Di
penghujung bulan Desember yang penuh romansa. Yang menandai akhir perjalanan anak
manusia sekaligus pembuka gerbang hidup yang baru dalam lembaran catatan
perjalanan mereka. Haha, ini kisah saya bersama keempat teman halqoh saya.
Hari
itu rencananya kami akan mengkhatamkan kitab nafsiyah sebelum kami menapaki
sebuah lembaran baru dalam dakwah. Namun, karena hari itu musyrifah kami terlambat datang, halqoh akhirnya dilanjutkan
besoknya.
Sebelum
itu, kami menyempatkan untuk bercengkrama sambil mengambil gambar sebagai
kenang-kenangan. Pasalnya, dua dari empat teman halqoh saya akan kembali ke
kampung halaman masing-masing. Yang satu kembali ke daerah yang sama dengan
daerah asal saya, yang satu lagi kembali ke Negara asalnya, Vietnam.
Hujan
mengiringi tawa kami sore itu. Dan mungkin dalam hati berpikir tentang
perpisahan yang pasti terjadi. Ya, salah satu warna dakwah kampus adalah ketika
sudah selesai masa studi di kampus. Mau kemana lagi? Jika tidak melanjutkan
studi berarti kembali ke kampung halaman. Saat itulah semua terasa bermakna
meskipun kebersamaan yang kami bangun sudah berada di penghujung pertemuan.
Tapi, kenangan itu selalu manis untuk diingat.
Ya,
ngomong-ngomong soal empat teman halqoh saya. Baiklah akan saya perkenalkan.
Yang paling pertama pulang kampung namanya Mbak Endang. Beliau jurusan Farmasi
Fakultas Kedokteran. Beliau dulu adalah kakak kelas saya meskipun kami tidak
satu SMA, tetapi kami berada di organisasi yang sama, yakni organisasi yang
membawahi Lembaga Kerohanian Islam untuk sekolah. Mungkin kalo sekarang setara
dengan BKLDK atau FSLDK. Beliau adalah orang yang rame dan suka bercanda.
Beliau juga suka yang berbau Asia Timur, kayak Jepang dan Korea. Ditambah lagi
beliau suka menulis dan tulisannya gokil. Lumayan buat ngencerin dahak *eh buat
refreshing.
Kedua,
che Lyn. Beliau adalah mahasiswi internasional dari Vietnam. Beliau jurusan
Teknologi Industri Pertanian. Che Lyn termasuk salah satu orang ajaib yang saya
temui di kampus hehe. Beliau suka travelling dan wisata kuliner. Beliau juga
rame, periang dan asik buat di-bully
haha *peace che Lyn* Dan Che Lyn adalah tempat nebeng saya kalo berangkat halqoh atau berangkat kemana-mana hehe.
Ketiga,
Mbak Esti. Beliau adalah dosen Teknik Elektro lulusan ITS. Beliau dewasa banget
orangnya. Mungkin karena gaulnya sama dosen-dosen kali ya? Haha. Beda banget
sama Che Lyn yang mahasiswa banget gayanya. Kalo mbak Esti tuh anggun dan
berwibawa. Beliau juga baik banget. Kalo halqohnya mepet sama kuliah saya,
pasti saya nebengnya sama beliau. Tapi sebenarnya mbak Esti juga rame lho, asik
diajak bercanda haha :D
Keempat,
Muthi. Muthi adalah adik kelas saya. Dua tingkat di bawah saya. Seangkatan sama
adek saya. Dia satu fakultas sama Che Lyn tapi jurusannya beda. Kalo Muthi
jurusan Teknologi Hasil Pangan. Karena Muthi juga saya kenal sama Fitri, teman
virtual saya yang dulunya teman halqoh Muthi di Bogor. Muthi anaknya keren kalo
saya bilang. Soalnya untuk anak baru dia termasuk yang militan. Semangat
dakwahnya oke meskipun kadang di kampus juga rada adem soal bara dakwah, tapi
dia termasuk yang membuka kunci membesarnya dakwah di Fakultas Teknologi
Pertanian. Muda, bersemangat dan militan. Yah gak heran sih soalnya itu didikan
dari keluarganya juga. Hehe dan karena ada Muthi saya gak jadi yang paling
bontot lagi deh :D
Semoga
kebersamaan yang singkat ini dapat dikenang sebagai pelajaran nantinya, yang
bisa dibagi ke adik-adik binaan, teman-teman seperjuangan yang lain dan mungkin
ke anak cucu nantinya.
Uhibbukum
fillah ukhti :D
Khairunnisa,
January 9th 2014. 10:29. Bersiap rehat.
No comments:
Post a Comment