Drama kenaikan BBM udah kayak Cinta Fitri aja. Seasonnya super banyak.
Ini gak tau udah season ke berapa. Pemainnya emang ada beberapa yang
ganti dan masih ada pemain lama juga. Tapi kok semuanya malah jadi
antagonis ya? Super heronya kemana nih?
Tapi, wajar aja sih.
Dalam sistem Demokrasi Kapitalis gak ada Super Hero. Semua Super Heronya
berubah jadi penjahat. Ngebunuh rakyat pelan-pelan dengan dalih pengen
nyelamatin APBN biar rakyat juga ikutan selamat. Tapi rutenya tetap aja
sama.
Pertama, rencana kenaikan diumumkan. Kedua, muncul penolakan
dimana-mana. Katanya suara rakyat suara Tuhan. Tapi, rakyat koar-koar
gak di dengerin. Ketiga, meski rakyat udah kehabisan suara koar-koar,
akhirnya BBM dipaksa untuk dinaikkan. Selanjutnya, dibuatlah
bantuan-bantuan seperti BLT, BLSM, dan sejenisnya. Tapi, ujung-ujungnya
selalu ada aja masalah yang bikin ricuh. Belum apa-apa udah ada
kesalahan pendataan, belum lagi kalo dananya dipangkas karena ternyata
di tengah jalan ada tikus yang nyomot dikit-dikit.
Buat yang
mata sama hatinya masih normal, pasti bisa ngeliat dan ngerasa kalo ini
bukan hanya permasalahan individu. Ada yang salah dengan sistem yang
kita pakai sekarang. Sistem yang akhirnya menjerumuskan
individu-individu ke dalam kubangan lumpur. Gak ada yang nyalahin
pemerintah. Tapi pemerintah sendiri yang sebenarnya membongkar aibnya di
depan rakyatnya. Kita lihat aja, sampai kapan rakyat tahan dengan
kegerahan sistem ini.
Allah SWT berfirman :
Dan barangsiapa
berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang
sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan
buta.” (QS. Thahaa [20] : 124)
Saatnya #GantiRezimGantiSistem
No comments:
Post a Comment