Most wanted. Satu kata yang diinginkan
banyak orang. Siapa yang gak mau coba jadi orang yang disukai banyak orang yang
lainnya? Makanya, banyak orang yang akhirnya berlomba-lomba jadi most wanted.
Nah, di dunia ini most wanted yang konotasinya positif dan yang paling banyak
jumlahnya adalah apa yang disebut dengan “Selebriti” atau singkatnya “Seleb”.
Emang ada most wanted yang konotasinya negatif? Oh, ada dong. Salah satu
contohnya buronan internasional. Atau yang paling santer sekarang teroris yang
sampai sekarang saya juga antara percaya dan gak percaya, ada gak sih orang
yang dijadikan tersangka terorisme itu?
Tapi yang akan saya tulis di sini bukan
most wanted versi kedua. Soalnya sekarang most wanted versi pertama emang lebih
diburu daripada most wanted versi kedua. Buktinya? Banyak. Sekarang rata-rata
orang punya idola masing-masing. Terlepas dari apakah dia fans biasa ataukah
fans luar biasa alias fans fanatik. Apalagi sekarang virus KPOP lagi menyebar
seperti jamur di musim hujan. Apalagi di fakultas saya yang notabene-nya
belajar budaya asia timur. Gak cuma program studi saya aja yang kegirangan sama
artis-artis Korea yang dari segi fisik sangat perfect itu tapi juga program
studi tetangga bahkan fakultas lain yang gak ada hubungannya dengan kebudayaan
asia timur. Yah, media memang sangat berperan terutama internet. Mulai dari
Meteor Garden dengan F4-nya sampai Full House dengan Rain dan Song Hae Gyo. Dan
sekarang muncullah fenomena boyband dan girlband. Kalo dulu ada 5566 dan TVXQ.
Sekarang, muncullah nama-nama seperti Super Junior, Girls Generation, KARA,
B2ST, dan sederet boy-girlband lainnya yang tidak terhitung jumlahnya. Semuanya
itu punya tempat di hati fans mereka. Sampai-sampai fansnya bela-belain nonton
konser, beli DVD asli. Pokoknya semua dilakuin biar bisa ketemu idolanya,
minimal lebih dekat dengan idolanya. Sampai ada fans yang bikin semacam cerita
yang istilahnya “Fans Fiction”. Mulai dari yang biasa sampai yang porno juga
ada, naudzubillah min dzalik. Akhirnya, banyak remaja yang berbondong-bondong
pengen jadi boyband atau girlband.
Itu kalo di sisi cewek-cewek. Sebenarnya
simple aja sih kenapa mereka suka boyband. Yang pertama, cowok-cowok itu
ganteng, tinggi, putih, rambut lurus, suara bagus. Ya, begitulah. Yang
cowok-cowoknya juga sama. Kenapa suka girlband karena mereka cantik, tinggi,
rambut lurus, kaki panjang, seksi, de ka ka. Standar sih alasannya. Ada lagi
idola jenis lain. Atlet. Yang paling banyak atlet sepak bola. Kalo dulu jaman
saya SD ada Batistuta, Del Piero, Totti, eh gak ketinggalan David Beckham.
Sekarang bermunculan yang muda-muda dan fresh seperti Messi, Christiano
Ronaldo, Kaka, Ozil, dkk. Ya, orang-orang yang saya sebutkan barusan emang
contoh dari most wanted versi pertama. Mereka disukai banyak orang, punya duit
banyak, populer. Kayaknya hidup mereka perfect banget. Gak ada beban. Pengen apa
aja bisa saking kayanya.
Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang
mengidolakan mereka? Nah, ini yang bikin saya miris. Rata-rata teman-teman saya
yang Muslim juga ikut-ikutan mengidolakan orang-orang seperti mereka. Bahkan
mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang banyak Cuma buat beli poster,
majalah yang ada idolanya di dalam situ, beli modem biar bisa selalu update.
