Saturday, July 13, 2013

Let’s MOVE ON

Saya gak tau ini jenis tulisan model apa. Mau dibilang artikel, gak memenuhi kriteria. Dan saya gak mau tulisan ini disebut tulisan curcol karena itu kelewat lebay buat saya *siapa juga yang nyebut. Kegeeran* Yah, apapun tulisannya minumnya teh botol sosro #eh Sebenarnya sih mau dikirim kemanaa gitu. Tapi, kayaknya gak ada yang mau nerima deh, saking kacaunya nih tulisan. Tapi gapapalah.. Sekedar pengen berbagi aja. Kali aja ada yang baca *ngarep

Daripada terus-menerus ngawur kita sudahi saja kekacauan ini *lu yang bikin kacau* Dalam kesempatan yang berbahagia ini, saya ingin menyampaikan *jiaah, modelnya udah kayak orang mau khutbah jumat aja* 

Baiklah, seperti judulnya, saya ingin sedikit membahas tentang move on. Ngomong-ngomong soal move on nih, setiap orang pasti punya masa lalu, entah itu masa lalu yang menyenangkan untuk dikenang ataupun sebaliknya. Saya, Anda dan kita semua juga pasti punya yang namanya masa lalu. Kadang, masa lalu itu jadi obat untuk menapaki masa depan. Tapi, seringkali ia jadi racun karena terlalu disesali. Bahkan, kadang sudah diganti pun masih juga nyesel. Lucunya, seringkali kita selalu teringat dengan masa lalu yang kelam dan bikin kita jadi sulit move on. Contoh, takut jatuh cinta karena udah sering patah hati. Saking seringnya sampai udah gak ada lagi air mata yang menetes *alah, lebay* Tapi, ada episode lain tuh. Ada semboyan yang menyatakan, “Cinta Ditolak, Dukun Bertindak” *gubrakz* Atau takut ta’arufan karena udah seringkali berakhir di tengah jalan. Atau malah takut menikah karena trauma dengan tragedi dalam keluarga atau yang lebih tragis malah memilih suka sama yang sejenis biar gak sakit hati lagi *naudzubillah min dzalik deh sama yang kayak gitu* Nah, itu cuma beberapa cuplikan racun masa lalu yang bikin ogah move on. Dan itu juga menjangkiti kaum muslimin abad 21 ini. Saking putus asanya, mereka jadi apatis dan ogah untuk move on.

Saat ini, kaum muslimin dilanda musibah bertubi-tubi dari berbagai penjuru. Dari semua sisi pokoknya. Aqidah, ekonomi, politik, sosial, budaya, pendidikan, pokoknya di semua sendi kehidupan. Kaum muslimin jadi yang paling bawah. Yang jelek-jelek semua ditujukan ke kaum muslimin. Ibaratnya, semua mata tertuju padamu tapi yang dilihat semua kekuranganmu saking parah banget dirimu *lebay lagi* Sebenarnya, hal itu bukan tanpa permulaan. Yah, ntar silahkan baca aja sendiri. Saya kasihtau judul bukunya tapi di belakang layar ya ^_^ *silahkan add fb saya atau follow twitter saya. Jiaaah -_-* Oke, lanjut. Nah, permasalahan kompleks yang menimpa kaum muslimin saat ini gak bisa disederhanain hanya konteks Indonesia aja. Karena pada faktanya, kaum muslimin itu gak terpisahkan meski sekarang negeri kaum muslimin terpecah-pecah menjadi lebih dari 50 negara. Semua bermula pada 28 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M. Hari itu adalah hari paling bersejarah sekaligus hari paling keramat di dunia Islam. Kenapa? Pasalnya, pada hari itu, jantung kekuatan politik-spiritual kaum Muslimin, Daulah Khilafah Islamiyah telah diruntuhkan oleh seorang Yahudi keturunan Inggris penganut Freemasonry bernama Mustafa Kemal *la’natullah alaih* Sejak saat itulah musibah datang menimpa kaum muslimin tanpa henti layaknya hujan duren eh hujan asam atau apalah namanya. Hingga detik saya menulis tulisan ini pun, kaum Muslimin masih saja belum keluar dari masalah. Di luar masih terdengar hiruk-pikuk akibat kenaikan harga BBM.Bahkan sebelum kenaikannya, di parlemen pun, hal itu masih jadi kontroversi. Pertanyaannya, sampai kapan mau kayak gini terus? Oke, semua sepakat bahwa sekarang kondisi sedang tidak baik-baik saja. Masalah terjadi dimana-mana dan solusinya hanya solusi tambal-sulam itupun solusi yang sudah basi dan saking basinya bau busuknya tercium sampai ke luar galaksi *ealaahh* Dan yang paling parah, masih mau aja ditawarin solusi yang sama. Sama orang yang sudah nyata-nyata menjajah pula *tepok jidat deh*

