Jalan ini begitu panjang, melelahkan dan berliku. Terkadang, kita butuh pohon untuk sekedar bersandar dan berteduh. Berhenti sejenak untuk mengatur langkah dan menarik nafas dalam-dalam untuk kembali berlari.
Puisi ini menjadi pengingat kala diri ini mulai letih dalam perjuangan dakwah menegakkan Khilafah
Jadilah akar yang gigih mencari air
menembus tanah yg keras
demi sebatang pohon
ketika pohon tumbuh berdaun rimbun
berdaun indah menampilkan keelokannya kepada dunia dan mendapatkan pujian
Lihatlah…
akar tetap berada di dalam kesunyian tersembunyi di balik tanah
itulah makna dari sebuah ketulusan dan keikhlasan
manusia yg memiliki perpaduan tulus, ikhlas, sabar dan tegar bagai akar
merekalah orang-orang yg mampu merubah zaman
merubah dunia, merubah warna zaman yg akan tetap hidup dan menghidupkan
Ingatlah saudara-saudaraku
jalan perjuangan selalu dirintis oleh orang-orang yang berilmu
dikerjakan oleh orang-orang yang ikhlas dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani.
Pejuang sejati adalah mereka yang terus bertahan dan tetap bertahan dalam perjuangan ini
mereka akan selalu belajar dan belajar dari setiap masalah yang dihadapi
dari setiap momen yang dialami, hingga suatu hari..
ia mendapati dirinya telah berubah menjadi lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih berani
Oleh karena itu, marilah kita singsingkan lengan baju,
kuatkan iman bulatkan tekad
bergeraklah terus tuk berjuang bersama
bagi tegaknya kembali izzul islam wal muslimin,
tegaknya kembali syariah dan khilafah..”
@ismailyusanto
—satu dari sekian puisi penyemangat yg paling sy kagumi —-
No comments:
Post a Comment