Pokoknya semuanya dilakukan. Senang dan sedihnya mereka karena idolanya. Tanpa
sadar mereka udah menjadikan idola mereka itu cinta yang no.1. Waduh, gawat nih
kalo kayak gini. Ada yang salah. Padahal seharusnya kecintaan seorang Muslim
yang pertama dan paling tinggi harusnya diletakkan kepada Allah dan Rasulullah
saw. Kalo sekarang mah beda. Kecintaan pertama itu kadang-kadang ada di idola
atau pacar. Kalo gak punya pacar yang no.1 idola, tapi kalo punya pacar, ya
pacarnya yang no.1, sampai-sampai Allah aja gak dianggap, naudzubillah. Tanpa
sadar akhirnya mengerdilkan peran Allah dalam hidup. Sholat iya, baca al Qur’an
iya. Tapi masih pacaran dan mengidolakan orang-orang yang geje seperti yang
saya sebutkan tadi. Apa coba kalo bukan Sekuler namanya? Nganggap Allah hanya
ada pas lagi sholat. Kalo gak sholat Allah entah dimana. Kebangetan luar biasa.
Masalah idola, banyak dari umat Islam yang
melupakan satu hal. Bro and sis, kita punya idola sendiri. Dan idola kita
jauuuuuuuuuhhh lebih sempurna daripada most wanted yang ada sekarang.
Allah swt berfirman :
“Sesungguhnya Telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (TQS.
Al Ahzab [3] : 21)
Rasulullah saw itu orang yang luar biasa. Seorang
pemimpin, guru, pengusaha, ayah, paman, dan kakek yang hebat. Kehebatannya bisa
tercermin lewat sahabat-sahabatnya. Sebut saja Abu Bakar yang loyal, Umar bin
Khattab yang tegas, Utsman bin Affan yang lembut, Ali bin Abi Thalib yang
cerdas, Mushab bin Umair yang optimis, Zain bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib
dan masih banyak lagi generasi-generasi emas hasil didikan beliau.
Rasulullah sangat mencintai umatnya lebih
dari apapun. Secinta-cintanya Super Junior sama Elf atau TVXQ sama Cassiopeia,
gak bakalan bisa dibandingin dengan cintanya Rasulullah saw sama kita, umat
Islam. Saking cintanya, beliau ngorbanin waktu, tenaga, pikiran, dan usianya
untuk berdakwah dan menerapkan risalah yang diembannya dalam bentuk negara. Itu
supaya apa? Biar kita tuh hidup sejahtera, bahagia dan gak galau kayak
sekarang. Sampai-sampai saat sakaratul maut yang luar biasa sakitnya,
Rasulullah masih sempat nyebut kita. Subhanallah..
Bahkan beliau meninggalkan sebuah wasiat
berharga dan tidak ada bandingannya. Kata beliau, “Kutinggalkan dua perkara,
ketika kalian berpegang teguh padanya kalian tidak akan tersesat, yakni al
Qur’an dan Sunnahku”. Masih kurang apalagi kecintaan beliau sama kita? Dan
yang pasti di akhirat kelak hanya kepada beliau-lah kita meminta syafaat, bukan
sama seleb-seleb dunia yang Sekuler tadi. Di dunia aja mereka gak hafal sama
fansnya gimana di akhirat nanti? Mereka bakal sibuk juga sama dosa mereka. Rasulullah
saw juga pernah bersabda, “Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya” (HR.Mutafaq
‘Alaih). Hati-hati, jangan sampai kecintaan kepada manusia yang lainnya
melebihi kecintaan kepada Allah dan RasulNya. Apalagi sama artis-artis yang
bukan Muslim itu. Kalo mereka masuk neraka, jangan nyesel kalo diikutin masuk
neraka juga. Naudzubillah min dzalik deh. Semoga kita nanti termasuk dari
umatnya Rasulullah saw yang mendapatkan syafaatnya, aamiin.
No comments:
Post a Comment