Lalu, dari arah yang lain datang suara-suara lantang menyerukan kebangkitan hakiki. Kebangkitan yang tidak hanya sekedar menawarkan BLT, BLSM atau apapun namanya. Kebangkitan yang bermuara pada yang satu. Bersatunya kaum Muslimin di seluruh dunia di bawah naungan Islam dengan penerapan aturan Islam secara sempurna dalam bingkai sebuah Negara bernama Khilafah. Seruan tersebut adalah seruan untuk mengganti sistem yang sudah sekarat ini. Seruan untuk kembali bersatu di bawah panji Rasulullah SAW. Tapi, ternyata tidak semua menyambut seruan itu. Meski sekarang sudah banyak yang menoleh ke arah sumber suara tersebut, tapi masih ada juga yang terpasung dalam jeruji masa lalu. Masa ketika hukum Islam melenceng dari manhaj kenabian. Akhirnya, muncullah suara-suara sumbang.

Apa mungkin, Khilafah bisa diterapkan di Indonesia? Kita kan bersuku-suku dan beragam alias multikultur.
Atau
Oke kalo mau menegakkan Khilafah. Tapi, Khilafah model dinasti mana yang mau ditegakkan?
Atau lagi
Apa sih yang kalian cari dengan melakukan pergerakan seperti itu? Emang bisa mengubah sistem tapi gak masuk dalam sistem (parlemen)?
Atau
Khilafah itu hanya impian orang-orang idealis saja. Khilafah itu mustahil, utopis.

Dan masih banyak lagi pernyataan-pernyataan miris yang bahkan keluar dari lisan seorang yang berpendidikan dan mereka muslim. Itulah jeruji masa lalu. Banyak diantara kaum Muslimin yang melihat Islam yang diterapkan di masa lalu hanya yang buruk-buruknya saja. Akhirnya mereka hampir tidak sudi untuk move on. Kaum Muslimin bahkan masih ada yang ridho dengan sistem kufur Demokrasi serta hukum thagut buah Kapitalisme-Sekuler yang dibuat oleh para penjajah ketimbang hukum yang berasal dari Rabb mereka, Rabb yang mereka percaya telah menciptakan mereka dan seluruh jagad raya ini.Maka, wajarlah jika Allah menegur kita dalam firmanNya :
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar”.(QS. Ar Ruum [30] : 41)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman :
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta”.
(QS. Thahaa [20] : 124)

Kesimpulannya, saat ini yang bermasalah gak hanya sekedar pemimpinnya tapi lebih parah dari itu.Sistemlah yang menjerumuskan orang-orang ke dalam kubangan lumpur kejahatan.Dan semua itu terjadi karena kaum Muslimin berlepas diri dari syariat Allah Yang Maha Sempurna.Karena itu, gak ada cara lain untuk keluar dari masalah ini selain kembali menerapkan aturan Allah dalam bingkai Daulah Khilafah Islamiyah. Masa lalu bukanlah untuk diratapi sehingga menjadi racun untuk melangkah ke masa depan yang lebih baik. Masa lalu justru akan menjadi obat mujarab untuk menjalani masa depan yang lebih baik ketika ia dijadikan sebuah pelajaran. Dan sesungguhnya tegaknya kembali Khilafah bukanlah khayalan yang utopis tapi ia ada janji yang sudah ditetapkan oleh Allah dan bisyarah dari RasulNya.
Allah SWT berfirman :
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik” (QS. An Nuur [24] : 55)

Rasulullah SAW bersabda :
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”.(H.R. Ahmad)

So, let’s move on to create a brighter future with Khilafah! Allahu Akbar!



No comments:

Post a Comment