Ide nulis tentang ini
nyangkut di kepala saya karena hari ini ada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW
di kompleks tempat saya tinggal. Tapi, karena saya gak mau nulis dengan judul
apa, jadilah judulnya gak menarik. Hehe, kapan-kapan kalo saya udah nemu judul yang
pas, judulnya bakalan saya ganti *halah, apaan sih?*
Ya, ngomong-ngomong soal Rasulullah SAW., setiap tahun
orang-orang, khususnya di Indonesia memperingati hari kelahiran beliau, setiap
tanggal 12 Rabiul Awal. Sampai dijadiin hari libur khusus juga. Di hari itu
semua bersuka cita dan mengerahkan segala tenaga untuk mengingat beliau. Yup,
mulai hari lahirnya sampai bagaimana beliau berhasil menyebarkan agama Islam
sampai ke seluruh penjuru dunia. Tapi… Ada “tapi” di sini. Kenapa? Haha, saya
juga bertanya-tanya pemirsah. Karena ternyata Maulid Nabi SAW hanya diperingati
secara ceremonial atau memorial semata. Setelah itu hilang entah kemana. Dan ada
beberapa hal yang dilupakan dari Rasulullah SAW. Saya juga baru ngerti setelah
saya mengkaji Islam kaffah di sebuah partai politik internasional. Kalo gak,
sampai detik ini saya hanya akan menganggap Rasulullah sebagai sosok individu
seperti Nabi-nabi yang lain atau mungkin *naudzubillah* hanya seperti Sidharta
Gautama.
Buat saya pribadi, luasnya langit dan samudera gak akan
mampu menggambarkan kepribadian agung seorang Rasul pilihan, Muhammad SAW. Bukan
hanya karena saking nge-fansnya saya sama beliau. Tapi, emang kenyataannya
Rasulullah itu outstanding. Di atas
keren deh pokoknya. Wajar kalo sahabat-sahabat beliau juga luar biasa. Siapa
dulu gurunya? Haha, gak lucu kalo kita yang paham Islam tapi gak bisa mengubah
orang-orang di sekitar kita minimal kayak kita *nabok diri sendiri*
Sayang sejuta sayang, peringatan hari kelahiran
Rasulullah SAW hanya sekedar nostalgia. Rasulullah hanya dilihat dari sisi
individu beliau tanpa memperhatikan bagaimana interaksi beliau di masyarakat. Seluruh
kaum Muslimin gak mungkin lupa kalo Rasulullah SAW datang dengan sebuah risalah
yang sudah disempurnakan oleh Sang Pemilik Semesta. Ya, risalah itu adalah
Islam. Risalah yang diperuntukkan bagi seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Risalah
yang dikatakan sebagai rahmat bagi seluruh alam. Maka dari sini jelas, Islam
itu bukan hanya sekedar agama. Tapi lebih dari itu. Islam adalah way of life. Islam adalah mabda’ (ideologi). Ini yang mungkin
sering terlupa. Islam dikerdilkan hanya sebatas ritual dan perkara individu
semata. Padahal, Rasulullah dulu mengajarkan Islam dari A-Z. Dari bangun tidur
sampai tidur lagi. Bahkan luar biasanya lagi, Islam punya konsep tentang
Negara. Islam punya sistem pemerintahan yang mampu mengatur seluruh manusia
yang bernaung di dalamnya. Islam punya Khilafah. Dan itu yang diwariskan oleh
Rasulullah SAW. Itu yang menyebabkan jejak Islam terukir di seluruh penjuru
dunia. Kalo gak percaya, baca atau nonton deh 99 Cahaya di Langit Eropa. Hehe,
kalo ada yang punya bukunya, saya pinjem ya :p
Saat ini kata Khilafah sudah gak asing di telinga kaum
Muslimin. Alhamdulillah banyak yang sepakat dan mau berjuang mengembalikan
Khilafah, tapi gak sedikit juga yang mengutopiskan kembalinya Khilafah
sebagaimana dulu adanya. Padahal Rasulullah sudah bersabda bahwa “Kemudian akan kembali Khilafah atas manhaj
kenabian” (HR. Ahmad). Ya, emang sih ini semua gak terlepas dari konspirasi
orang-orang kafir menghilangkan memori tentang Khilafah dari benak kaum
Muslimin dengan menyusupkan ide-ide beracun ke dalam benak mereka.
Nasionalisme, yakni fanatisme kepada bangsa yang pertama kali dibisikkan ke
telinga kaum Muslimin di akhir pemerintahan Khilafah Ustmaniyah. Dari situlah
kaum Muslimin mulai terpecah menjadi Negari-negeri kecil yang sangat mudah
diinterfensi. Setelah itu dimasukkanlah pemikiran Sekuler, yakni memisahkan agama
dari kehidupan. Kemudian diikat dengan sistem politik Demokrasi yang masih ada
sampai sekarang dan dibumbui dengan ide Liberalisme. Akhirnya kaum Muslimin
hampir tidak tersisa sisi keislaman dari diri mereka. Saat ini kaum Muslimin
hampir tak ada bedanya dengan orang-orang Barat (kafir) dari pemikirannya,
kecuali mereka sholat, puasa, berzakat dan haji serta menutup aurat. Tapi, ada
juga kan kaum Muslimin yang masih belum melaksanakan rukun Islam dengan
sempurna? Hingga akhirnya ketika dibawakan Khilafah sebagai solusi dari segala
permasalahan hari ini, banyak yang kemudian menentang. Bahkan banyak yang
justru membenci Khilafah karena Khilafah identik dengan kediktatoran ataupun
karena Khilafah adalah Negara yang berdiri atas dasar agama dan banyak lagi
alasannya.
Ini yang bikin saya sedih. Padahal itu lho diajarkan oleh
Rasulullah. Trus, dibawa kemana keislaman kalian, wahai kaum Muslimin? Berharap
syafaat dari Rasulullah tetapi diseru untuk berhukum dengan hukum yang sudah
diajarkan oleh Rasulullah, banyak sekali alasannya. Ditanya cinta kepada
Rasulullah, jawabnya cinta, tetapi diseru untuk berjuang mengembalikan
Khilafah, alasannya ada aja. Apa udah gak punya perasaan ya? Ketika Rasul
dihina aja bungkam. Jujur saya sedih sekali. Makanya ini alasan saya tetap di
sini. Di jalan ini. Meski saya tahu halangannya sangat banyak. Tapi inilah
jalan yang dulu ditempuh oleh Rasulullah SAW. Harapan saya, ketika saya terus
berjalan di jalan yang sama dengan beliau, suatu hari saya akan bertemu dengan
beliau, aamiin.
Ya Rasulullah, hari
ini aku melihat masih banyak umatmu yang melupakanmu. Tapi, seperti yang sudah
Engkau kabarkan bahwa akan ada orang-orang yang tetap menggenggam risalahmu
laksana menggenggam bara api. Dan di akhirat kelak mereka akan berdiri di atas
mimbar-mimbar dari cahaya. Aku berharap menjadi salah satu dari mereka. Semoga.
Khairunnisa.
January 11th 2014. 09:55 PM. Lagi acara Maulid di depan gang.
No comments:
Post a Comment