Showing posts with label Article Share. Show all posts
Showing posts with label Article Share. Show all posts

Friday, August 29, 2014

Episode; Aku dan Perang Mu'tah

Gak terasa udah tanggal udah hari Selasa aja. Udah dua hari sejak HUT Kemerdekaan RI. Haha, kenapa malah tiba-tiba bahas 17-an ya? Yah, mungkin karena emang masih hot *dari oven?*
Baiklah, daripada berlama-lama, saya mau refreshing. Kemarin berasa jadi alien. Hikikomori 8 jam di kamar. Sadar-sadar udah maghrib aja. Duduk nyari Kanji plus artinya sukses bikin kepala nge-dance *apaan sih?* Taihen da naa… But the day has over. Now, I have time to write, yeheet :D

Oke, kali ini saya mau cerita tentang apa yang saya kaji di halqah saya kemarin ba’da subuh. Ya, Daulah Islam. Kitab yang isinya tentang perjalanan Rasulullah mulai dari menjadi Rasul, membentuk kutlah, berdakwah, menegakkan Daulah Islam sampe keruntuhan Daulah Islam yang sekarang saya dan generasi Muslim hari ini merasakannya. Kacau-balau, porak-poranda, hancur-lebur. Tapi, gak tau apa Cuma saya dan segelintir orang yang ngerasain atau mungkin yang lain ada yang ngerasa tapi cuek aja, wallahu ‘alam

Pembahasan kemarin tentang Perang Mu’tah. Salah satu perang yang luar biasa diantara sekian banyak perang yang dilakukan kaum Muslimin selama penyebaran Islam. FYI, Islam disebarkan dengan dakwah dan jihad. Bentuk jihad yang dimaksud di sini adalah perang. Tapi, itu gak sembarang perang. So, jangan samain kayak Israel nge-bom Palestine. That’s a huge different, dude. Sip, now let’s back to the topic. Tadi cuma trivia aja. Kalo mau bahas lebih lanjut, bisa ketemu saya :D

Perang Mu’tah adalah perang pertama kaum Muslimin melawan penguasa luar negeri di luar Jazirah Arab. Sebelumnya, perang yang dilakukan kaum Muslimin melawan kabilah-kabilah di Jazirah Arab. Seperti namanya, perang ini terjadi di Mu’tah, wilayah Syam (sekarang Suriah). Waktu itu Syam di bawah kekuasaan Romawi. Perang ini terjadi di bulan Jumadil Awal tahun 8 Hijriyah. Satu lagi, ini adalah perang pertama yang tidak dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW.

Menurut saya pribadi, perang Mu’tah itu semacam Rectoverso-nya perang Uhud. Tapi, semoga ada istilah yang lebih bagus lagi. Dan perang ini sukses bikin saya nangis pas tau kisahnya. Meskipun di perang Uhud saya juga sedih tapi lebih banyak keselnya karena efek perang Uhud cukup bikin Rasulullah kewalahan untuk mengembalikan wibawa Daulah Islam dan kaum Muslimin. Saya juga akhirnya ingat kalo Mush’ab bin Umair meninggal di perang Uhud. Dan saya ngerasa katrok banget karena baru tau tentang perang ini soalnya dulu Cuma dapet cerita tentang perang Badar sama perang Uhud doang.

Sabda Rasulullah SAW yang paling bikin merinding di perang ini adalah setelah beliau menunjuk Zain bin Haritsah yang sudah seperti anak beliau sebagai panglima perang.
“Jika Zaid gugur, maka Ja’far bin Abi Thalib yang akan memimpin pasukan. Jika Ja’far gugur, maka Abdullah bin Rawahah yang akan memimpin pasukan”.

Ya Allah, itu udah kayak tanda aja kalo 3 panglima dari 3000 pahlawan terbaik kaum Muslimin itu bakalan gugur sebagai syuhada. Air mata saya langsung jatuh gitu aja meskipun udah susah payah saya tahan. Dan yang bikin saya tambah terkejut adalah turut sertanya Khalid bin Walid di perang ini. Bukan lagi sebagai musuh tetapi sebagai salah satu dari 3000 pahlawan terbaik kaum Muslimin. Keren kan? :D

Perang ini emang gak mudah karena kaum Muslimin harus melawan 200.000 total pasukan Romawi plus Heraklius. Kaum Muslimin awalnya mau ngirim surat ke Rasulullah tapi kemudian Abdullah bin Rawahah bilang, “Wahai kalian, sesungguhnya kita tidak memerangi mereka karena jumlah, tidak pula karena kekuatan, pun karena banyaknya. Tapi, kita memerangi mereka tidak lain karena agama ini yang dengannya Allah memuliakan kita. Maka, berangkatlah. Sungguh di sana akan kalian temukan, satu dari dua kebaikan, kemenangan atau syahid”. 

Akhirnya, kaum Muslimin berangkat. Tapi, karena pasukan yang sangat besar, tentu ini saat-saat yang sulit. Para panglima gugur sebagai syuhada. Terakhir, Panji diserahkan kepada Khalid bin Walid. Dengan strateginya, Khalid berhasil memukul mundur pasukan Romawi dengan memerintahkan membuat kamuflase debu seolah-olah pasukan kaum Muslimin bertambah jumlahnya. Hasil dari perang ini pun seri. 

Dari perang Mu’tah terlihat bagaimana loyalitas kaum Muslimin kepada Islam dan bagaimana loyalitas mereka kepada pemimpinnya. Terlihat pula keberanian para pasukan beserta yang melewati batas khayalan. Begitu pun para panglimanya, meski sudah dikabarkan syahid bahkan sebelum memulai peperangan, mereka tidak mundur selangkah pun. Bagi mereka, Surga adalah segalanya. Ridho Allah adalah cita-cita di atas cita-cita. 

Begitulah aktivitas sebuah Negara dengan tujuan yang jelas. Begitulah Islam mengajarkan kita. Meski sekarang opini tentang Khilafah terus diusahakan untuk redup oleh orang-orang kafir, tapi Allah tidak pernah tidur dan Allah tidak buta. Allah akan menjaga Islam lewat orang-orang yang Dia pilih yang lewat tangan mereka Islam akan kembali tegak. Is that you? Oh, no. That’s us! 

Last but not least, semoga kita termasuk di dalamnya. Generasi penjaga Islam terpercaya yang dicintai oleh Allah dan lewat tangan-tangan kita Allah memberikan pertolonganNya. Mari memantaskan diri and have a great day! 

Shelter, August 19th 2014. 09:26 AM. Try to love myself the way I am.

Monday, July 07, 2014

My First Award ^_^


Berawal dari sebuah tag di salah satu SNS (Social Networking Sites). Saya gak ngerti sebenarnya itu postingan apa. Tapi, saya tau kok siapa yang posting. Salah satu teman sesama blogger. Karena penasaran, saya buka aja linknya (sebenarnya penasarannya karena nama saya ditaruh di sebelah nama-nama penulis yang menurut saya keren-keren hehe :D). Dan terakhir saya baru tau kalo postingan itu tentang sebuah award yang namanya The Liebster Award.

Sekilas Tentang The Liebster Award

The Liebster Award adalah penghargaan berantai yang diberikan oleh satu blogger ke blogger lainnya. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang layak mendapatkannya. Jadi, gak sembarangan hehe.
The Liebster Award berasal dari Jerman. Kata liebster artinya dearest atau kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia; tersayang, terkasih, tercinta. Jadi, bisa berarti “Penghargaan Tersayang” atau “Pemberian Tercinta”. Dan awalnya award ini Cuma diberikan ke sesama blogger perempuan. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu akhirnya award ini juga popular di kalangan blogger laki-laki. Dan akhirnya penghargaan ini diberikan ke siapa saja.
Dengan award ini para blogger bisa saling mengenal satu sama lain dan saling mengapresiasi tulisan satu sama lain. So, sayang banget kalo award ini diabaikan *eaaa :D

Nah, ini dia peraturan The Liebster Award

1. Berterimakasihlah pada orang yang menominasikan dengan mencantumkan alamat blognya di blog teman-teman sekalian (tapi sebelum itu berterimakasihlah kepada Allah karena dengan ilmunya, kamu bisa nulis dan menghasilkan karya )
2. Tampilkan gambar (logo) TLA-nya di blogmu, boleh dipostkan dimanapun kamu suka. Asalkan terlihat oleh blogger lain.
3. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan oleh blogger yang menominasikanmu untuk TLA.
4. Tulis 11 fakta random tentang dirimu
5. Nominasikan 5 – 11 blogger yang menurutmu layak untuk mendapatkan TLA yaitu blogger yang memiliki follower kurang dari 1000.
6. Bikin 11 pertanyaan baru untuk blogger yang dinominasikan.
7. Masukan peraturan dari TLA di postinganmu
8. Setelah postingannya go public alias udah dipublish. Kalian harus memberitahukan orang-orang yang dinominasikan dalam TLA sertakan pula tautan postingannya.

