Gak terasa udah di penghujung bulan Januari. Perasaan baru aja
kemarin UAS dan mulai libur. Eh, sekarang udah mulai nyusun Kartu
Rencana Studi (KRS) semester baru. Sebenarnya mulai hari Senin, tapi
ternyata ditunda dan itu menyebabkan seisi fakultas mengeluh kecewa,
soalnya udah pada mudik dan balik lagi -maksudnya biar cepat-cepat
pulang lagi ke rumah- eh harus ditunda sampai hari Rabu. Akhirnya, semua
pada menggerutu. Tiap detik mantengin SIAM (Sistem Informasi Akademik
Mahasiswa) berharap ada keajaiban KRS-nya dibuka sama bagian pengajaran.
Ternyata oh ternyata, sayang sejuta sayang, yang ada malah pengumuman,
“KRS FIB ditunda sampai hari Rabu, 23 Januari 2013”. Makin galau binti
nelangsa aja mahasiswa di fakultas saya.
Nah, kalo di atas itu menimpa mahasiswa secara umum. Tapi, ada lagi
nih yang bikin tambah galau. Terutama buat maba (mahasiswa baru). Gimana
gak galau? Sampai detik mereka mau nyusun KRS, ternyata buku Panduan
Akademik yang isinya mata kuliah yang harus diambil belum ada. Dan ini
sudah terjadi sejak tahun lalu. Tahun lalu sampai ada mahasiswi semester
dua yang ngambil mata kuliah semester 4 hanya gara-gara gak tau mata
kuliah buat semester 2 apa aja. Mereka jadi asing sendiri di tengah
senior-senior yang wajahnya udah kadaluarsa *ups*
Hal serupa juga terjadi dengan angkatan tahun ini. Mereka bingung
sama mata kuliah yang harus diambil apa aja. Bisa jadi susunannya
berbeda dengan yang tahun lalu apalagi yang dua tahun lalu. Parahnya,
buku pedomannya belum ada sampai sekarang. Dan dosen pembimbing akademik
pun hanya mengarahkan untuk langsung nyusun sendiri KRSnya. Lalu, apa
yang akan terjadi dengan maba-maba itu? Bisa dipastikan, mereka akan
kebingungan dan galau dengan mata kuliah mereka semester ini.
Oke, kalo masalah buku Pedoman Akademik tadi kita bawa ke lingkup
yang lebih besar, contohnya kehidupan maka kita akan menemukan bahwa
dalam hidup kita butuh yang namanya pedoman hidup atau bahasa kerennya
manual guide. Nah, kalo kita yang Muslim nih pasti udah sering dengar
statement yang mengatakan bahwa Islam adalah jalan hidup. Dan Allah swt
mengutus Rasulullah saw. dengan membawa Al Qur’an sebagai pedoman hidup.
Kalo seorang Muslim ditanya tentang ini mereka pasti jawab sepatu,
sepakat bin setuju. Sampai situ, deal.
Tapi, fakta di lapangan sangat berbeda dengan statement yang ada di
atas. Hari ini, kaum Muslimin di seluruh dunia pada galau. Kaum Muslimin
udah kayak orang tersesat, bingung harus kemana membawa arah hidupnya
*ceilee puitis amat* Padahal, katanya Islam adalah jalan hidup, Al
Qur’an adalah pedoman hidup, tapi kok masih galau? Wah, berarti ada yang
gak beres dengan kaum Muslimin saat ini. Gak di Indonesia, gak di luar
negeri sama aja. Krisis multidimensi menimpa kaum Muslimin dan
mengakibatkan penderitaan luar biasa pada mereka. Kemiskinan, degradasi
moral, korupsi, dsb. Kenapa kok bisa kayak gitu? Mau Tau Aja atau Mau
Tau Banget? *istilah apapula itu?*
Oke, let’s cekidot.
Saat ini kaum Muslimin masih menjadikan Islam sebagai akidah. Oke,
itu bener karena mereka masih percaya pada keesaan Allah dan kerasulan
Muhammad saw meskipun ada juga tuh yang nyerempet kesana-kemari tapi
bukan mereka yang akan dibahas. Okelah kaum Muslimin juga masih membaca
al Qur’an sampai ada lomba MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) segala.
