Hehe tumben ini nulis
beginian. Tapi, sorry ya, saya gak lagi galau kok. Kalo saya galau bisa
langsung jadi trending topic *eh
Pada postingan kali ini
saya ingin menulis tentang kebahagiaan. Ya, terinspirasi dari hasil obrolan
dengan seorang teman beberapa waktu lalu. Silahkan disimak :D
Setiap orang di dunia
ini pasti pengen bahagia. Dulu, waktu saya baru jadi mahasiswa, di training
khusus mahasiswa pas OSPEK, salah seorang trainer bertanya.
“Apa sih yang dicari
manusia ini dalam hidup?”
Waktu itu semua mikir
keras nyari jawabannya. Ya, gak ada yang bisa jawab. Sampai akhirnya sebuah
kata muncul di layar. Happiness. Ya, kebahagiaan.
Apa sih definisi
kebahagiaan buat loe semua? *eaaa
Banyak orang kalo ditanya
bahagia itu yang kayak gimana, pasti jawabannya. Bahagia itu sederhana. Salah
satunya adalah seseorang yang pengen bukunya diterbitkan oleh sebuah penerbit
tertentu. Dia bakal bahagia banget kalo penerbit tersebut yang nerbitin. Kenapa?
Usut punya usut ternyata dia suka sama logo penerbit itu. Haha, simple isn’t it?
Bahagia itu sederhana, kawan.
Saat ini kita bisa
melihat berbagai standar kebahagiaan. Bahagia itu kalo IPK 4,00, punya
perusahaan sendiri, bisa membiayai diri sendiri, punya pacar/istri/suami yang
cantik/cakep, punya anak yang lucu-lucu, dan masih banyak lagi. Ya, fitrah
emang semua itu. Allah sudah menggariskan kok dalam al Qur’an. Bisa dicek
sendiri di surat Ali Imran :D
Tapi, kalo menurut saya
kebahagiaan bagi seorang Muslim itu sederhana kok. Kebahagiaan bagi seorang
manusia adalah ketika dia tau tujuan hidupnya. Dan Alhamdulillah seorang Muslim
itu udah dikasih tau buat apa dia hidup.
Allah berfirman dalam
QS. Adz Zariyat ayat 56
“Dan tidaklah Ku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah
kepadaKu”.
Simple kan? Ya, simple
kedengarannya tapi pembuktiannya itu lho pemirsah :D
Tapi tenang, karena
Allah gak nyuruh kita nyari jauh-jauh. Intinya adalah kebahagiaan yang
sebenarnya bagi seorang Muslim adalah ketika Allah ridho pada dirinya. Lha trus,
bagaimana seorang Hamba tahu bahwa Allah ridho terhadap aktivitasnya? Ya, tadi
ketika si Hamba tadi beribadah kepada Allah. Pertanyaan selanjutnya, ibadah itu
yang kayak gimana? Apa Cuma sebatas sholat, puasa, zakat, haji, dzikir, baca
Qur’an? Oh, tentu tidak. Ibadah yang Allah maksud adalah menjalankan semua
perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. So, kunci kebahagiaan itu ya
beriman kepada Allah dan menjalankan aturan Islam secara kaffah. Tidak hanya Hablu Minallah aja tapi Hablu Minnafsih dan Hablu Minannas juga.
Jadi, bahagia itu
sederhana kan? So, jangan cari kebahagiaan lain di luar Islam seperti
Kapitalisme-Sekulerisme, Sosialisme-Komunisme, Demokrasi dan sejenisnya. Karena
mereka gak akan pernah membawa kebahagiaan dalam hidup loe, bro & sis.
Sekali lagi, saya mau
bilang. Kebahagiaan itu sederhana. Bahagia itu ketika Allah ridho. So, bahagia
itu hanya bisa ditemukan dalam Islam Kaffah (Diterapkannya Syariah dan
ditegakkannya Khilafah).
Wallahu ‘alam bi ash shawwaab.
Khairunnisa, January 7th 2013. Sebentar lagi (mau) hujan
No comments:
Post a Comment