Alhamdulillahirabbil’alamin, jazakumullah khairan katsir untuk

Hontou ni arigatou, Nurul San :D seseorang yang saya kenal lewat twitter, blog dan tumblr. Dan ternyata dia adalah sahabat salah satu teman saya juga, Kamila Aziza Rabiula (haha, dunia itu emang sempit :D) Dia anak Sastra Indonesia Unpad dan bentar lagi siding skripsi :D Saya suka postingannya tentang review film dan kebetulan film yang direview juga kebanyakan film yang saya suka hehe 
Gak nyangka banget saya jadi nominator ke-5 dari TLA :D Saya pikir saya Cuma ngarep aja blog saya ada yang baca soalnya tulisan saya tidak bisa dibilang tulisan normal hehe :D Mou ichido, arigatou ^^

Ini pertanyaannya

1. Apa yang membuat kamu yakin dengan keyakinanmu (agama) saat ini? Awalnya saya mikir kalo Islam adalah agama ritual semata, jadi gak ada beda sama agama-agama lain di dunia ini (itu yang saya pikirkan sampai kelas 6 SD) tapi setelah serius mengkaji Islam di sebuah partai politik internasional, saya jadi punya alasan kuat kenapa saya meyakini agama yang saya peluk sekarang. Alasannya, karena agama saya adalah agama yang sempurna. Agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan dirinya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain dengan peraturan yang jelas dan rinci. Dan dengan peraturan itulah seluruh umat manusia dapat melangkah di jalan yang benar di dunia dan di akhirat mendapat tempat terbaik, yakni surga.

2. Apa definisi bahagia menurut sudut pandang kalian? Haha, jujur ini pertanyaan yang menurut saya agak sulit untuk dijelaskan. Tapi, berdasarkan pengalaman saya (eciee) bahagia itu ketika kita bisa mengetahui tujuan hakiki hidup kita bahwasanya kita adalah seorang Hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada Rabb Semesta Alam, yakni Allah azza wa jalla karena nantinya kita akan kembali ke sisiNya untuk bertanggung jawab atas seluruh amal perbuatan kita selama di dunia. Dan pelengkapnya adalah ketika kita bisa menolong orang lain untuk menemukan tujuan hakiki hidupnya 

3. Apakah kalian bahagia? Alhamdulillah, saya merasa bahagia. Meski dalam hidup ini tidak selalu ada senyuman, namun ketika kita tetap memilih bahagia saat kita sebenarnya tidak bahagia, itu juga adalah sebuah kebahagiaan *sorry, kelewat puitis deh kayaknya*

4. Apakah dunia saat ini baik-baik saja dan kenapa? Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Saat ini dunia berada di bawah tirani Demokrasi-Kapitalisme yang menjadikan kehidupan seolah miniatur neraka. Sulit sekali mencari kebahagiaan dibawah jeratan kesulitan ekonomi, buruknya pengurusan rakyat oleh Negara, degradasi moral, rusaknya generasi dan tak terhitung masalah lainnya.

5. Apa kontribusi dan bagaimana caramu untuk mengubah dunia? Tidak harus menjadi hebat untuk bisa mengubah dunia. Tapi, saat kita berhasil mengubah dunia, maka ketika itu kita akan disebut hebat. Hehe, cuma bukan itu yang saya cari. Dari hasil pengkajian saya, penyebab kerusakan dunia hari ini karena penerapan sistem Demokrasi-Kapitalisme yang menjadikan akan manusia sebagai penentu benar-salah serta baik-buruk dan menihilkan peran Allah SWT sebagai Pencipta sekaligus Pengatur dunia. Padahal, sejatinya Allah sudah memiliki aturan sendiri untuk dunia ini yang jika diterapkan maka akan membawa kepada kebahagiaan tidak saja di dunia tetapi juga di hari kemudian. Maka, sejak mengetahui akar permasalahan dan solusinya, saya berusaha untuk menjadi agen Allah dengan misi membebaskan dunia ini dari penghambaan kepada materi menuju kepada penghambaan kepada Allah semata dengan tegaknya Syariat Allah di bawah naungan sebuah institusi bernama Khilafah. Tentu saja saya tidak berjuang sendiri. Karena upaya mengubah dunia adalah sebuah cita-cita besar, maka saya pasti membutuhkan teman-teman yang juga bersedia berjuang bersama. Dan Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang juga merupakan keluarga saya yang tidak hanya ada di tempat saya berpijak sekarang tetapi juga di seluruh dunia. Dan dimanapun kami berada, doa kami tetap terpanjat satu sama lain. Meskipun terpisah jarak, namun takkan ada seorangpun yang mampu memupus harapan kami untuk mengembalikan dunia ini pada fitrahnya. Hingga masa kami tiba, dimana Allah memanggil kami ke sisiNya. Insyaa Allah.

6. Menurut kalian berprestasi itu kaya gimana sih? Buat saya, berprestasi itu ketika kita bisa mencapai sesuatu yang kita cita-citakan serta berkarya untuk bisa menebarkan manfaat kepada orang lain.

7. Apakah kalian sendiri sudah berprestasi, boleh dong disebutkan kakak?! Haha, saya jadi malu. Hmm, kalo soal pencapaian sepertinya masih nyaris alias belum benar-benar tercapai. Kalo soal karya sih, baru dua hehe. Dan dua-duanya antologi. Yang pertama Omnibook untuk Suriah (tahun 2013) dan yang kedua tentang Hijab. Semoga selanjutnya bisa menghasilkan lebih banyak karya untuk mencerdaskan dan mencerahkan umat ^^

8. Apakah kalian termasuk orang yang menyukai seni? Saya, iya :D

9. Seni seperti apa yang kalian suka? Jaman dulu saya suka musik. Saking sukanya akhirnya suka nyanyi dan main musik. Tapi, sekarang udah taubatannasuha :D Sekarang beralih ke desain, fotografi dan videografi (meskipun harus saya akui, saya belum bisa. Still long way to go :D)

10. Siapa orang yang paling berjasa untuk hidup kalian? Bagi saya, orang yang paling berjasa dalam hidup saya adalah semua orang yang pernah hadir dalam hidup saya. Dari merekalah saya belajar menjadi seorang manusia. Tapi, yang terkhusus adalah kedua orang tua saya, kakak dan adik saya, kakek, teman-teman, guru-guru dan juga musyrifah (Pembina) saya. Tanpa mereka, tidak akan ada Ditri seperti yang sekarang. Love them in Allah <3

11. Apa tujuan kalian menulis? Awalnya saya menulis karena kecewa sama cerita sebuah komik yang endingnya tidak saya sukai. Setelah itu saya pun berusaha menciptakan sendiri cerita dengan awal dan akhir yang saya inginkan. Kemudian saya senang membaca dan bercerita untuk membagi apa yang sudah saya ketahui (sampai-sampai teman saya pernah bilang, Dit, kalo cerita sama kamu sampai kiamat gak bakal selesai :D) Sampai akhirnya saya menyadari bahwa menulis juga mampu menciptakan sebuah perubahan. Tulisan bisa mengubah pemikiran seseorang. Dan sampai sekarang saya (masih) menulis karena saya ingin mengubah pemikiran orang lain dan menginspirasi mereka untuk menjadi seseorang yang berjalan di atas kebenaran yang bersumber hanya dari Allah azza wa jalla.

Dan ini 11 random facts tentang saya

1. Nama lengkap saya Dwi Putri Ayu Rizki Anggun Lestari. Nama Ditri saya ambil dari nama depan saya, Dwi Putri.

2. Saya adalah seorang perantau sejati. Kedua orang tua saya asli Muna (sebuah suku di sebuah pulau yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nama yang sama, Pulau Muna). Saya lahir di Kendari (ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara) dan menghabiskan masa kecil di Bombana (sebuah kabupaten di provinsi yang sama. 6 jam perjalanan dari Kendari) dan kelas 4 SD pindah ke Kendari sampai SMA dan sekarang kuliah di Malang.

3. Waktu kecil terkenal tomboy banget. Mungkin karena waktu itu teman main saya banyak cowok, kayak adik, sepupu dan tetangga (meskipun saya juga populer sih diantara anak-anak perempuan). Sampai akhirnya SMP memutuskan berkerudung itupun karena disuruh, tapi ajaibnya saya manut aja :D Dan gak ada yang nyangka seorang Ditri bisa pake pakaian muslimah karena dulu saya termasuk yang ogah berpenampilan cewek. Saya anti banget sama rok, kerudung apalagi jilbab (gamis). Tahun 2007 mulai mengkaji Islam karena ikut Rohis di sekolah. Agustus 2007 akhirnya berjilbab (orang sekarang nyebutnya gamis) dan Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi keistiqomahan di jalan ini.

