Penghinaan apalagi
Yang akan kalian
Lontarkan kepada kami
Telinga kami sudah tebal
Untuk mendengarkan semua penghinaan itu
Kesenangan yang di rajut
Diatas penderitaan kami
Dipupuk hingga subur
Berseru dan bersorak
Di atas jeritan tangis kami
Tapi ingat
Tidak selamanya
Kalian bisa berada didepan
Dan tidak selamanya
Kami berada di belakang
Karena kami yakin
Keberanian kami
Akan menghancurkan kalian
Dan sedikit kebangkitan saja
Dapat menjadi petaka bagi kalian
*Ukh, ternyata puisi ini masih relevan dengan keadaan kita sekarang.
Padahal, ini ditulis beberapa tahun yang lalu. Tapi, yg tidak berubah
adalah harapan kita dari dulu tetap sama, yakni menegakkan Khilafah
Islamiyyah. Mungkin, sekarang Allah belum menjawab harapan itu dan kita
perlu introspeksi. Semangat ukh. Jazakillah khair untuk puisinya :)*
No comments:
Post a Comment