Pemuda.
Potensi itu ada pada mereka. Usia, intelektualitas, kesempatan belajar,
idealisme dan energi. Masa yang merupakan puncak terbaik dari usia seorang
manusia. Segala potensi terbaik itu ada di usia muda. Maka adalah sebuah kewajaran
jika pemuda berfungi sebagai agent of change, agent of social control, moral
force maupun iron stock.
Sebagai
seorang pemuda pada umumnya dan seorang pemuda kaum muslimin pada khususnya,
kita bisa mengidentifikasi potensi yang ada pada diri kita. Pertama, kita
memiliki kekuatan iman, takwa dan ikhlas. Saya terinspirasi dari cerita Nabi
Ibrahim as. yang diceritakan oleh Allah lewat firmanNya:
Ibrahim
berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah
menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas
yang demikian itu." (TQS. Al Anbiyaa [21]: 56)
Seorang
pemuda yang melekat keimanan yang kuat dalam dirinya pasti akan berusaha
mempertahankannya, sama seperti nabi Ibrahim yang juga menunjukkan militansi
dengan penuh keyakinan.
Rasulullah
saw. pun menunjukkan keyakinannya saat beliau ditawari kekuasaan, harta dan
wanita oleh orang-orang Quraisy dengan syarat harus mengentikan dakwahnya.
Rasulullah saw. berkata kepada pamannya, Abu Thalib, “Wahai paman,
seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan
kiriku, aku tidak akan pernah meninggalkan perkara ini (dakwah) hingga aku
binasa karenanya”. Mungkin bahasa sederhananya, lebih baik mati daripada
meninggalkan dakwah.
Dua
contoh di atas seharusnya sudah mampu menggambarkan kepada kita keimanan
seperti apa yang harus kita hujamkan
dalam diri kita sebagai seorang Muslim. Itulah kekuatan keyakinan dari pemuda
muslim dan kita pun seharusnya mengambil contoh dari peristiwa tersebut. Betapa
seorang pemuda memiliki potensi besar.
Kedua,
kita pun memiliki kekuatan intelektual, ingatan dan analisa yang tajam. Rasulullah
saw. dan para shahabat sangat sering memberikan contoh kepada kita. Hal
tersebut sangat terlihat dalam peristiwa jihad fii sabilillah. Rasulullah dan
para shahabat menyusun strategi perang yang jitu dan mampu mengalahkan musuh.
Dalam perang Khandak, bagaimana Salman al Farisy mengusulkan untuk membuat
parit selebar 3km untuk menahan serangan musuh sebagai bentuk pertahanan. Khalid
bin Walid, panglima perang yang sepanjang hidupnya tidak pernah kalah dalam
peperangan bukan hanya karena kepiawaiannya dalam menggunakan senjata, tetapi
juga kecerdasannya dalam mengatur strategi perang. Muhammad II bin Murad atau
Muhammad al Fatih yang mampu menaklukkan konstantinopel. Mereka semua ada di
usia yang masih muda.
Ketiga,
kita memiliki kekuatan emosional yang menggelora dan kemauan yang kuat.
Kekuatan eomosional dan kemauan itu tidak lain lahir dari keimanan yang
senantiasa dipupuk dan diiringi dengan taqarrub ilallah.
Allah
swt menceritakan kisah Nabi Ibrahim as. dalam firmanNya:
“Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ." (TQS. Al Anbiyaa [21]: 58-60)
“Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ." (TQS. Al Anbiyaa [21]: 58-60)
Pemuda
adalah harapan dari sebuah bangsa. Karena di tangan pemudalah peradaban itu
terukir. Islam pun ditegakkan oleh tangan-tangan pemuda. Islam disebarkan
dengan perjuangan para pemuda. Maka, posisi pemuda dalam Islam merupakan posisi
yang sangat penting. Masa muda pun merupakan masa keemasan untuk bisa melakukan
dan mempersembahkan yang terbaik.
Wahai pemuda
Islam, bangkitlah. Dunia menanti tangan kalian untuk mengukirnya di bawah panji
Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah. Kunci itu ada di tangan kalian. Apa
yang membuat kalian ragu melangkah? Lejitkan potensi kalian, bangun kepribadian
Islam itu dan genggamlah dunia dengan Islam.
Berjanjilah
untuk menegakkan Khilafah Islam dan menyebarkan dakwah ke seluruh dunia dengan
tangan kalian sebagai bentuk kecintaan kepada Rabb dan Rasul kalian. ALLAHU
AKBAR!
Malang, 16 November 2012
No comments:
Post a Comment