4. Waktu lahir saya sempat gak bernafas beberapa menit, sampai akhirnya saya digantung terbalik sama dokter trus belakang saya dipukul dan ternyata saya neguk lendir ketuban. Jadilah saya penderita asma sejak lahir. Selain asma saya juga alergi dingin dan debu. Karena itu juga saya jadi gak terlalu bisa olahraga. Padahal, saya suka banget sama basket. Tapi ya gitu, baru juga 10 menit main udah mau mati rasanya :D

5. Waktu SD sering dibully. Tapi saya gak pernah nangis pas dibully. Dan saking gak digubris sama saya, cowok-cowok yang ngebully saya tambah semangat nyari gara-gara. Makanya kerjaan saya berantem sama mereka. Cuma sekali saya nangis. Pas dikeroyok pulang sekolah karena mereka gak suka saya bantuin anak baru di kelas. Dan karena itu saya gak suka sama orang yang suka nindas orang lain. Sampai SMP pun saya masih jadi musuh bebuyutan cowok-cowok yang suka ngebully orang lain. Saya terkenal galak dan cerewet makanya mereka beraninya main belakang.

6. Agenda dakwah paling berkesan bagi saya adalah Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa di UI, Depok dan Muktamar Khilafah 2013 di Jakarta. Waktu MK Jakarta saya sampai nangis pas masuk stadion. Udah gitu ngeliat semua orator bersemangat padahal udaranya panaaaaas banget. Tapi, itulah keyakinan. Dia akan membuatmu menjadi seseorang yang luar biasa. Dan ini adalah kesyukuran terbesar saya yaitu menjadi bagian dari perjuangan dakwah mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah.

7. Saya suka sekali warna biru. Makanya saya suka pantai atau yang berbau laut. Karena langit dan laut warnanya mirip kalo dilihat dari jauh. Tapi, sama teman-teman saya, saya dipanggil Oren. Waktu pembagian warna saya ngalah sama teman saya yang juga suka biru :D (salah satu blog saya namanya Lazuardi yang artinya warna biru).

8. Saya takut ketinggian dan kedalaman.

9. Sempat jadi artis sekolah karena disuruh nyanyi keliling ruangan pas MOS. Beberapa kali ditawarin masuk band tapi saya nolak. Haha, saya gak minat sama sekali. Alhamdulillah udah taubatannasuha ^_^

10. Sekalipun belum mengenal Islam kaffah, Alhamdulillah saya tidak pernah pacaran. Mungkin karena cowok adalah makhluk paling menyebalkan di mata saya hehe. Tapi asli emang saya sebel sama orang pacaran. Hanya saja pernah menyebar gossip tentang saya dan teman sekelas saya karena wali kelas kami menyebutkan nama kami dalam soal cerita padahal asli itu gak disengaja. Tapi, gara-gara itu, satu kelas heboh dan menyebar sampai ke kelas lain (Dasar ABG).

11. Cita-cita saya pengen jadi Psikiater, tapi sekarang saya kuliah di jurusan Sastra Jepang dan sebenarnya saya gak suka Jepang. Awalnya saya suka Korea tapi gak tau kenapa waktu itu milih Jepang :D

Award ini saya nominasikan untuk...

1. Eresia Nindia Winata | http://penarevolusi.wordpress.com/ (Tulisan-tulisannya nyastra banget)

2. Gamalan (I don’t know his real name) | http://gamalanpro.wordpress.com/ (Tulisannya menonjok)

3. Devia Kusmawati Arfina | http://inspirasidevia.wordpress.com/ (Baca tulisan mb Dep kayak baca buku Chicken Soup :D)

4. Ummu Kultsum | http://perjalananprofesor.blogspot.com/ (Partnerku yang selalu punya cerita menarik dan lucu ^^)

5. Abdul Qodir | http://aabelkarimi.blogspot.com/ (Tulisannya cadas. Gaya mahasiswa banget. Jelas, lugas, tegas :) )

6. Nurintan Sri Utami | http://helloislam.wordpress.com/ (Bikin ilmu psikologi selalu menarik untuk dibahas. Thanks for sharing dek ^^)

7. Endang Rahayu Tripurwandani | http://endangrahayublog.wordpress.com/ (baru dua orang (yang saya kenal) yang bisa menyulap tulisan seberat kontainer menjadi seringan kapas dan serenyah kripik tempe, salah satunya mb en :D)

8. Lailatul Fitriyah | http://fitriecordova.blogspot.com/ (selalu penuh hikmah dalam setiap tulisanmu *iklan kali*)

9. Amirah Puspadewi | http://apuspadewi.tumblr.com/ (Lucky #9. Puisimu selalu kutunggu, kawan. Semoga segera terbit antologinya ya ^^)

10. Priscilla Auldrine Kaurouw | http://priscillaauldrine.tumblr.com/ (informasi yang selalu bermanfaat dan menginspirasi )

11. Miftahul Jannah | http://miftah02.tumblr.com/ (The Quote Hunter. Selamat menempuh fase hidup selanjutnya. Ayo, nulis lagi :D)

Sebagian besar yang saya nominasikan adalah orang-orang yang (Alhamdulillah) sudah saya kenal. Ada yang memang kenal dan ada juga yang kenal dari blog ataupun sosmed. Dan bagi yang belum kenal, mungkin kalian tidak mengenal saya. Tapi, saya mengenal kalian dari tulisan kalian. Jazakumullah khairan katsir sudah memberikan banyak ilmu kepada saya juga kepada orang-orang yang membaca tulisan kalian. Semoga selalu bisa menebar inspirasi dimanapun.

Last but not least, 11 pertanyaan untuk para Nominator

1. Kenapa kalian tertarik untuk menulis?
2. Siapa inspirator terbesar dalam hidup kalian?
3. Bagaimana kalian melihat keadaan dunia hari ini? Apakah ada yang perlu diubah?
4. Apa yang akan kalian lakukan untuk mengubahnya?
5. Apa arti Islam bagi kalian?
6. Buku apa yang menginspirasi kalian untuk berubah?
7. Apa hal menarik selain menulis untuk kalian?
8. Bagaimana cara kalian mengatasi kesulitan dan bangun dari keterpurukan?
9. Apa cita-cita terbesar kalian dalam hidup ini?
10. Apa hal terpenting dalam hidup ini bagi kalian?
11. Adakah tempat yang paling ingin kalian kunjungi di dunia ini? Kenapa?

Ditunggu postingannya ya, teman-teman :)

