Saturday, November 24, 2012

Jodoh atau...???

Allah azza wa jalla berfirman :
“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki- laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)”. (TQS. An Nuur [24]: 26)
Ayat di atas seharusnya jadi peringatan untukku dan untuk siapa saja yang menginginkan pendamping hidup. Apalagi yang menginginkan pendamping hidup satu untuk selamanya. Sesuai pengalaman, ayat di atas benar adanya. Karena memang Allah yang membuatnya, Dzat Yang Maha Benar.
Kita akan mendapatkan pendamping hidup yang tidak berbeda jauh dengan kita. Karakter, kebiasaan dan sebagainya. Bagi siapa saja yang bermimpi mendapatkan seorang Pangeran, maka ia harus bisa menjadi seorang Puteri. Dan siapa saja yang bermimpi untuk mendapatkan seorang Raja, maka ia harus bisa menjadi Ratu. Karena cerita Cinderella hanyalah dongeng belaka.
Sebagai seorang Muslim, kita patut berhati-hati. Jodoh itu adalah takdir yang bisa diusahakan. Jika kita berusaha melayakkan diri di hadapan Allah, maka Allah juga akan memberi yang layak di hadapanNya. Dan sebaliknya, jika kita menyepelekan Allah, maka Allah juga akan memberi yang serupa.
Bagi seorang pengemban dakwah ideologis, jangan bermimpi mendapatkan pasangan yang sama ideologis jika tidak berusaha untuk menjadi ideologis di hadapan Allah. Jika selalu berusaha untuk terikat dengan hukum syara’ secara kaaffah, maka Allah pun akan memberikan yang demikian. Jika selalu berusaha untuk menjaga diri, maka Allah juga akan memberikan pasangan yang serupa.
Seseorang yang senantiasa melayakkan diri di hadapan Allah dengan mengikatkan dirinya kepada hukum Allah secara sempurna dan bersungguh menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi laranganNya pasti akan bersama dengan orang yang serupa. Jadi, jodoh itu sebenarnya bisa dipilih dan diusahakan. Jika sudah dipertemukan, maka itulah qadha atau takdir dari Allah.
Pertanyaannya, jodoh seperti apa yang kita inginkan? Dan sudahkah kita merefleksikan jodoh impian kita itu dalam diri kita? Jika sudah, refleksi seperti apa yang sudah kita lakukan? Semua jawabannya ada di diri kita masing-masing.
Belajar dari pengalaman orang-orang di sekitar, maka seharusnya aku berhati-hati. Tidak hanya aku, tapi Anda dan kita semua. Karena kegagalan dalam hidup itu disebabkan kesalahan dalam memilih. Jadi, berhati-hatilah dalam memilih. Saya bukan bermaksud menyindir. Tetapi, saat ini banyak sekali yang terserang kegalauan hanya karena mimpi-mimpi yang menyakitkan seperti itu. Bahkan mereka yang sudah paham Islam terkadang bingung dengan gambaran jodoh yang mereka inginkan. Sekali lagi, tujuan itu penting. Jika jodoh yang kita tuju adalah sosok ideal, maka seharusnya kita pun seperti itu. Meski tidak mungkin mencapai kesempurnaan, tetapi adanya usaha menunjukkan kesungguhan kita untuk berjalan ke arah sana. Tujuan akan menentukan semuanya. Jadi, silahkan bertanya lagi pada diri sendiri, sudahkah jodoh yang layak di hadapan Allah itu menjadi tujuan atau sekedar keinginan? Jika itu memang tujuan, maka layakkan diri. Jika tidak, maka singkirkan keinginan itu. Kejarlah tujuan lain yang lebih pasti untuk diraih daripada hanya sekedar mimpi-mimpi yang melahirkan kata-kata galau dan mengundang kembali masa lalu yang berpeluang menjadi racun dengan bantuan syaithan.
Bagi yang belum menikah, jagalah diri Anda karena sistem saat ini akan selalu berusaha untuk menjerumuskan Anda. Jagalah diri Anda dengan berusaha untuk terikat dengan hukum Allah secara sempurna. Jika Anda sudah layak di hadapan Allah, maka Allah pasti akan memberikan yang serupa. Insya Allah.
Malang, November 24th 2012

No comments:

Post a Comment