Allah SWT berfirman :
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (An Nahl :125)
"Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk". (An Nahl :125)
Allah SWT berfirman :
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah". (Ali Imran : 110)
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah". (Ali Imran : 110)
Ayat sebelumnya Allah juga berfirman :
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (Ali Imran : 104)
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung". (Ali Imran : 104)
Masih banyak ayat lain yang menyebutkan tentang amar makruf nahi munkar. Di dalam Al Qur’an Allah sering mengulang hal tersebut. Dalam kehidupan sehari-sehari pastinya kita sering mendapati orang satu dan yang lain saling menasehati, saling memuhasabahi dan saling mengingatkan. Ini pun merupakan bagian dari amar makruf nahimunkar. Namun, terkadang tidak semua orang bisa langsung menerima. Mungkin amar makruf iya, tapi tidak dengan nahi munkar. Kenapa? Entahlah. Bisa jadi karena manusia memiliki naluri mempertahankan diri sehingga mereka cenderung bersikap defense ketika “di-nahi munkar-i” *bahasanya ribet banget
Tidak hanya pada umat. Terkadang di dalam diri pengemban dakwah pun masih ada sikap seperti ini. Manusia seringkali tidak menyukai jika kesalahannya ditampakkan apalagi di depan orang banyak. Tetapi seharusnya itu bukan menjadi legitimasi baginya untuk tidak dimuhasabahi. Begitu pun dengan pengemban dakwah. Karena pengemban dakwah juga manusia, bisa salah dan lupa. Jika semua orang berkewajiban beramar makruf, maka begitupun dengan nahi munkar. Pengemban dakwah sekalipun berhak mendapatkan muhasabah. Bukan untuk menjatuhkan tetapi untuk memperbaiki. Bukan untuk menyakiti tetapi untuk menasehati.
Tapi tetap perlu diperhatikan bahwa amar makruf tidak sekedar amar makruf, begitupun nahi munkar. Semuanya tetap berpegang kepada apa yang sudah digariskan oleh Allah ta’ala dan diajarkan oleh Rasulullah SAW.
Tipe orang ketika amar makruf nahi munkar beda-beda emang. Masing-masing punya style- nya sendiri-sendiri. Ada orang yang frontal tapi ada juga orang yang muter-muter dulu *angkot kali
Tujuannya sama tapi dengan penyampaian yang berbeda-beda. Namun, ketika amar makruf nahi munkar, perlu diperhatikan juga sasarannya. Karena tidak semua orang bisa langsung menerima jika disampaikan secara frontal dan tidak semua orang juga bisa mengerti kalo dibuat muter-muter dulu. Tapi, tetap. Perasaan semata tidak bisa dijadikan legitimasi untuk membenarkan sesuatu. Kita seorang Muslim maka kita terikat dengan syariat Allah.
Tujuannya sama tapi dengan penyampaian yang berbeda-beda. Namun, ketika amar makruf nahi munkar, perlu diperhatikan juga sasarannya. Karena tidak semua orang bisa langsung menerima jika disampaikan secara frontal dan tidak semua orang juga bisa mengerti kalo dibuat muter-muter dulu. Tapi, tetap. Perasaan semata tidak bisa dijadikan legitimasi untuk membenarkan sesuatu. Kita seorang Muslim maka kita terikat dengan syariat Allah.
Saya adalah tipe orang yang muter-muter dulu apalagi untuk urusan muhasabah. Saya pun ketika dimuhasabahi masih ada perasaan defense, kadang. Saya kemudian berusaha menanamkan dalam diri bahwa semua itu merupakan masukan dan tidak mungkin ada
saudara yang tega menyakiti saudaranya. Kalo dimuhasabahi kan berarti masih ada yang peduli. Kalo masih ada yang peduli berarti masih ada yang sayang :)
Tapi, karena sudah jadi kebiasaan akhirnya kadang salah tempat. Makanya, saya salut dengan mereka yang frontal. To the point. Mereka tidak pernah berpikir panjang ketika melihat ada sesuatu yang memang harus diperbaiki. Cuma terkadang, frontalnya itu diikuti dengan sedikit
percikan emosi. Mungkin saking bersemangatnya karena realita umat hari ini memang sangat bebal akibat sistem yang semakin kuat mencengkram.
saudara yang tega menyakiti saudaranya. Kalo dimuhasabahi kan berarti masih ada yang peduli. Kalo masih ada yang peduli berarti masih ada yang sayang :)
Tapi, karena sudah jadi kebiasaan akhirnya kadang salah tempat. Makanya, saya salut dengan mereka yang frontal. To the point. Mereka tidak pernah berpikir panjang ketika melihat ada sesuatu yang memang harus diperbaiki. Cuma terkadang, frontalnya itu diikuti dengan sedikit
percikan emosi. Mungkin saking bersemangatnya karena realita umat hari ini memang sangat bebal akibat sistem yang semakin kuat mencengkram.
Istimewanya pengemban dakwah adalah mereka harus bisa memosisikan segala sesuatu agar tetap proporsional. Jika harus frontal, mereka akan frontal. Jika memang butuh pendekatan
tertentu lebih dulu pun akan mereka lakukan tapi tetap dengan sebuah penyampaian yang jujur dan berlandaskan pada kebenaran. Semua dilakukan karena kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Bukan sekedar semangat mengingatkan apalagi karena pengen eksis *naudzubillah
Maka dari itu, seorang pengemban dakwah akan senantiasa berproses menuju kesempurnaan meskipun kenyataannya tidak ada manusia yang sempurna. Dan untuk senantiasa menjaga
kemurnian proses butuh yang namanya amar makruf nahi munkar agar selalu ingat mana jalan yang lurus mana jalan yang bengkok.
tertentu lebih dulu pun akan mereka lakukan tapi tetap dengan sebuah penyampaian yang jujur dan berlandaskan pada kebenaran. Semua dilakukan karena kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Bukan sekedar semangat mengingatkan apalagi karena pengen eksis *naudzubillah
Maka dari itu, seorang pengemban dakwah akan senantiasa berproses menuju kesempurnaan meskipun kenyataannya tidak ada manusia yang sempurna. Dan untuk senantiasa menjaga
kemurnian proses butuh yang namanya amar makruf nahi munkar agar selalu ingat mana jalan yang lurus mana jalan yang bengkok.
Maka bersyukurlah berada dalam jamaah dakwah. Karena kita akan senantiasa terjaga. Meski kadang harus ada sakit terlebih dahulu, namun setelah itu akan sembuh dan memberi kekuatan baru.
Jazakumullah khairan katsir untuk semua teman-teman yang masih mau menasehati, saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Semoga kelak kita dikumpulkan kembali di JannahNya, aamiin…
Wallahu ‘alam bi ash shawwaab.
On process. November 15th 2013.
No comments:
Post a Comment