UTS oh UTS. Gak terasa semester genap udah lewat setengah perjalanan. Perasaan baru kemarin deh ngurusin KRS yang jadwalnya tabrak sana-sini sampai bikin kepala pusing. Eh, sekarang udah UTS. Beberapa waktu lagi gak akan terasa udah UAS. Ckckck, waktu emang cepat banget berlalu *dan saya baru sadar kalo saya udah semakin tua :DDD*
Ngomong-ngomong soal UTS nih ya, kayaknya apa yang saya lakukan beberapa waktu sebelumnya tidak jauh berbeda dengan yang teman-teman saya lakukan. Yup! Apalagi kalo bukan belajar? Suatu aktivitas yang wajib dilakukan pra UTS bagaimana pun metodenya. Ada yang jauh-jauh hari udah belajar, ada juga yang pake SKS alias Sistem Ngebut Sehari-Semalam dan mungkin saja ada yang lebih kilat lagi, Sistem Ngebut Sejam. Ckckck, parah banget kalo udah kayak gitu. Selain UTS, ada 1 lagi kegiatan besar di kampus saya. Pendaftaran beasiswa. Tapi, minggu ini gak sepadat minggu lalu. Mungkin karena pada pusing mikirin UTS. Paling juga 2 atau 3 hari lagi, rektorat bakalan penuh dengan antrian orang-orang seperti ngantri tiket konser boyband. Padat, panjang dan ngantrinya gak tanggung-tanggung, dari pagi sampai magrib. Sampai-sampai bapak petugasnya ada yang jamak sholat Ashar sama Maghrib *masya Allah*
Itu cuma sebagian kecil dari banyaknya aktivitas dunia yang seringkali membuat kita lalai dari kewajiban kita yang sebenarnya. Terkadang untuk hal-hal yang berbau dunia, kita setengah hidup mengejarnya. Kuliah dan belajar sepanjang waktu demi mendapatkan IP sempurna, bekerja mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, mengejar cinta dengan alasan yang selalu bisa diukur. Tapi, kita seringkali lupa bahwa tidak ada satupun yang abadi di dunia ini. TIDAK ADA. Kita pasti akan meninggalkan dunia ini entah kapan waktunya. Sudahkah kita mempersiapkan diri kita untuk menghadapi hari itu? Hari yang tidak pasti kapan datangnya tapi pasti akan datang dan akan selalu mengintai kita dimanapun kita berada. Sudahkah kita benar-benar mempersiapkan pertemuan kita dengan Allah azza wa jalla? Sering sekali Allah mengingatkan kita tentang hal itu, tentang kematian. Allah pun berkali-kali mengingatkan tentang kepalsuan dunia ini. Masihkah kita kemudian mengejarnya sampai kita sendiri mati karenanya? Ayo, pren, bangun. Sadar. Dunia ini cuma seperti mimpi aja. Saat kita tersadar nanti tempat kita cuma 2, surga atau neraka.
Mungkin tulisan ini sederhana. Yah, saya cuma sekedar mengingatkan aja. Manusia kan tempatnya lupa dan salah makanya itu ada saling mengingatkan dalam kebenaran dan kesabaran. Tulisan ini gak cuma buat mereka yang masih galau nentuin tujuan hidupnya yang sebenarnya. Tulisan ini juga buat kita-kita yang udah paham mau ngapain kita di dunia ini. Soalnya, terkadang kita juga kadang-kadang masih misah-misahin aktivitas kita. Padahal kita semua tahu bahwa aktivitas amar ma'ruf nahi munkar adalah amalan tertinggi yang bisa menjadikan kita istimewa di sisiNya. Maka dari itu, mari kita senantiasa muhasabah diri kita. Apakah urusan pribadi kita masih lebih kita pentingkan daripada urusan umat ini? Kalo kitanya aja masih condong kepada dunia, gimana kita bisa merangkul saudara-saudara kita untuk kembali ke Islam Kaffah? Yuk, sama-sama berkomitmen berubah untuk lebih baik setiap saat. Jangan biarkan waktu kita terlewati tanpa amal sholeh.
No comments:
Post a Comment