Tapi, pada faktanya, dalam menjalani kehidupannya kaum Muslimin tidak
menjadikan apa yang dibawa oleh Rasulullah yakni Islam yang ajarannya
terpancar dalam al Qur’an sebagai pedoman hidup mereka. Udah tau ada
buku pedoman, tapi gak dipake. Wajar kan kalo jadi galau akhirnya? Apa
karena mereka tidak tahu? Mereka tahu, tapi parahnya saat ini kaum
Muslimin gak pake buku pedoman yang dihadiahkan Allah kepada mereka,
yakni Al Qur’an. Kaum Muslimin malah ridho pake buku pedoman dari orang
asing, yakni Barat dan antek-anteknya. Analoginya sederhana, mau
mengoperasikan laptop tapi pake buku pedoman mesin cuci. Apa nyambung
kalo kayak gitu? Pastinya gak. Allah sudah menurunkan Al Qur’an sebagai
petunjuk.
Allah swt berfirman:
“Kitab (Al Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa” (TQS. Al Baqarah [2] : 2)
Tetapi saat ini kaum Muslimin justru bangga dengan hukum buatan
manusia. Kaum Muslimin masih cinta buta dengan Demokrasi yang
jelas-jelas menjadikan kedaulatan ada di tangan manusia. Manusia bebas
membuat aturan kehidupan sendiri. Padahal, sebenarnya buku panduannya
sudah ada. Jadi, wajar, sekaffah-kaffahnya Demokrasi diterapkan tetap
aja cacat di sana-sini adalah sebuah keniscayaan. Mau dibenerin kayak
apa juga gak bakalan bisa menyejahterakan. Karena Demokrasi hanyalah
tameng dari sistem yang sebenarnya yakni Kapitalisme-Sekularisme yang
mengukur segala sesuatu dengan materi dan kemanfaatan semata.
Padahal, Allah swt sudah memperingatkan dalam firmanNya :
“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum)
siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang
yakin?” (TQS. Al Maidah [5] : 50)
“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena
perbuatan tangan manusi, supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian
dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang
benar)” (TQS. Ar Ruum [30] : 41)
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya
baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada
hari kiamat dalam keadaan buta.” (TQS. Thahaa [20] : 124)
Dan Allah juga sudah menjanjikan kepada kita jika kita menjadikan aturanNya sebagai pedoman hidup kita.
“Seandainya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa niscaya Kami
bukakan bagi mereka berkah dari langit dan bumi, akan tetapi mereka
malah mendustakan maka Kami pun menyiksa mereka disebabkan apa yang
dulunya mereka upayakan.” (Al-A’raf: 96)
Tapi sob, masalahnya pedoman itu (Al Qur’an) gak bisa diterapkan
tanpa sebuah institusi besar bernama negara karena Al Qur’an itu
mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Trus, ada gak negaranya? Ada
dong. Namanya Daulah Khilafah Islamiyyah. Hanya Khilafah yang pasti akan
menerapkan hukum Allah secara sempurna. Sayangnya, sekarang Khilafah
sedang tidak ada di tengah-tengah kaum Muslimin sehingga kegalauan
mereka bertambah. Tapi, tenang aja karena Allah dan RasulNya sudah
menjanjikan Khilafah bakalan tegak lagi.
Allah swt berfirman :
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara
kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh
akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah
menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan
meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan
dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan
tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang
(tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang
fasik”. (TQS. An Nuur [24] : 55)
Rasulullah saw bersabda :
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung
selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak
untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj
kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan
mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang
menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian
Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan
kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian
Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan
Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”. (H.R. Ahmad)
Nah, sob daripada loe pade galau mikirin hidup yang udah semakin edan
ini, mending balik deh ke Islam. Kaji Islam lebih dalam, sampaikan dan
perjuangkan hingga ia diterapkan dalam sendi-sendi kehidupan. Yosh!
Semangat 1453! [Enlighter1453]
Khairunnisa, January 22th 2013. 20.57
No comments:
Post a Comment