Sunday, May 11, 2014

Al Qur'an, Tak Sekedar Bacaan

photo by tumblr
Beberapa hari yang lalu, di kampus saya diselenggarakan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) tingkat Universitas. Namanya MTQ pasti yang diperlombakan adalah bacaan Al-Qur’an, hafalan, dsb. Selain itu, masih ada kaligrafi, debat Al Qur’an dan karya tulis. Acara ini emang rutin tiap tahun dilaksanakan oleh pihak kampus. UAKI (Unit Aktivitas Kerohanian Islam) universitas juga berperan dalam acara ini. Sebelum maju sebagai perwakilan fakultas di tingkat universitas, tiap fakultas mengadakan seleksi MTQ di fakultas masing-masing. Dari perwakilan inilah yang kemudian berlaga di kompetisi MTQ universitas. Namun sayangnya acara ini tidak terlalu banyak yang antusias. Yah, dimana-mana orang yang nonton konser mesti lebih banyak. Sedih juga sih karena mayoritas di kampus adalah kaum Muslimin. Tapi, partisipasi mereka untuk Islam hampir gak ada.
        Ngomong-ngomong soal Al Qur’an, Alhamdulillah sekarang makin banyak yang tertarik untuk membacanya. Apalagi para artis. Dan sekarang kampanye ke arah Islam semakin meluas. Misal aja nih ada ODOJ dan sebagainya. Mungkin selain ODOJ masih ada lagi. Di satu sisi, saya senang dan mengapresiasi. Adanya MTQ yang rutin dilaksanakan pun sebenarnya menunjukkan harapan kaum Muslimin terhadap Islam masih ada. Tapi, Al Qur’an kan diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia. Namanya petunjuk berarti tidak hanya dibaca tapi juga diamalkan. Sayangnya, sekarang banyak aturan dari Al Qur’an yang belum dilaksanakan. Seperti contoh ekonomi. Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Tapi, faktanya sistem ekonomi hari ini ditopang oleh riba. Misal lagi, pembunuh yang membunuh dengan sengaja harus di qishash. Tapi, faktanya tidak diterapkan. Padahal, hukumnya sama wajibnya dengan puasa pada bulan Ramadhan. Contoh lain, laki-laki dan perempuan yang berzina harus dirajam atau dicambuk. Faktanya, banyak sekali yang sudah berzina tapi bebas-bebas saja berjalan dalam kehidupan ini padahal zina adalah dosa besar. Sama halnya dengan riba. Contoh lain, mengurusi jenazah adalah fardhu kifayah tapi banyak sekali jenazah yang tidak diurusi akibat tidak dikenali kerabatnya siapa atau tidak ada yang mau bertanggung jawab karena harus bayar macam-macam. Padahal, fardhu kifayah itu jika tidak ada yang melaksanakan maka seluruh kaum Muslimin berdosa. Di dalam Al Qur’an sendiri jelas terdapat seluruh aturan di seluruh aspek kehidupan. Mulai dari hubungan dengan Allah, diri sendiri sampai kenegaraan. Namun, saat ini kaum Muslimin masih belum banyak yang sadar bahwa Al Qur’an adalah solusi atas seluruh permasalahan.
Di dalam Al Qur’an juga Allah berfirman bahwa membuat hukum hanyalah hak Allah, tapi hari ini hukum dibuat oleh manusia. Sistem yang memperbolehkan hal itu bernama Demokrasi. Dan kaum Muslimin (masih) mengamininya. Maka wajar jika hari ini kaum Muslimin hanya mengambil Al Qur’an seluruhnya untuk dibaca. Sementara hukumnya yang seharusnya dijalankan secara kaffah hanya diambil sebagian-sebagian saja. Al Qur’an begitu diagungkan namun hanya sebatas bacaan. Setelah dibaca, ia disimpan di lemari dan tidak direnungi serta dijadikan acuan ketika ada masalah. Untuk masalah negeri ini, para pemimpin negeri ini sekalipun Muslim, mereka hampir tidak pernah melirik Al Qur’an untuk dijadikan solusi. Sungguh ironis. Padahal, mereka meyakini Al Qur’an berasal dari Allah.
Namun, ada orang-orang yang tidak ingin Al Qur’an hanya sekedar menjadi bacaan. Mereka ingin menerapkannya. Tapi, ternyata hal tersebut tidak mudah. Karena orang-orang tersebut justru dilarang oleh mereka yang setiap harinya membaca Al Qur’an. Ya, orang-orang yang mengagungkan Al Qur’an dengan membacanya setiap hari justru menghalangi orang yang ingin menerapkan isi Al Qur’an dalam kehidupan. Apakah orang yang membaca Al Qur’an itu bukan Muslim? Tentu saja tidak. Mereka Muslim. Dan tidak sedikit yang memiliki ilmu tentang Islam. Namun, mereka membenci orang yang ingin menerapkan Al Qur’an.
Saya sendiri juga heran. Kenapa membaca Al Qur’an yang sunnah mengalahkan penerapan Al Qur’an yang sudah jelas-jelas wajib? MTQ selalu diselenggarakan. Tetapi, ketika isi Al Qur’an ingin diterapkan di seluruh penjuru dunia, mereka ramai-ramai melarang. Sebegitu menyeramkannyakah hukum yang berasal dari Tuhan Semesta Alam? Ataukah memang ada pemikiran lain yang menyebabkan kaum Muslimin menjadi hipokrit?
Ya, Sekulerisme itu nyata kawan. Dan untuk membunuhnya, lawanlah dengan pemikiran yang menjadikan Allah tidak hanya Pencipta tetapi juga Pengatur. Tidak lain dan tidak bukan adalah Islam. Islam Kaffah. Bukan Islam moderat. Karena Islam tidak mengenal kata kompromi.
Allah SWT berfirman
“Hai orang-orang beriman, masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan dan janganlah ikut langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (Al Baqarah : 208)
So, tidak ada gunanya masih menerapkan Demokrasi yang hanya menjadikan Al Qur’an sebagai bahan bacaan tanpa penerapan. Saatnya mengganti dengan Khilafah, sistem pemerintahan yang diwariskan Rasulullah dan para Shahabat, yang menjadikan Al Qur’an dan as Sunnah sebagai pilarnya.

Wallahu ‘alam bi ash shawwaab
Shelter, May 10th 2014. H-20 menuju KIP.

Sunday, May 04, 2014

Potret Buram Pendidikan Indonesia

Setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai hari Pendidikan Nasional. Dulu, jaman SMA, tiap tanggal 2 Mei, pasti kelas saya jadi grup paduan suara untuk upacara tingkat Provinsi di kantor Gubernur. Kenapa? Karena sekolah saya yang paling dekat dengan kantor Gubernur haha :D Sayangnya, semua acara tersebut tidak lebih dari ceremonial belaka. Kenapa? Karena ternyata saat ini potret pendidikan di Indonesia belum menemukan titik cerahnya.
Dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa salah satu tujuan Negara ini adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Tapi, ternyata tujuan itu seperti pepatah jauh panggang dari api.
Seiring dengan berjalannya waktu saya banyak belajar dari kejadian yang terjadi di sekitar saya. Dulu, zaman saya SD-SMA, pendidikan masih terjangkau. Tapi, setelah saya masuk perguruan tinggi *padahal negeri* ternyata pendidikan tidak lagi menjadi kebutuhan primer tetapi tersier. Karena untuk sekolah itu perjuangannya luar biasa. Ngumpulin duit berjuta-juta. Mulai dari TK-kuliah. Miris sekali melihat banyak generasi muda yang harusnya duduk di bangku sekolah, tapi karena mereka tidak memiliki biaya maka berakhirlah semua impian mereka. Okelah ada beasiswa macam BOS atau Bidik Misi. Tapi, ternyata tidak semua orang *yang pantas menerima* bisa menikmatinya. Justru, orang yang sebenarnya mampu yang mendapatkan beasiswa untuk orang yang tidak mampu. Masya Allah. Ini namanya terlalu. Tapi, ini fakta. Pendidikan semakin lama semakin langka hingga muncul anekdot, “Orang miskin dilarang sekolah”. Dan ini pula yang menjadi salah satu lingkaran setan kemiskinan di negeri ini. Kenapa? Ketika ditanya, kenapa dia tidak bisa berobat? Dia miskin. Kenapa dia miskin? Tidak punya pekerjaan. Kenapa tidak punya pekerjaan? Tidak punya pendidikan. Kenapa tidak punya pendidikan? Karena dia miskin. Akan selalu seperti itu. Berputar di situ-situ saja. Seolah kemiskinan  adalah warisan dari orang tua. Semakin hari yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Memang di dunia ini takkan ada orang kaya saja, tapi kalo orang miskinnya itu beranak cucu, turun-temurun, itu namanya apa? Out of mind kan?
Belum lagi dari sisi output. Hari ini pendidikan mencetak generasi pragmatis bin materialistis. Karena memang masuknya saja mahal. Ini juga kali ya yang bikin orang korupsi. Kalo udah jadi wakil rakyat pada balik modal, karena pengorbanannya juga gak tanggung-tanggung. Sama kayak pendidikan hari ini. Dan yang paling parah akhirnya generasi ini gak ada lagi yang mikirin soal masa depan negerinya. Mereka sibuk ngejar mimpi-mimpi mereka sendiri. Bahkan mereka lebih bangga bekerja di perusahaan asing karena gajinya tinggi *padahal CEO-nya bisa puluhan kali lipat gajinya* dan imbasnya adalah generasi hari ini sangat susah diajak mikir permasalahan umat. Mereka bisanya kuliah, ngerjain laporan, tugas biar dapat IP perfect. Setelah itu kalo bosen, ikut ekskul yang having fun atau ikut dance cover, karaoke, dsb. Acara mahasiswa juga gak mencerminkan mahasiswa banget. Harusnya kalo mahasiswa itu penuh suasana panas forum-forum diskusi ilmiah, menelorkan ide untuk menyelesaikan permasalahan masyarakat. Tapi, hari ini justru sebaliknya. Jika pun ada forum-forum seperti itu, semua tidak lepas dari kepentingan-kepentingan kelompok tertentu tanpa sebuah tujuan jelas. Boro-boro mencerdaskan, yang ada malah menjerumuskan. Forum ideologis? Jangan ditanya. Jauh dari Allah? Biasa. Udah sampai tingkat parah generasi negeri yang katanya Zamrud Khatulistiwa ini.
Lalu, kenapa semua ini bisa terjadi? Ya, semua gak lepas dari atasnya. Apalagi kalo bukan kebijakan sistem yang diterapkan hari ini. Lewat kurikulum, pendidikan hari ini didesain super matre karena dalam sistem kapitalis, apa yang bisa dijual ya dijual termasuk jasa pendidikan. Saya juga sampai miris, ketika institusi pendidikan udah gak ada beda dengan convenient store macam Alfa Mart atau Indomaret. Padahal, pendidikan adalah ranah yang harusnya lebih mulia dari sekedar tempat berbelanja jasa pelayanan. Pendidikan adalah dunia dimana akan dicetak orang-orang yang membangun peradaban dunia. Pantas saja, kebijakan di negeri ini semua hasil dagang. Pendidikannya aja gitu. Wajar jika outputnya adalah orang-orang yang sangat oportunis. Asal ada manfaat materi, semua halal. Ya, sistem Demokrasi-Kapitalis yang diterapkan hari ini meniscayakan semua hal itu. Padahal, negeri ini dihuni hampir 60% oleh usia produktif termasuk anak-anak usia sekolah. Tidak hanya itu, negeri ini mayoritas Muslim, tapi justru kaum Muslimin di negeri ini bener-bener terpuruk. 11-12 sama kaum Muslimin di belahan dunia lainnya.
Sejak Khilafah –sistem pemerintahan Islam- runtuh pada tahun 1924 di Turki, keadaan kaum Muslimin sangat jauh dari kata “baik”. Lihat saja, penjajahan dihadapi dimana-mana, mulai dari fisik sampai penjajahan pemikiran lewat invasi politik dan budaya. Dan semua ini kerap datang melalui dunia pendidikan. Saya pun pernah menjadi korban. Apalagi saya juga berada di Fakultas Ilmu Budaya. Dan setiap hari saya melihat bagaimana kagumnya teman-teman saya terhadap budaya dari luar negeri. Tidak hanya fakultas saya, tapi juga semua fakultas mendambakan untuk bisa mengecap pendidikan di luar negeri. Tapi, setelah pulang mereka justru menjadi agen asing. Ya, beginilah kondisi kaum Muslimin tanpa Khilafah.
Sangat berbeda ketika Khilafah ada. Dalam Daulah Khilafah, pendidikan adalah salah satu dari 3 kebutuhan dasar manusia. Kebutuhan dasar yang juga harus dipenuhi selain kebutuhan pokok. Sehingga Negara wajib memenuhi kebutuhan dasar tersebut untuk seluruh warga Negara, baik Muslim maupun Non Muslim, baik miskin maupun kaya. Semua diperlakukan dengan cara yang sama. Pendidikan diberikan secara murah bahkan gratis kepada seluruh warga Negara. Sehingga tidak ada lagi orang yang berpikir bahwa pendidikan adalah alat untuk mencari uang. Tetapi sebaliknya, pendidikan adalah untuk mencerdaskan. Sehingga sejarah mencatat bahwa peradaban di bawah naungan Islam adalah peradaban yang agung dan mulia. Banyak ilmuwan dan para ahli yang lahir dari sistem pendidikan Islam di bawah naungan Khilafah, sehingga adalah sebuah kebodohan yang mengatakan bahwa Khilafah adalah utopia belaka. Justru Demokrasilah yang utopia. Demokrasilah Pemberi Harapan Palsu karena sejak diterapkan, Demokrasi tidak membawa perubahan apapun selain perubahan kepada kehancuran umat manusia.
Sudah saatnya berjuang bersama kelompok yang konsisten memperjuangkan tegaknya kembali Khilafah Rasyidah. Bukan untuk satu atau dua orang, pun untuk kelompok tertentu tapi untuk seluruh umat manusia. Saatnya ganti rezim, ganti sistem. Kick Democracy, struggle for Khilafah. Allahu Akbar!
Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Shelter, May 4th 2014. Teringat demo di depan rektorat hari Jumat.
Backsound : Trust in Allah by Saif Adam.

