Thursday, December 19, 2013

My Guardian Prince

Hari ini. Aku bersyukur padaNya yang telah mengirimmu ke kehidupaku, ke kehidupan kami. Satu per satu pertanyaan terjawab mengapa kau ada. 
Dulu, aku selalu menganggapmu sebagai musibah. Bencana. Punya adik laki-laki itu menyebalkan. Karena semua anak laki-laki pasti begitu. Nakal, menyebalkan, suka mengganggu, bikin nangis, dll. 
Masih terbayang jelas bayangan kita di masa kecil. Betapa kau sangat nakal dan suka mengganggu. Semakin aku berteriak, kau akan semakin bersemangat menggangguku. Jika kau sakit, aku yang sering kena marah Mama. Bapak juga sangat menyayangimu. Kakek juga begitu. Kenapa? Karena kau laki-laki satu-satunya. Dulu aku berpikir enaknya punya kakak laki-laki daripada adik laki-laki. Mending punya adik perempuan. 
Kadang aku membenci kelakuanmu. Kau selalu dapat pembelaan. Kadang aku juga iri, kau selalu mendapatkan semua pertama kali. Kepercayaan, barang-barang. Dan parahnya kau dulu sangat pelit. Dipinjam bentar aja gak boleh. Mana cueknya minta ampun. Kalo sama yang lain aja baik, tapi sama kakaknya haduuh harus ngemis dulu baru dapat. 
Ya, that’s you. Prince Kerupuk. Tapi, saat aku jauh, aku merasa kehilangan. Karena seiring dengan berjalannya waktu, kau tidak lagi menjadi anak kecil yang nakal dan suka mengganggu. Kau tumbuh menjadi seorang anak yang beranjak dewasa. Dan disitulah rasa syukurku perlahan membesar.
Ketika Islam menyentuh hidupku, aku benar-benar merasa tertolong dengan keberadaanmu. Ketika harus pergi ke tempat yang jauh entah untuk halqoh atau dakwah dan yang lain, kau selalu ada untuk mengantarku meski awalnya harus ngomel dulu. Aku senang saat kita berpapasan dengan salah seorang sahabatmu ketika kau akan mengantarku sebelum pergi ke sekolah.
"Im, ayo!," katanya.
"Iya, gue nyusul. Gue mau nganterin Kakak gue dulu", balasmu.
Mungkin itulah yang membuat teman-temanmu sering menyebutku sebagai kakak durhaka karena aku hampir tidak pernah memperhatikanmu. Padahal, mungkin saja kau sangat memperhatikanku meski kau tidak pernah menampakkannya. 
Ya, sampai nanti ketika aku bertemu dengan pasangan hidupku, kaulah yang akan menjadi pangeran penjagaku. Karena aku tidak bisa selalu berharap pada Bapak seperti dulu saat masih SD atau SMP. 
Aku takkan pernah lupa saat kau mengirimkan pesan.
"Lebaran pulang gak?"
"Kenapa, kangen aku ya?"
"Gak, pengen ngumpul aja"
Kau tau, rasanya seperti jalan diatas jembatan pelangi. Aku senang sekali. Setelah sekian lama akhirnya kau mengirimkan pesan. Mungkin karena jarak yang jauh. 
Kau banyak berubah. Semoga kau berubah menjadi lebih baik lagi, adikku. Karena kaulah harapanku di masa depan. Menjadi pemimpin bagi kami, kakak-kakak dan ibumu. Meski sekarang semua sudah tak sama lagi. Teruslah menjadi pangeran penjaga bagi kami. 
Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untukmu, tidak hanya di hari ini tetapi hari-hari selanjutnya. Semoga kau kelak mendapatkan hidayah untuk menjadi pejuang agamaNya bersama-sama lagi seperti dulu. Aku, Kau dan Kakak. 
Wish u all the best, bro. Love you in Allah <3
*Special for my younger brother, Ibrahim Fantri Teddy Kurniawan.

Malang, December 19th 2013

No comments:

Post a Comment