Saturday, November 17, 2012

THE POWER OF YOUTH

Pemuda. Potensi itu ada pada mereka. Usia, intelektualitas, kesempatan belajar, idealisme dan energi. Masa yang merupakan puncak terbaik dari usia seorang manusia. Segala potensi terbaik itu ada di usia muda. Maka adalah sebuah kewajaran jika pemuda berfungi sebagai agent of change, agent of social control, moral force maupun iron stock.
Sebagai seorang pemuda pada umumnya dan seorang pemuda kaum muslimin pada khususnya, kita bisa mengidentifikasi potensi yang ada pada diri kita. Pertama, kita memiliki kekuatan iman, takwa dan ikhlas. Saya terinspirasi dari cerita Nabi Ibrahim as. yang diceritakan oleh Allah lewat firmanNya:
Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu." (TQS. Al Anbiyaa [21]: 56)
Seorang pemuda yang melekat keimanan yang kuat dalam dirinya pasti akan berusaha mempertahankannya, sama seperti nabi Ibrahim yang juga menunjukkan militansi dengan penuh keyakinan.
Rasulullah saw. pun menunjukkan keyakinannya saat beliau ditawari kekuasaan, harta dan wanita oleh orang-orang Quraisy dengan syarat harus mengentikan dakwahnya. Rasulullah saw. berkata kepada pamannya, Abu Thalib, “Wahai paman, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, aku tidak akan pernah meninggalkan perkara ini (dakwah) hingga aku binasa karenanya”. Mungkin bahasa sederhananya, lebih baik mati daripada meninggalkan dakwah.
Dua contoh di atas seharusnya sudah mampu menggambarkan kepada kita keimanan seperti apa yang  harus kita hujamkan dalam diri kita sebagai seorang Muslim. Itulah kekuatan keyakinan dari pemuda muslim dan kita pun seharusnya mengambil contoh dari peristiwa tersebut. Betapa seorang pemuda memiliki potensi besar.
Kedua, kita pun memiliki kekuatan intelektual, ingatan dan analisa yang tajam. Rasulullah saw. dan para shahabat sangat sering memberikan contoh kepada kita. Hal tersebut sangat terlihat dalam peristiwa jihad fii sabilillah. Rasulullah dan para shahabat menyusun strategi perang yang jitu dan mampu mengalahkan musuh. Dalam perang Khandak, bagaimana Salman al Farisy mengusulkan untuk membuat parit selebar 3km untuk menahan serangan musuh sebagai bentuk pertahanan. Khalid bin Walid, panglima perang yang sepanjang hidupnya tidak pernah kalah dalam peperangan bukan hanya karena kepiawaiannya dalam menggunakan senjata, tetapi juga kecerdasannya dalam mengatur strategi perang. Muhammad II bin Murad atau Muhammad al Fatih yang mampu menaklukkan konstantinopel. Mereka semua ada di usia yang masih muda.
Ketiga, kita memiliki kekuatan emosional yang menggelora dan kemauan yang kuat. Kekuatan eomosional dan kemauan itu tidak lain lahir dari keimanan yang senantiasa dipupuk dan diiringi dengan taqarrub ilallah.
Allah swt menceritakan kisah Nabi Ibrahim as. dalam firmanNya:
 “Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim." Mereka berkata: "Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-berhala ini yang bernama Ibrahim ." (TQS. Al Anbiyaa [21]: 58-60)
Pemuda adalah harapan dari sebuah bangsa. Karena di tangan pemudalah peradaban itu terukir. Islam pun ditegakkan oleh tangan-tangan pemuda. Islam disebarkan dengan perjuangan para pemuda. Maka, posisi pemuda dalam Islam merupakan posisi yang sangat penting. Masa muda pun merupakan masa keemasan untuk bisa melakukan dan mempersembahkan yang terbaik.
Wahai pemuda Islam, bangkitlah. Dunia menanti tangan kalian untuk mengukirnya di bawah panji Laa ilaaha illallah Muhammadurrasulullah. Kunci itu ada di tangan kalian. Apa yang membuat kalian ragu melangkah? Lejitkan potensi kalian, bangun kepribadian Islam itu dan genggamlah dunia dengan Islam.
Berjanjilah untuk menegakkan Khilafah Islam dan menyebarkan dakwah ke seluruh dunia dengan tangan kalian sebagai bentuk kecintaan kepada Rabb dan Rasul kalian. ALLAHU AKBAR!

Malang, 16 November 2012 

No comments:

Post a Comment