Friday, May 02, 2014

Hajimeyou!

Ketika kebenaran dikembalikan kepada persepsi masing-masing orang, tentu caranya akan berbeda-beda dan bisa jadi satu dengan yang lain akan saling menghabisi atas nama kebenaran yang diusung kepala masing-masing. 

Uchiha Madara ngebet banget pengen nguasain dunia untuk perdamaian dengan rencana Tsuki no Me. Tapi, dia gak nyadar kalo cara yang dia lakukan untuk mencapai perdamaian (versi kepalanya Madara) itu justru menimbulkan kekacauan dengan adanya Perang Dunia Shinobi IV.

Begitu juga dengan hari ini. Orang-orang senantiasa berkonotasi dengan hal-hal yang menurut perasaan mereka adalah baik. Seperti kata perdamaian. Konotasinya baik. Tapi, untuk mencapai hal itu digunakan cara yang merusak. Dengan penerapan Demokrasi yang justru membuat orang lain tanpa sadar merampas hak orang lainnya untuk mendapatkan kebebasannya sendiri.

Sayangnya, hidup ini bukan fantasy macam Naruto. Tapi, dalam cerita kehidupan selalu ada orang-orang seperti Madara dan Naruto. Orang yang niatnya baik tapi caranya salah. Dan orang yang memperjuangkan apa yang diyakininya untuk masa depan yang lebih baik dengan jalan yang benar. 

Dan kebenaran itu tidak mungkin datang dari tempat dimana perbedaan selalu ada. Ya, kebenaran tidak datang dari sisi manusia. Keberadaan hanya datang dari sisi Yang Maha Benar. Allah SWT. Dan karena keyakinan kita akan kebenaran itulah maka kita memilih untuk memperjuangkannya.


Saatnya memilih kebenaran bukan mencari pembenaran.

Finally, setelah sekian lama akhirnya bisa nulis lagi. And see, tulisannya bener-bener random :D Demo, daijoubu. Selama bisa menebar hikmah dan ibrah, gak masalah ^_^
Shelter, April 30th 2014. Malam Mayday.

Backsound : Goodbye to Onaji Kurai Thank You

Saturday, March 15, 2014

Blind Spot


Semua atlet profesional tentu memiliki pelatih. Bahkan, petinju sehebat Mohammad Ali sekalipun juga memiliki pelatih. Padahal jika mereka berdua disuruh bertanding jelas Mohammad Ali-lah yang akan memenangkan pertandingan tersebut.

Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Mohammad Ali butuh pelatih kalau jelas-jelas dia akan menang melawan pelatihnya? Kita harus tahu bahwa Mohammad Ali butuh pelatih bukan karena pelatihnya lebih hebat, namun karena ia butuh seseorang untuk melihat hal-hal yang..
"TIDAK DAPAT DIA LIHAT SENDIRI"

Hal yang tidak dapat kita lihat dengan mata sendiri itulah yang disebut dengan "BLIND SPOT" atau "TITIK BUTA".
Kita hanya bisa melihat "BLIND SPOT" tersebut dengan bantuan orang lain.

Dalam hidup, kita butuh seseorang untuk mengawal kehidupan kita, sekaligus untuk mengingatkan kita seandainya prioritas hidup kita mulai bergeser.

↣ Kita butuh orang lain
↷ Yang menasihati,
↷ Yang mengingatkan,
↷ Bahkan yang menegur jika kita mulai melakukan sesuatu yang keliru, Yang bahkan kita tidak pernah menyadari.

KERENDAHAN HATI kita
↷ Untuk menerima kritikan,
↷ Untuk menerima nasihat,
↷ Dan untuk menerima teguran itulah yang justru menyelamatkan kita.

Kita bukan manusia sempurna.
Biarkan orang lain menjadi "mata" kita di area 'Blind Spot' kita sehingga KITA BISA MELIHAT apa yang TIDAK BISA KITA LIHAT dengan pandangan diri kita sendiri. Semoga bermanfaat...

