Beberapa
waktu ini, karena saya jarang ke kampus *bukan karena malas lho ya* saya lebih
sering muncul di dumay. Sampai akhirnya, baru saja salah seorang adik sesama
aktivis dakwah tiba komen di salah satu sosmed.
“mbak
dit, ayo segera kluar dr fb.. kok tahan sih online trs.. ckck..,” katanya di
kolom komentar.
“bcanda
kale mbk.. cm mau ngingetin aj spy yg di dunia nyata tdk terbengkalai,”
tulisnya lagi setelah saya membalas dengan reaksi yang cukup lebay :D *efek
shock*
Alasannya
sih sederhana, saya didaulat jadi best friend
beberapa teman karena intensitas interaksi yang bisa dibilang sangat sering
terjadi.
Awalnya
saya agak shock, karena beberapa waktu lalu sudah ada yang bilang ke saya dan
ternyata *alhamdulillah* orangnya bilang langsung. Walaupun agak seperti
kesetrum tapi lega. Karena, itu berarti masih ada yang sayang sama saya hehe :D
Selain
itu, ada lagi postingan saya beberapa hari yang lalu terkait nasib syabab di
Bangladesh. Saya dari dulu sering terfikir, bagaimana jika itu di Indonesia? Apakah
kita bisa menanggung ujian itu sebagaimana saudara-saudara di sana? Kemudian pas
ada yang posting, saya repost. Tiba-tiba salah seorang teman di luar kota
komen. Haha, saya cukup shock sebenarnya karena awalnya tidak ada niat berharap
agar apa yang terjadi di Bangladesh juga terjadi di Indonesia. Tapi, satu hal.
Saya senang dapat muhasabah karena itu berarti *lagi-lagi* masih ada yang
menyayangi saya dan tentunya karena Allah azza wa jalla.
Beberapa
hal dari sekian banyak kesyukuran saya berada dalam sebuah jamaah dakwah.
Menyadari bahwa saya tidak akan pernah bisa menjadi sempurna. Dan merasakan
cinta yang selalu tercurah dariNya melalui saudara-saudara yang selalu peduli
dan saling mencintai karenaNya.
Jazakumullah
khairan katsir for coming to my life. This is special for Nurintan Sri Utami
dan Nila Syuraik. Uhibbukuma fillah ukhti :D
El
Liwa, January 6th 2013. Minggu UAS. 02.03 PM
No comments:
Post a Comment