Polwan pengen berjilbab. Akhir-akhir ini berita tersebut santer, khususnya di dunia maya. Sebenarnya saya sendiri sudah tahu dari beberapa waktu sebelumnya. Tapi ternyata ini bukan peristiwa biasa. Entah mungkin saat ini perasaan kaum Muslimin semakin kuat ke arah Islam ataukah memang karena hijab lagi trend *eh
Mengenai penggunaan kerudung bagi polwan sudah disampaikan oleh Kapolri bahwa itu hak asasi, jadi jika ingin menggunakan ya silahkan. Tetapi, tidak seperti Kapolri, Wakapolri justru mengatakan bahwa jika polwan ingin berkerudung ke Aceh aja sana, pindah tugas. Hmm, seolah-olah yang diwajibkan berkerudung hanya muslimah Aceh saja. Atau lebih picik lagi hanya muslimah timur tengah. Hadeh, tepok jidat deh sama orang-orang model begini. Batas teritorial menentukan hukum syara’ yang dipake. Besok-besok bisa jadi haji gak wajib karena kita jauh dari Arab Saudi. Hellow, Allah itu Pencipta dan Pengatur bukan justru diatur hukumnya seenak jidat elu pade.
Namanya Muslimah, auratnya itu sudah jelas. Coba aja lihat pas sholat, semua tertutup kecuali wajah dan telapak tangan, seperti nash dari Rasulullah SAW.
"Sesungguhnya seorang gadis jika sudah haidh tidak layak terlihat darinya kecuali wajah dan tangannya sampai pergelangan tangannya" (HR. Abu Dawud)
Kemudian Allah SWT sudah berfirman dalam surat An Nuur ayat 31
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya"
Tidak hanya itu. Ketika seorang muslimah ke luar rumah, mereka wajib berjilbab.
Allah SWT berfirman dalam surat Al Ahzab ayat 59
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka"
Hendak di sini bukan dalam bahasa Indonesia yang artinya anjuran. Tetapi sebuah kewajiban sama halnya dengan sholat. So, dosa kalo seorang muslimah keluar rumah tanpa jilbab dan kerudung.
Nah, lucunya, terkait polwan yang pengen banget berkerudung *baru kerudung lho ya. Jilbabnya belum* orang-orang yang mengusung HAM dan gender kok gak ada yang koar-koar sekeras biasanya ya? Biasanya kan kalo ada diskriminasi perempuan atau ada hak-hak yang terabaikan mereka langsung koar-koar. KDRT koar-koar, poligami koar-koar, warisan koar-koar lagi, dsb. Nah, pas mau taat sama Allah kok malah bungkam?
Lalu, mana kebebasan yang mereka usung? Benarkah Democrazy bener-bener melindungi kebebasan? Lantas, kebebasan seperti apa sih yang mereka maksud? Pada kenyataannya, freedom is (never) free.
Ketika Islam mengatur, bukan berarti Islam mengekang kebebasan. Islam justru mengarahkan agar kebebasan yang diinginkan tidak malah belok sampai kebablasan seperti sekarang ini.
Beware. Because freedom is (never) free.
Wallahu ‘alam bi ash shawwab
Healing Day. December 12th 2013.
No comments:
Post a Comment