Akan
sangat sulit mengumpulkan perasaan yang berserakan jika dilakukan sendirian. Tapi,
ketika mengingat bahwa diri ini tak sendiri, beribu syukur dan terima kasih
untukNya yang menitipkan kalian padaku. For you, colours in my life.
Menjadi
sahabat dan dianggap sahabat merupakan sebuah hal yang sangat berarti. Meski kita
terpisah beribu mil bahkan terpisah pulau dan zona waktu, meski ada di Negara yang
sama. Namun, jarak nyaris tak ada diantara kita.
Mungkin
terkadang, kita berselisih untuk beberapa hal. Tak jarang rasa sungkan
menghampiri karena kehidupan yang berbeda. Namun, selalu ada rasa rindu yang
melenyapkan semua itu. Rasa bahagia ketika kalian mengirimkan pesan karena
kalian juga memiliki rasa rindu yang sama. Dan kita berbagi itu semua.
AOI
I used
to like this colour so much. Seperti itu pula aku menyukaimu. Seorang gadis yang
selalu bersemangat dan begitu supel. Meski terkadang tidak percaya diri untuk
hal-hal tertentu. Ini hari dimana aku menangis karena kau akan pergi dalam
keadaan tidak sehat. Dan untuk beberapa saat aku kesal karena aku tidak tahu.
Banyak hal yang aku tidak tahu. Tapi, aku siapa? Aku jauh. Dan aku tidak bisa
membantu apapun. Menyakitkan memang, Ai. Saat ini hanya doa yang bisa
kupanjatkan untuk mengiringi kepergianmu. Baik-baik di sana. Semoga cepat
sembuh ya.
MIDORI
Meski
kita jarang berkomunikasi, kau selalu membuatku merindukanmu dengan gombalan
super lebay itu. Aku senang saat kau SMS dan mengatakan bahwa kau merindukanku
meski sebenarnya bukan hanya aku, haha. Makasih ya Mimi Chan. Kuharap kau
selalu jadi Midori yang bersemangat membasmi kejahatan *eh membasmi
kemungkaran. Tapi, ingat. Baqo juga harus dikontrol. Semangat bu PeJe. Urus anak-anakmu
baik-baik. Good luck.
CHAIRO
Kau
memang manis seperti cokelat. Kehangatan, perhatian dan kepekaan yang selalu
kau tunjukkan pada teman-temanmu. Kau yang selalu gigih menghubungi mereka.
Meski tak semua membalas. Termasuk aku kadang-kadang. Namun, itu sisi yang
menarik darimu. Kau selalu ingin memberi tanpa meminta balasan. Tidak heran
kenapa Allah memberi amanah itu di pundakmu. Lebih dulu beberapa langkah dariku
yang selama ini menginginkannya. Aku tidak marah, karena kau memang layak
mendapatkannya. Teruslah bersabar, Cha. Kau sudah punya modal besar yang tidak
semua orang memilikinya. Seperti cokelat panas yang menghangatkan kala musim
hujan tiba.
Dear
my best friends, this just a simple note from me, Oren. Too much to tell about
what I feel. Jazakumullah khairan katsir untuk semuanya. Semoga persahabatan
dan persaudaraan ini senantiasa berada dalam jalan ketaatan. Dan kemudian kita
bisa bertemu lagi di JannahNya kelak, aamiin.
With
love. November 30th 2013.