Copas dari Sosmed Teman

Friday, March 14, 2014

Cinta Ditolak, Akun FB Di-Hack

Saya aja gak percaya, tapi ini beneran. Judul di atas asli. Meskipun kelihatannya lebay bin alay. Trus, gimana ceritanya?
Dulu, Cinta Ditolak Dukun Bertindak. Kalo di jaman sosmed kayak gini ya seperti judul di atas. Haha, saya juga gak habis pikir. Padahal cerita itu udah lama. Ternyata dendamnya masih belum padam. Ceritanya, beberapa waktu lalu teman FB saya sempat kena hack sama seseorang yang ternyata dulu adalah teman sekolahnya waktu SMA. Motifnya dendam masa lalu. Haha, udah kayak beritain Buser aja :D Jadi si cowok dendam karena cintanya ditolak sama temen FB saya itu. Ya jelas aja, orang mbaknya udah paham Islam. Lagipula emang dianya juga gak ngaca. Cowok baik-baik gak bakalan ada yang sudi ngajak cewek yang dia suka untuk nyicipin maksiyat. Atau mungkin dia gak punya cermin kali ya buat ngaca? Ckckck… Hari gini? :D
Kalo saya boleh komen nih ya, peristiwa kayak gitu gak ujuk-ujuk ada. Semua emang karena ada sebuah sistem yang membuat kondisi jadi kacau-balau seperti hari ini. Atas nama cinta semua jadi legal. Termasuk ngobrak-ngabrik akun orang. Dan emang sih sekarang ini jaman dimana kebebasan menjadi sesembahan. Dipayungi oleh sebuah sistem bernama Demokrasi makin menjadilah kelakuan orang-orang hari ini. Mirisnya, mereka adalah Muslim.
Gitu deh realitas sistem Demokrasi dengan 4 pilar kebebasannya, yakni kebebasan berkeyakinan, kebebasan berperilaku, kebebasan berpendapat dan kebebasan berkepemilikan. Gak ada lagi tuh kata halal-haram. Yang penting bebasss. Dan di sinilah rusaknya Demokrasi. Karena keputusan itu berada di tangan manusia. Padahal, kenyataannya manusia itu lemah, terbatas, serba kurang dan membutuhkan yang lain. Tapi, dengan “sok tau”-nya manusia bikin aturan sendiri. Gak Cuma rusak, tapi juga merusak. Buktinya? Ya, kayak cowok tadi. Cinta ditolak bukannya introspeksi diri, eh malah nge-hack. Malu-maluin banget.
Ini Cuma sebagian kecil dari realitas rusak dan merusaknya sistem Demokrasi. Masih banyak lagi realitas lain yang bisa kita temukan di kehidupan kita masing-masing kalo kita mau untuk mencermati. So, Stop Demokrasi Rusak dan Merusak. Ganti dengan Khilafah. Allahu Akbar!
Khairunnisa, March 6th 2014. 01:27 PM.

Setelah beberapa waktu vakum nulis karena sibuk di tim propaganda jadi Pembantu Umum. Alhamdulillah bisa nulis lagi ^_^

Sunday, January 12, 2014

Jamal Harwood: dari pemeluk kristen yang taat menjadi pejuang Khilafah

Saya termasuk pemeluk Kristen yang taat sebelum menemukan Islam. Ketika saya masih berusia belasan tahun saya begitu tertarik mendalami ajaran Kristen. Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan serius mengenai hal-hal pokok agama Kristen seperti bagaimana peran banyak Nabi yang berbeda, siapa sebenarnya Isa. Saya pun mengalami kebingungan memahami trinitas, anak tuhan, dan lain-lain.
Itulah yang kemudian membuat saya mulai berpikir bahwa pada suatu saat, mungkin setelah menyelesaikan pendidikan, saya akan melakukan perjalanan dan mencari agama-agama lain di dunia. Saya berharap sepulangnya dari perjalanan itu saya akan memperoleh sesuatu yang lebih jelas dalam hal keimanan yang dapat menjawab semua pertanyaan saya itu dengan meyakinkan. Alhamdulillah, ketika usia saya sekitar 20 tahunan, saya bisa melakukan perjalanan dan melihat agama-agama lain dan hal ini menjadikan saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya memeluknya.
Saya pindah ke Inggris beberapa saat sebelum saya memeluk Islam. Sebelumnya saya tinggal di Kanada. Kaum Muslim yang saya temui di London, khususnya di Masjid Regents Park adalah orang-orang yang paling memberi pengaruh pada saya dan sangat membantu untuk menyarankan buku-buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Semuanya sangat bersahabat dan saya senantiasa masih dekat dengan mereka. Karena saya pernah tinggal di beberapa negara lain saat saya muda dan sering melakukan perjalanan, saya senantiasa senang jika bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, dengan agama dan kebudayaan yang berbeda.
Akhirnya saya memutuskan memeluk Islam pada 1986. Keputusan saya justru didukung oleh orangtua saya. Ketika itu mereka tinggal di negara lain, jadi kami tidak selalu bisa berhubungan. Tapi saya ingat dengan sangat jelas bahwa ayah saya sebelumnya pernah bekerja dengan orang-orang Muslim dan mengatakan bahwa Islam menekankan pada keluarga jadi dia bilang “Lanjutkan saja “.
Memang tidak mudah mengawali hal yang baru. Banyak tantangan. Mempelajari kewajiban-kewajiban dasar Islam itu perlu waktu. Apalagi saya tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang Islam berarti ada banyak hal yang harus saya pelajari. Tapi tidak ada yang terlalu sulit. Dan saya mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan sejak menjadi seorang Muslim yakni pergi haji tahun 1994 melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.
Setelah memeluk Islam, saya berbicara kepada saudara laki-laki maupun perempuan saya (semuanya Kristen) mengenai Islam kapanpun saya bisa. Beberapa saudara perempuan saya adalah orang-orang yang memegang teguh agama Kristen tapi kami tetap berhubungan baik, tidak ada kebencian, dan mereka suka anggota keluarga yang lain (yakni istri dan anak-anak saya) jadi hal ini sangat positif. Majalah Time pernah menampilkan suatu tulisan mengenai saya dan ketika itu sebagian besar anggota keluarga saya agak terkejut ketika mereka tahu bahwa saya aktif secara politik di Hizbut Tahrir, bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kekhawatirannya bahwa aktivitas politik saya itu bisa menyulitkan saya dengan adanya sentimen-sentimen anti Islam di banyak bagian dunia. Saya katakan pada mereka, “Senantiasa ada risiko atas segala sesuatu tapi lebih baik melakukan sesuatu dengan alasan yang baik daripada menunggu sesuatu terjadi pada Anda.”

Dakwah Bersama HT
Alhamdullillah, saya pertama kali bertemu beberapa anggota HT tahun 1988. Saya prihatin dengan banyaknya ketidakadilan dan kemunduran yang saya lihat di dunia Muslim. Betapa pentingnya gagasan ummah, tapi banyak yang memiliki sedikit pemahaman politik mengenai sebab-sebab kemunduran itu, disamping tidak memiliki solusi untuk mengatasi kemunduran itu. HT berbicara mengenai isu-isu itu dan memberikan solusi-solusi yang jelas.
Ketika saya mulai belajar di HT, saya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai Usul Fiqh, Ijtihad, dan Syariah, yang kesemuanya adalah penting dalam mengembangkan pemahaman saya mengenai Islam dan lebih baik dari apa yang sebelumnya saya baca dan pelajari. Buku-buku yang telah dikeluarkan partai adalah mengenai Sistem Islam, Konsep-konsep Hizbut Tahrir dan Struktur Partai adalah di antara buku-buku yang sangat bagus bagi yang ingin mendapatkan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar Islam dan keadaan umat pada saat ini. (mediaumat.com)


Saturday, July 13, 2013

Let’s MOVE ON

Saya gak tau ini jenis tulisan model apa. Mau dibilang artikel, gak memenuhi kriteria. Dan saya gak mau tulisan ini disebut tulisan curcol karena itu kelewat lebay buat saya *siapa juga yang nyebut. Kegeeran* Yah, apapun tulisannya minumnya teh botol sosro #eh Sebenarnya sih mau dikirim kemanaa gitu. Tapi, kayaknya gak ada yang mau nerima deh, saking kacaunya nih tulisan. Tapi gapapalah.. Sekedar pengen berbagi aja. Kali aja ada yang baca *ngarep

Daripada terus-menerus ngawur kita sudahi saja kekacauan ini *lu yang bikin kacau* Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan *jiaah, modelnya udah kayak orang mau khutbah jumat aja* 

Baiklah, seperti judulnya, saya ingin sedikit membahas tentang move on. Ngomong-ngomong soal move on nih, setiap orang pasti punya masa lalu, entah itu masa lalu yang menyenangkan untuk dikenang ataupun sebaliknya. Saya, Anda dan kita semua juga pasti punya yang namanya masa lalu. Kadang, masa lalu itu jadi obat untuk menapaki masa depan. Tapi, seringkali ia jadi racun karena terlalu disesali. Bahkan, kadang sudah diganti pun masih juga nyesel. Lucunya, seringkali kita selalu teringat dengan masa lalu yang kelam dan bikin kita jadi sulit move on. Contoh, takut jatuh cinta karena udah sering patah hati. Saking seringnya sampai udah gak ada lagi air mata yang menetes *alah, lebay* Tapi, ada episode lain tuh. Ada semboyan yang menyatakan, “Cinta Ditolak, Dukun Bertindak” *gubrakz* Atau takut ta’arufan karena udah seringkali berakhir di tengah jalan. Atau malah takut menikah karena trauma dengan tragedi dalam keluarga atau yang lebih tragis malah memilih suka sama yang sejenis biar gak sakit hati lagi *naudzubillah min dzalik deh sama yang kayak gitu* Nah, itu cuma beberapa cuplikan racun masa lalu yang bikin ogah move on. Dan itu juga menjangkiti kaum muslimin abad 21 ini. Saking putus asanya, mereka jadi apatis dan ogah untuk move on.

