kujelaskan. Tapi, seperti inilah keadaannya.
Hei, Aoi. Tulisanmu ambigu tau. Awas ya kalo ada yang mikir macam-macam.
Ps : Perpisahan ada untuk menghargai pertemuan. Maka rindu hadir di sana. Jika rindu itu datang, sisipkanlah ia dalam doa-doamu. Percayalah, malaikat akan menyampaikannya kepada Allah.
Untuk Kunci Surga. November 14th 2013
No comments:
Post a Comment