Saturday, June 23, 2012

Hidup untuk Makan (Wagahai wa Neko de Aru Geje Version)

Natsume Sooseki. Nama ini masih terngiang-ngiang gara-gara kemarin muncul di soal UAS *gak nyangka bisa muncul. Kirain Mori Ogai* Soal UASnya lumayan, diminta nyeritain biografi singkatnya dan karya-karyanya yang terkenal. Anak Sastra Jepang pasti tahu orang ini. Ya, dia punya satu karya yang terkenal, judulnya Wagahai wa Neko de Aru atau I'm A Cat. Ceritanya tentang kucing. Jadi, si kucing nyeritain tentang hidupnya, seolah-olah dia bicara, tapi sebenarnya cuma perasaannya aja *mana ada kucing bisa bicara? Kecuali Doraemon, kucingnya si Maryam. Hhe, peace Yam ^_^*

Nah, ngomong-ngomong soal si Neko *baca: kucing*, saya jadi keingat fenomena yang biasa saya temui di kehidupan saya.

Kalo jam kuliah udah selesai. Paling cepat jam 08.40. Biasanya teman-teman langsung berkicau *burung kali*
"Eh, makan yuk. Lapar nih". Atau paling sering, "Eh, makan dimana? Ke Kafetaria? Atau ke UKM? Ke kantin asrama juga boleh".
Yah, itulah kata-kata yang sering sekali saya dengar dari teman-teman saya. Kuliah siang juga gitu. Sore apalagi. Saya jadi berpikir, sebenarnya mereka mau ngampus atau mau makan sih? Kok yang diomongin makan melulu ya? Si Neko aja gak melulu mikirin makanan. Dia punya cerita yang lain.

Tadi fenomena di kampus. Mari kita keluar ke tempat yang sedikit lebih luas.

Sekarang, sepertinya semua orang berusaha untuk tetap bisa survive. Indikatornya? Lagi-lagi, MAKAN.

"Kenapa kok ngamen?"
"Kalo gak gitu, anak-istri saya makan apa?"
atau
"Kenapa kok ngemis?"
"Mau bagaimana lagi, kalo gak ngemis saya gak bisa makan"
atau mungkin
"Kenapa kok kuliah?"
"Biar bisa kerja"
"Kerja buat apa?"
"Yang pasti buat menyambung hidup"

Ya, lagi-lagi soal makan kan?

Sebegitu sempitnya-kah dunia hingga urusan no.1 dalam benak mayoritas manusia adalah MAKAN?
Setiap ada sesuatu yang membelit, semua pasti disangkut-pautkan dengan urusan perut. Akhirnya, maksud awal adalah makan untuk hidup, malah kebalik jadi Hidup untuk MAKAN. Mau kaya, mau miskin pasti mikirin makan. Neko kalah saing tuh. Gak ada yang nanya, kenapa kok orang-orang banyak yang gak bisa makan? Mana peran negara? Jarang banget ada yang bertanya tentang itu. Apa jangan-jangan si Neko lebih pinter ya?
Padahal, sekarang emang situasinya lagi sulit. Semua itu karena SISTEM. Ya, sistem rusak yang namanya KAPITALISME-SEKULARISME yang bikin orang-orang akhirnya hanya berpikir untuk MAKAN, MAKAN, dan MAKAN. Sistem yang akhirnya membuat negara kita jadi cuek dengan kesulitan rakyatnya.Tapi, gak ada yang mikir untuk ngerubah. Bisa jadi karena gak tau gimana caranya atau karena udah terlalu putus asa.

Ternyata oh ternyata, ada lho sistem yang unik dan bisa menjadi solusi atas permasalahan saat ini. Sistem itu adalah KHILAFAH. Kenapa kok Khilafah? Karena Khilafah-lah yang menerapkan aturan dari Allah azza wa jalla, Tuhan Pencipta Alam. Sekarang, kondisi jadi tambah parah karena manusia berpaling dari aturan Pencipta mereka.

Nah, buat yang ngaku Muslim, gak ada alasan untuk menolak sistem ini. Karena Rasulullah saw sudah pernah mencontohkannya. Dan ingatlah, Khilafah adalah janji Allah dan kabar gembira dari Rasulullah saw.

Allah swt berfirman :
"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik" (QS. An Nuur : 55)

Nabi saw bersabda, “Akan datang kepada kalian masa kenabian, dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Kemudian, Allah akan menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah; dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang kepada kalian, masa raja menggigit (raja yang dzalim), dan atas kehendak Allah masa itu akan datang. Lalu, Allah menghapusnya, jika Ia berkehendak menghapusnya. Setelah itu, akan datang masa raja dictator (pemaksa); dan atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya. Kemudian, datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam”.
[HR. Imam Ahmad]


Jadi, jangan mau kalah sama si Neko. Kita hidup BUKAN hanya buat makan aja. Kita hidup untuk BERJUANG menegakkan Khilafah. Karena Khilafah bukan cuma untuk kaum Muslimin tetapi juga untuk seluruh umat manusia, tanpa terkecuali. Allah azza wa jalla itu satu-satunya Tuhan kan? Jadi, kenapa aturannya harus bikin sendiri dan berbeda-beda?


No comments:

Post a Comment