Saat ini, kaum muslimin dilanda musibah bertubi-tubi dari berbagai penjuru. Dari semua sisi pokoknya. Aqidah, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, pokoknya di semua sendi kehidupan. Kaum muslimin jadi yang paling bawah. Yang jelek-jelek semua ditujukan ke kaum muslimin. Ibaratnya, semua mata tertuju padamu tapi yang dilihat semua kekuranganmu saking parah banget dirimu *lebay lagi* Sebenarnya, hal itu bukan tanpa permulaan. Yah, ntar silahkan baca aja sendiri. Saya kasihtau judul bukunya tapi di belakang layar ya ^_^ *silahkan add fb saya atau follow twitter saya. Jiaaah -_-* Oke, lanjut. Nah, permasalahan kompleks yang menimpa kaum muslimin saat ini gak bisa disederhanain hanya konteks Indonesia aja. Karena pada faktanya, kaum muslimin itu gak terpisahkan meski sekarang negeri kaum muslimin terpecah-pecah menjadi lebih dari 50 negara. Semua bermula pada 28 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M. Hari itu adalah hari paling bersejarah sekaligus hari paling keramat di dunia Islam. Kenapa? Pasalnya, pada hari itu, jantung kekuatan politik-spiritual kaum Muslimin, Daulah Khilafah Islamiyah telah diruntuhkan oleh seorang Yahudi keturunan Inggris penganut Freemasonry bernama Mustafa Kemal *la’natullah alaih* Sejak saat itulah musibah datang menimpa kaum muslimin tanpa henti layaknya hujan duren eh hujan asam atau apalah namanya. Hingga detik saya menulis tulisan ini pun, kaum Muslimin masih saja belum keluar dari masalah. Di luar masih terdengar hiruk-pikuk akibat kenaikan harga BBM.Bahkan sebelum kenaikannya, di parlemen pun, hal itu masih jadi kontroversi. Pertanyaannya, sampai kapan mau kayak gini terus? Oke, semua sepakat bahwa sekarang kondisi sedang tidak baik-baik saja. Masalah terjadi dimana-mana dan solusinya hanya solusi tambal-sulam itupun solusi yang sudah basi dan saking basinya bau busuknya tercium sampai ke luar galaksi *ealaahh* Dan yang paling parah, masih mau aja ditawarin solusi yang sama. Sama orang yang sudah nyata-nyata menjajah pula *tepok jidat deh*

Lalu, dari arah yang lain datang suara-suara lantang menyerukan kebangkitan hakiki. Kebangkitan yang tidak hanya sekedar menawarkan BLT, BLSM atau apapun namanya. Kebangkitan yang bermuara pada yang satu. Bersatunya kaum Muslimin di seluruh dunia di bawah naungan Islam dengan penerapan aturan Islam secara sempurna dalam bingkai sebuah Negara bernama Khilafah. Seruan tersebut adalah seruan untuk mengganti sistem yang sudah sekarat ini. Seruan untuk kembali bersatu di bawah panji Rasulullah SAW. Tapi, ternyata tidak semua menyambut seruan itu. Meski sekarang sudah banyak yang menoleh ke arah sumber suara tersebut, tapi masih ada juga yang terpasung dalam jeruji masa lalu. Masa ketika hukum Islam melenceng dari manhaj kenabian. Akhirnya, muncullah suara-suara sumbang.

Apa mungkin, Khilafah bisa diterapkan di Indonesia? Kita kan bersuku-suku dan beragam alias multikultur.
Atau
Oke kalo mau menegakkan Khilafah. Tapi, Khilafah model dinasti mana yang mau ditegakkan?
Atau lagi
Apa sih yang kalian cari dengan melakukan pergerakan seperti itu? Emang bisa mengubah sistem tapi gak masuk dalam sistem (parlemen)?
Atau
Khilafah itu hanya impian orang-orang idealis saja. Khilafah itu mustahil, utopis.

Dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan miris yang bahkan keluar dari lisan seorang yang berpendidikan dan mereka muslim. Itulah jeruji masa lalu. Banyak diantara kaum Muslimin yang melihat Islam yang diterapkan di masa lalu hanya yang buruk-buruknya saja. Akhirnya mereka hampir tidak sudi untuk move on. Kaum Muslimin bahkan masih ada yang ridho dengan sistem kufur Demokrasi serta hukum thagut buah Kapitalisme-Sekuler yang dibuat oleh para penjajah ketimbang hukum yang berasal dari Rabb mereka, Rabb yang mereka percaya telah menciptakan mereka dan seluruh jagad raya ini.Maka, wajarlah jika Allah menegur kita dalam firmanNya :
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”.(QS. Ar Ruum [30] : 41)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman :
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
(QS. Thahaa [20] : 124)

Kesimpulannya, saat ini yang bermasalah gak hanya sekedar pemimpinnya tapi lebih parah dari itu.Sistemlah yang menjerumuskan orang-orang ke dalam kubangan lumpur kejahatan.Dan semua itu terjadi karena kaum Muslimin berlepas diri dari syariat Allah Yang Maha Sempurna.Karena itu, gak ada cara lain untuk keluar dari masalah ini selain kembali menerapkan aturan Allah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Masa lalu bukanlah untuk diratapi sehingga menjadi racun untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Masa lalu justru akan menjadi obat mujarab untuk menjalani masa depan yang lebih baik ketika ia dijadikan sebuah pelajaran. Dan sesungguhnya tegaknya kembali Khilafah bukanlah khayalan yang utopis tapi ia ada janji yang sudah ditetapkan oleh Allah dan bisyarah dari RasulNya.
Allah SWT berfirman :
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS. An Nuur [24] : 55)

Rasulullah SAW bersabda :
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”.(H.R. Ahmad)

So, let’s move on to create a brighter future with Khilafah! Allahu Akbar!



Sunday, April 28, 2013

Introduction to Atha Abu Ar-Rasythah, Amir Hizbut Tahrir Saat Ini

Postingan ini tidak dimaksudkan karena asshobiyah atau apapun. Postingan ini untuk memperkenalkan seseorang yang bagi saya pribadi adalah sosok inspiratif. Selain itu, sebagai salah seorang yang belajar di Hizbut Tahrir, postingan ini saya tujukan untuk siapa saja yang ingin mengetahui siapa pemimpin Hizbut Tahrir.


Pada tanggal 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, ketua Diwan Mazhalim Hizbut Tahrir mengumumkan pemilihan آlim al-Ushûl (Ahli Ushul Fikih) ‘Atha Abu ar-Rasytah-Abu Yasin sebagai amir Hizbut Tahrir. Melalui kepemimpinannya, beliau adalah seorang yang sangat diharapkan dapat membawa Hizbut Tahrir untuk meraih pertolongan Allah Swt. Hal itu karena beliau memiliki perhatian yang luar biasa terhadap dakwah. Beliau juga melakukan manajemen baik atas aktivitas dakwah dan pemanfaatan potensi para syabab dengan seoptimal mungkin.

