Wednesday, November 27, 2013

Tentang Kiamat

Judulnya mungkin serem. Ngomongin kiamat pasti ngomongin soal akhir dunia, ancur, trus smua dibangkitkan, dikumpulin di Padang Masyhar trus dihisab dan akhirnya berakhir indah *eh gak mesti juga sih. Karena akhir kan ada dua. Happy ever after di Jannah atau menderita ever after di Neraka. Tapi, satu hal yang pasti, kiamat bakalan terjadi. Karena semua yang diciptakan pasti punya time limit. Itu mutlak. Begitu pun dengan dunia ini. So, jangan harap bisa happy ever after di dunia. Kagak bakal.
Ngomong-ngomong soal kiamat, kemarin saya nonton acara di salah satu stasiun tv *ya iyalah masa stasiun kereta* yang isinya membahas tentang dahsyatnya hari kiamat. Saya jadi teringat dua hari yang lalu ketika saya berdiskusi dengan seseorang yang merupakan pengurus sebuah lembaga riset di salah satu fakultas di kampus saya. Sebenarnya bukan dengan si Mbaknya sih, tapi temannya. Padahal, saya gak ngajakin temannya diskusi soalnya temannya itu laki-laki. Saya diskusinya Cuma sama perempuan. Awalnya saya agak bingung juga soalnya dia tiba-tiba nyela. Tapi, karena dia ngotot ya udah saya jelaskan seadanya.
Pembahasaannya panjang. Bermula dari penyadapan yang membuat negeri kita dipecundangi oleh negeri sebelah yang nota benenya mereka emang benci sama Islam. Akhirnya pas bagian akhir membahas solusi dan sampailah pada pembahasan tentang Khilafah. Kemudian dia bertanya tentang, mana yang penting, Negara Islam atau Negara yang berasaskan Islam? Ya saya jawab aja, kalo negaranya berasaskan Islam, berarti Negara Islam kan? Trus dia bilang lagi, lho beda Mbak. Kalo negaranya berasaskan Islam gak perlu nyebutin itu Negara Islam. Lha, saya yang bingung. Katanya Negara berasaskan Islam tapi disebut Negara Islam gak mau. Trus, mau disebut Negara apa? Saya sih bisa nangkap maksudnya. Maksudnya adalah gak perlu deh Negara Islam yang penting substansi Islam ada di sana. Mana bisa? Mau bilang kalo menerapkan nilai-nilai Islam dalam Negara Demokrasi itu bisa dengan mudah? Mana buktinya? Gimana bisa berasaskan Islam kalo negaranya aja gak beriman terhadap Islam? Ah, ngaco dah aktivis jaman sekarang. Saya terkaget-kaget karena dia Muslim. Tapi ketika ditanyakan tentang kesepakatannya dengan Khilafah (sistem pemerintahan Islam) malah ogah duluan dengan alas an plural bla bla bla. Oke, akhirnya saya jelaskan bagaimana Islam mengatur terkait kehidupan warga Negara. Bagaimana Islam memosisikan non Muslim dalam Daulah, dsb. Kemudian dia dan temannya, si Mbak yang saya ajak diskusi itu sepakat untuk tidak setuju *apaan* Sampai akhirnya saya jelaskan bahwa Khilafah yang saya maksud bukan hanya untuk Indonesia saja karena definisi Khilafah adalah satu kepemimpinan umum untuk seluruh kaum Muslimin di seluruh dunia. So, gak Cuma Indonesia aja. Trus, spontan si cowok itu nyeletuk, lho, kalo gitu bentar lagi kiamat dong? Saya sebenarnya ingin tertawa. Trus, kalo kiamat emang kenapa? Saya ingin sekali bilang begitu. Tapi, saya bilang. Soal kiamat, wallahu ‘alam, Mas. Itu hanya Allah Yang Tahu. Rasulullah SAW pun gak tau kapan pastinya. Trus dia jawab, kan salah satu tandanya turunnya Imam Mahdi yang akan memimpin dunia dengan Khilafah. Saya jawab lagi, ya kalo emang itu tandanya bisa jadi, Mas. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Khilafah akan kembali tegak. Dan tidak menutup kemungkinan setelah itu kiamat. Kan Rasulullah emang Nabi akhir zaman. Lagian, sekarang udah banyak kok tanda-tanda kiamat, bla bla bla. Diskusi yang berakhir dengan “aneh” itu menyisakan pertanyaan di benak saya. Sebegitu seramnyakah hari kiamat? Hmm, itu pasti. Atau mungkin ada kemungkinan kedua. Orang-orang sudah terjangkit penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati. Seolah ketika dunia ini berakhir maka tidak ada lagi hal yang indah yang akan terjadi selanjutnya. Padahal, sebenarnya akhir itu adalah jalan menuju sebuah awal yang baru dan bisa jadi itu akan lebih indah. Maka, janji siapa yang akan lebih kita percayai daripada janji Sang Pemilik jagad raya, Allah SWT? Kenapa harus takut akan kiamat? Padahal, kita juga akan menemuinya. Kiamat kecil bagi kita adalah datangnya ajal yang tidak diketahui. Dan itu kiamat terdekat yang akan kita jumpai. Daripada kiamat yang lebih besar mending mati. Tapi, pertanyaan berikutnya, bekal apa yang udah disiapkan untuk hari kemudian?
Dikejar deadline. November 27th 2013.


No comments:

Post a Comment