Saya termasuk pemeluk Kristen yang taat sebelum menemukan Islam. Ketika saya
masih berusia belasan tahun saya begitu tertarik mendalami ajaran Kristen.
Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan serius mengenai hal-hal pokok agama
Kristen seperti bagaimana peran banyak Nabi yang berbeda, siapa sebenarnya Isa.
Saya pun mengalami kebingungan memahami trinitas, anak tuhan, dan lain-lain.
Itulah yang kemudian membuat saya mulai berpikir
bahwa pada suatu saat, mungkin setelah menyelesaikan pendidikan, saya akan
melakukan perjalanan dan mencari agama-agama lain di dunia. Saya berharap
sepulangnya dari perjalanan itu saya akan memperoleh sesuatu yang lebih jelas
dalam hal keimanan yang dapat menjawab semua pertanyaan saya itu dengan
meyakinkan. Alhamdulillah, ketika usia saya sekitar 20 tahunan, saya bisa
melakukan perjalanan dan melihat agama-agama lain dan hal ini menjadikan saya
mulai mempelajari Islam dan akhirnya memeluknya.
Saya pindah ke Inggris beberapa saat sebelum saya
memeluk Islam. Sebelumnya saya tinggal di Kanada. Kaum Muslim yang saya temui
di London, khususnya di Masjid Regents Park adalah orang-orang yang paling
memberi pengaruh pada saya dan sangat membantu untuk menyarankan buku-buku
untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Semuanya sangat
bersahabat dan saya senantiasa masih dekat dengan mereka. Karena saya pernah
tinggal di beberapa negara lain saat saya muda dan sering melakukan perjalanan,
saya senantiasa senang jika bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain,
dengan agama dan kebudayaan yang berbeda.
Akhirnya saya memutuskan memeluk Islam pada 1986.
Keputusan saya justru didukung oleh orangtua saya. Ketika itu mereka tinggal di
negara lain, jadi kami tidak selalu bisa berhubungan. Tapi saya ingat dengan
sangat jelas bahwa ayah saya sebelumnya pernah bekerja dengan orang-orang
Muslim dan mengatakan bahwa Islam menekankan pada keluarga jadi dia bilang “Lanjutkan
saja “.
Memang tidak mudah mengawali hal yang baru. Banyak
tantangan. Mempelajari kewajiban-kewajiban dasar Islam itu perlu waktu. Apalagi
saya tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang Islam berarti ada banyak
hal yang harus saya pelajari. Tapi tidak ada yang terlalu sulit. Dan saya
mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan sejak menjadi seorang Muslim yakni
pergi haji tahun 1994 melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.
Setelah memeluk Islam, saya berbicara kepada saudara
laki-laki maupun perempuan saya (semuanya Kristen) mengenai Islam kapanpun saya
bisa. Beberapa saudara perempuan saya adalah orang-orang yang memegang teguh
agama Kristen tapi kami tetap berhubungan baik, tidak ada kebencian, dan mereka
suka anggota keluarga yang lain (yakni istri dan anak-anak saya) jadi hal ini
sangat positif. Majalah Time pernah menampilkan suatu tulisan mengenai saya dan
ketika itu sebagian besar anggota keluarga saya agak terkejut ketika mereka
tahu bahwa saya aktif secara politik di Hizbut Tahrir, bahkan sebagian dari
mereka menunjukkan kekhawatirannya bahwa aktivitas politik saya itu bisa
menyulitkan saya dengan adanya sentimen-sentimen anti Islam di banyak bagian
dunia. Saya katakan pada mereka, “Senantiasa ada risiko atas segala sesuatu
tapi lebih baik melakukan sesuatu dengan alasan yang baik daripada menunggu
sesuatu terjadi pada Anda.”
Dakwah Bersama HT
Alhamdullillah, saya pertama kali bertemu beberapa
anggota HT tahun 1988. Saya prihatin dengan banyaknya ketidakadilan dan
kemunduran yang saya lihat di dunia Muslim. Betapa pentingnya gagasan ummah,
tapi banyak yang memiliki sedikit pemahaman politik mengenai sebab-sebab
kemunduran itu, disamping tidak memiliki solusi untuk mengatasi kemunduran itu.
HT berbicara mengenai isu-isu itu dan memberikan solusi-solusi yang jelas.
Ketika saya mulai belajar di HT, saya memiliki
pemahaman yang lebih baik mengenai Usul Fiqh, Ijtihad, dan Syariah, yang
kesemuanya adalah penting dalam mengembangkan pemahaman saya mengenai Islam dan
lebih baik dari apa yang sebelumnya saya baca dan pelajari. Buku-buku yang
telah dikeluarkan partai adalah mengenai Sistem Islam, Konsep-konsep Hizbut
Tahrir dan Struktur Partai adalah di antara buku-buku yang sangat bagus bagi
yang ingin mendapatkan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar Islam dan
keadaan umat pada saat ini. (mediaumat.com)
No comments:
Post a Comment