Riwayat Hidup
Beliau adalah ‘Atha bin Khalil bin Ahmad bin Abdul Qadir al-Khathib Abu ar-Rasytah. Menurut informasi yang paling kuat, beliau dilahirkan pada tahun 1362 H atau 1943 M. Beliau berasal dari keluarga dengan tingkat keberagamaan seperti masyarakat umum. Beliau dilahirkan di kampung kecil Ra’na, termasuk wilayah Provinsi al-Khalil di negeri Palestina.Ketika masih kecil, beliau menyaksikan dan merasakan bencana atas Palestina dan pencaplokan Yahudi atas Palestina pada tahun 1948 M, dengan dukungan Inggris dan pengkhinatan para penguasa Arab. Kemudian beliau dan keluarganya berpindah ke kamp para pengungsi di dekat al-Khalil.
Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di kamp pengungsian. Lalu beliau menyelesaikan pendidikan SMU dan memperoleh ijazah Tsanawiyah al-Ula (menurut jenjang di Yordania) dari Madrasah al-Husain bin Ali ats-Tsanawiyah di al-Khalil pada tahun 1959 M. Kemudian beliau memperoleh ijazah ats-Tsanawiyah al-Amah (menurut panduan sistem pendidikan Mesir) pada tahun 1960 di Madrasah al-Ibrahimiyah di al-Quds asy-Syarif. Setelah itu, beliau bergabung dengan Universitas Kairo Fakultas Teknik pada tahun pelajaran 1960-1961 M. Beliau memperoleh ijazah insinyur dalam bidang teknik sipil dari Universitas Kairo pada tahun 1966 M.Setelah lulus dari Kairo, beliau bekerja sebagai insinyur di beberapa negara Arab. Beliau memiliki karya dalam bidang teknik sipil, yaitu Al-Wasîth fî Hisâb al-Kamiyât wa Murâqabah al-Mabânî wa ath-Thuruq (Metode Penghitungan Kuantitatif dan Monitoring Bangunan dan Jalan). 
Beliau bergabung ke dalam Hizbut Tahrir semasa pendidikan menengah sekitar pertengahan tahun lima puluhan. Dalam perjuangan di jalan Allah, beliau pernah dipenjara beberapa kali di penjara-penjara para penguasa zalim. Beliau terus menjadi pengemban dakwah dalam barisan Hizbut Tahrir dalam seluruh tingkatan organisasi dan administrasi: sebagai dâris, anggota, musyrif, nâqib mahaliyah, anggota wilâyah, mu’tamad, juru bicara resmi, dan anggota maktab al-amir.Sejak 11 Shafar 1424 H atau 13 April 2003 M, atas izin Allah, beliau terpilih untuk memikul tampuk kepemimpinan Hizbut Tahrir. Beliau senantiasa memohon kepada Allah agar memberikan pertolongan kepadanya untuk mengemban amanah besar tersebut.
Beberapa karyanya dalam bidang keislaman adalah sebagai berikut:
1. Tafsir surah al-Baqarah dengan judul, At-Taysîr fî Ushûl at-Tafsîr: Sûrah al-Baqarah (Pokok-Pokok Tafsir Praktis–Surat al-Baqarah.
2. Kajian beliau dalam bidang Ushul Fikih, yaitu Taysîr al-Wushûl ilâ al-Ushûl (Cara Mudah untuk Menguasai Ushul Fikih).
3. Sejumlah boklet:
a. Al-Azmât al-Iqtishâdiyah: Wâqi‘uhâ wa Mu‘âlajâtuhâ min Wijhah Nazhari al-Islâm (Krisis Ekonomi: Realita dan Solusinya Menurut Pandangan Islam).b. Al-Ghazwah ash-Shalîbiyah al-Jadîdah fî al-Jazîrah wa al-Khalîj (Perang Salib Baru di Jazirah Arab dan Teluk).c. Siyâsah at-Tashnî’ wa Binâ’ ad-Dawlah Shinâ’iyan (Politik Industrialisasi dan Pembangunan Negara Industri).Hizbut Tahrir pada masanya hingga sekarang telah mengeluarkan sejumlah buku, antara lain:
1. Min Muqâwimât an-Nafsiyah al-Islâmiyah (Pilar-Pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah).2. Qadhâyâ Siyâsiyah Bilâd al-Muslimîn al-Muhtallah (Masalah-Masalah Politik–Negeri-Negeri Kaum Muslim yang Terjajah).3. Revisi dan perluasan atas buku Mafâhîm Siyâsiyah li Hizb at-Tahrîr (Konsepsi-Konsepsi Politik Hizbut Tahrir).4. Ajhizah ad-Dawlah al-Khilâfah fî al-Hukm wa al-Idârah (Struktur Negara Khilafah–Pemerintahan dan Administrasi)5. Revisi dan penyempurnaan atas Masyrû’ ad-Dustûr Dawlah al-Khilâfah (Rancangan Konstitusi Daulah al-Khilafah); dikeluarkan pada tahun 2006.Beliau senantiasa memohon kepada Allah Swt. pertolongan dan bantuan untuk melaksanakan amanah dakwah menurut arahan yang dicintai oleh-Nya dan Rasul-Nya saw. Beliau juga senantiasa memohon kepada Allah Swt. agar membukakan melalui kedua tangannya jalan berdirinya Daulah Khilafah Rasyidah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar dan Memenuhi Doa.
Di antara aktivitas brilian dan sangat menarik perhatian pada masanya adalah, bahwa Hizb pada tanggal 28 Rajab 1426 H atau 2 September 2005 M menyampaikan seruan kepada kaum Muslim berkaitan dengan aktivitas untuk mengingatkan bencana besar berupa hancurnya Khilafah 84 tahun sebelum seruan tersebut dikumandangkan. Hizbut Tahrir telah mengumandangkan seruan itu kepada kaum Muslim setelah shalat Jumat pada hari itu dimulai dari Indonesia dengan berbagai kotanya di sebelah timur hingga Maroko di tepian lautan Atlantik di sebelah barat. Seruan itu telah memberikan pengaruh yang sangat baik. Demikian pula sejumlah aktivitas Hizb dalam menggemakan seruan kebenaran di berbagai konferensi, di berbagai medan aktivitasnya dan berbagai forum yang diselenggarakannya. Dalam tiga tahun masa kepemimpinannya, Hizb sekarang telah dipenuhi dengan kebaikan.
Kami memohon kepada Allah Swt. agar semakin memperluas dan menambah kebaikan itu, sebagaimana berita gembira pertolongan dan kemenangan telah mulai bergema atas seizin Allah Swt. kepada Hizb bersama amir Hizb saat ini. Hal itu semakin membentangkan harapan akan terealisasinya masa ini sebagai masa terealisasinya pertolongan dan kemenangan atas izin Allah Swt.
Di antara hal yang tampak menonjol dalam diri amir Hizb sekarang adalah kewaraannya dan kuatnya beliau berpegang pada syariah; juga keteguhan dan keilmuannya. Beliau telah mengambil manfaat besar dari berbagai posisi penanggung jawab berbeda yang pernah beliau emban dalam menejemen aktivitas Hizb, khususnya posisi sebagai juru bicara resmi, muktamad, dan anggota maktab amir terdahulu. Hal itu menjadikannya dapat memimpin Hizb. Beliau betul-betul mengetahui tugas, monitoring dan aktivitas yang dituntut setiap posisi penanggung jawab. Oleh karena itu, para syabab Hizb seakan dapat melihat amir mereka ada bersama mereka, memimpin mereka hingga dalam masalah rinci. Hal ini menjadikannya dapat memanfaatkan kemampuan para syabab dengan pemanfaatan paling optimal.
****
Demikianlah, dari Masjid al-Aqsha yang diberkahi, telah diumumkan bertolaknya aktivitas Hizbut Tahrir pada awal tahun 50-an abad yang lalu. Hizbut Tahrir telah menggariskan target utama, yakni mendirikan Khilafah Rasyidah. Al-’Alim al-‘’Allâmah Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani rahimahullâh terus memegang tampuk kepemimpinan Hizb hingga ketika beliau wafat setelah sekitar 25 tahun kepemimpinan beliau atas Hizb.
Setelah itu al-’Alim al-Kabîr Syaikh Abdul Qadim Zallum memegang kepemimpinan Hizb sejak tahun 1977 M. Aktivitas Hizb pada masanya menjadi besar karena bertambah banyaknya jumlah anggota Hizb. Tangan Hizb juga meluas mencapai banyak negara di dunia. Hizb berhasil mengorganisasi dan menghimpun ribuan syabab Muslim. Syaikh Abdul Qadim Zallum rahimahullâh wafat dalam usia lebih dari 80 tahun setelah beliau memegang tampuk kepemimpinan Hizb sekitar 25 tahun.
Setelah beliau, sejak tahun 2003 M kepemimpinan Hizb dipegang oleh salah seorang ulama Hizb yang paling menonjol, seorang ahli ushul fikih, yaitu ‘Atha Abu ar-Rasytah, untuk membawa Hizb bertolak dengan kuat, beraktivitas untuk memetik buah dari tanaman yang telah ditanam, dipelihara dan dibesarkan pada masa dua orang syaikh sebelumnya. Alangkah baiknya apa yang ditambahkan beliau terhadap tanaman yang telah tumbuh dengan baik setelah kepemimpinan dua orang syaikh rahima-humâllâh.
Ungkapan paling indah yang bisa dikatakan tentang kepemimpinan ketiga amir Hizb adalah ungkapan yang sangat baik yang diungkapan oleh salah seorang syabab Hizb: Mereka adalah tiga orang amir. Di tangan mereka Allah Swt. telah dan akan menyempurnakan tiga perkara: tiga orang amir yang menyempurnakan tiga periode:
  • Periode pendirian dan pembentukan kelompok politik.
  • Periode aktivasi dan pengumuman.
  • Periode meraih kemenangan dan dengan izin Allah Swt. pertolongan dan kemenangan akan terealisasi.

Amin.

source : http://hizbut-tahrir.or.id/2013/04/08/atha-abu-ar-rasythah-amir-hizbut-tahrir-saat-ini/