Tuesday, November 26, 2013

(Just) A Feeling part 2


Terkadang, seorang pengemban dakwah ideologis dihadapkan pada situasi dimana ia harus melawan segara perasaan negatif dalam dirinya. Rasa takut akan ditolak sehingga ragu menyampaikan, rasa bingung untuk memulai menyampaikan sehingga ragu untuk memulai ataupun patah hati karena masalah lain. Atau mungkin terkadang, seorang pengemban dakwah merasa kurang siraman nafsiyah sehingga cenderung menyibukkan diri dengan amalan fardhiyah tetapi mengabaikan edukasi kepada umat.

Salah satu musyrifah saya pernah menyampaikan bahwa siraman nafsiyah seorang pengemban dakwah ideologis adalah ketika ia menyampaikan mabda yang ia emban kepada umat. Karena ketika ia menyampaikan Islam yang ia yakini secara tidak langsung ia pun mengingatkan dirinya sendiri sehingga ia pun selalu merasa dekat dengan Allah. Sehingga tak ada rasa malas, galau atau rasa-rasa yang lain dalam berdakwah. Yang ada hanyalah rasa bahagia sekalipun itu melelahkan, menyedihkan bahkan mungkin menyakitkan.

Maka benarlah kata syaikh Taqiyuddin An Nabhani Rahimahullah, jangan minta amanah yang ringan tetapi mintalah punggung yang kuat untuk memikul amanah yang berat.

Thanks for my ustadzah.
Terus bergerak. November 25th 2013.

No comments:

Post a Comment