Jalan hidup setiap orang berbeda. Dan
yang membuat jalan hidup itu berbeda adalah pilihan-pilihan yang mereka buat.
Ya, itu menurutku.
Sama seperti surga. Semua menginginkan
surga. Tidak ada satu pun orang di jagad raya ini yang tidak menginginkannya. Ketika
ditanya, setelah mereka mati mereka ingin kemana, pasti jawabannya surga.
Sayangnya, yang menjadikan kemungkinan itu semakin besar adalah intensitas
usaha dan aksi menuju ke sana. Untuk mencapai sebuah tujuan diperlukan usaha
dan pengorbanan yang sebanding dengan tujuan itu. Sebagai contoh, seseorang
yang ingin mendapat nilai sempurna, pengorbanannya pasti akan lebih besar
daripada mereka yang tidak menjadikan nilai sempurna sebagai tujuan. Jika
keinginan itu tidak sebanding dengan aksi yang diberikan maka bisa jadi
keinginan itu bukan tujuan. Ia hanya sekedar keinginan. Sama seperti surga.
Semua orang ingin masuk surga, tetapi tidak semua orang menjadikan surga
sebagai tujuan. Aku, kalian dan kita semua bisa bertanya pada diri
masing-masing. Sudahkah kita benar-benar menjadikan surga sebagai tujuan?
Ya, intensitas usaha dan aksi itulah
yang akan menjadi tolak ukur kemungkinan tujuan itu tercapai. Pengorbanan pasti
akan terlihat di sana.
Apakah sama besar keinginan seseorang
yang ingin masuk surga lalu sholatnya khusyuk dan orang yang sholatnya
terburu-buru? Apakah sama besar keinginan orang yang ingin masuk surga lalu ia
mencari harta untuk diberikan di jalan Allah dengan orang yang mencari harta untuk
ditumpuk dan digunakan untuk berfoya-foya? Lalu, apakah sama surga yang akan
didapatkan oleh orang yang menggunakan waktunya untuk mengkaji Islam dan
terikat dengan aturan Islam dengan orang yang menggunakan waktunya untuk
mengejar kesenangan dunia? Apakah sama besar keinginan orang yang ingin masuk
surga lalu ia mengamalkan ilmu Islam yang sudah didapatkannya dengan orang yang
hanya menjadikan Ilmu Islam sebagai pengetahuan semata? Lalu, apakah sama surga
yang akan didapatkan oleh orang yang berjuang untuk tegaknya Khilafah dengan
orang yang hanya melihat dengan sinis perjuangan menegakkan Khilafah? Dan
apakah sama orang yang berdakwah dan berjuang sepenuh jiwa dengan orang yang berdakwah
dan berjuang setengah-setengah dan biasa-biasa saja?
Apakah sama surga yang akan didapatkan
oleh seorang wanita yang menutup aurat dengan menggunakan jilbab dan khimar
karena sadar bahwa itu adalah sebuah kewajiban dengan seorang wanita yang
menutup aurat hanya dengan kerudung karena ia merasa bahwa itu trend mode? Apakah
sama surga yang akan didapatkan oleh seorang pria yang berkomitmen untuk serius
kepada seorang wanita lalu ia datang melamar wanita itu untuk dinikahi dengan seorang pria yang mengatakan bahwa ia
mencintai seorang wanita lalu hanya cukup dengan memacarinya saja? Apakah sama
surga yang akan didapatkan oleh mereka yang memisahkan Islam dengan
kehidupannya dan hanya mencukupkan pada wilayah individu saja dengan mereka
yang berusaha mengikatkan diri dengan hukum Islam? Dan apakah sama surga yang
akan didapatkan oleh seseorang yang rela mati demi Islam dengan orang yang
takut mengorbankan apa yang dimilikinya, termasuk nyawanya demi Islam?
Pertanyaan itu patut kita tanyakan
kepada diri kita. Jika memang benar kita ingin masuk surga, lalu seperti apa
intensitas usaha dan aksi kita untuk mencapai surga itu? Apakah benar surga itu
sudah menjadi tujuan ataukah hanya sekedar keinginan belaka?
Semua itu adalah pilihan kita. Setiap
pilihan hanya bisa dipilih satu dan setiap pilihan yang kita buat pasti
memiliki resiko. Apapun pilihannya. Allah sudah menunjukkan kita jalan menuju
surga, kita bebas memilihnya. Allah tidak pernah memberikan kuota pada surga.
Semua orang bisa masuk surga. Namun, intensitas usaha dan aksi serta
pengorbananlah yang akan menentukan seberapa besar peluang untuk masuk surga.
Bukan bermaksud untuk menjustifikasi.
Saya menulis seperti ini bukan karena saya sudah sempurna. Justru karena saya
jauh dari sempurna, maka tulisan ini bisa selesai. Karena tulisan ini adalah
bahan pengingat bagi saya. Ukuran keshalihan itu tidak ada pada saya. Tetapi,
Allah sudah menggambarkan ciri-ciri itu. Masalah hasil itu memang ada di tangan
Allah, tetapi pilihan ada di tangan kita. Dan pilihan itu sudah bisa menjadi
gambaran seberapa besar keinginan kita dan usaha untuk mencapai surga itu.
Ingatlah, jalan kita berbeda karena
pilihan yang kita buat. Jangan sampai salah jalan hanya karena salah pilih.
Allah sudah menunjukkan jalan yang benar. Rasulullah SAW. pun sudah memberi
contoh. Jangan sampai tersesat hanya karena mengabaikan petunjuk itu.
Malang, November 23rd 2012
No comments:
Post a Comment