Thursday, December 13, 2012

RINDU 1434 Tahun


Tahun berganti. Tak terasa sudah 1434 tahun berlalu sejak hari kau melakukan perjalanan sucimu. Bukan sekedar menyelamatkan dirimu dan pengikutmu di masa itu, tetapi juga menyelamatkan kaum setelahmu dan mencerahkan dunia ini dengan risalah agung yang kau bawa. Risalah yang berasal dari Tuhan semesta alam.
Ya Rasulullah, semoga keselamatan senantiasa tercurah kepadamu. Wahai kekasih Allah, banyak hal yang terjadi sejak kau meninggalkan kami. Seribu tahun lebih tentu bukan waktu yang sebentar. Dan entah kapan harus menunggu untuk bisa bertemu denganmu. Semakin hari, rindu ini semakin besar. Semakin lama, keinginan untuk bertemu denganmu semakin tak tertahankan, meski hanya mengetahui cerita tentangmu dari apa yang kau wariskan.
Sebelum kau pergi, kau pernah berwasiat bahwa kau meninggalkan dua perkara untuk kami, jika kami berpegang teguh pada dua hal itu, maka kami tidak akan pernah tersesat untuk selamanya, yaitu Al Qur’an dan sunnahmu. Kata terakhir yang kau ucapkan pun akan selalu mengalirkan air mataku. Ummati, ummati, ummati. Ya Rasulullah, betapa kau mencintai kami. Bahkan saat engkau akan pergi pun kau masih mengingat kami. Belum pernah ada cinta yang begitu besar dari manusia dimanapun selain cintamu kepada kami.
Ya Rasulullah, dulu kau juga pernah bersabda:
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”.
Sabdamu benar adanya. Engkau tidak mungkin berbohong. Perkataanmu pasti benar. Empat periode itu telah berlalu. Dan saat ini kami berada di tengah-tengah kekuasaan diktator. Lalu, sabdamu yang lain juga terbukti. Saat ini kami berjumlah sangat banyak. Sudah 1,8 milyar lebih. Namun, kami seperti buih di lautan. Terombang-ambing oleh ombak. Banyak dari umatmu yang terjangkit penyakit wahn seperti yang kau sabdakan dulu. Dunia terlalu jauh memisahkan mereka dengan tujuan hidup mereka yang sebenarnya. Mereka mengejar sesuatu yang sebenarnya akan mereka tinggalkan. Sesuatu yang semu. Mereka mengejar ilusi mereka sendiri. Saat ini banyak dari umatmu yang merasa akan hidup selamanya. Mereka lupa akan kewajiban mereka. Sebuah ide bernama Kapitalisme yang membuat mereka terobsesi dengan dunia ini. Ide lain yang bernama Sekularisme membuat mereka mencampakkan risalahmu dengan mudah karena mereka menganggap Islam hanya terbatas pada tembok masjid saja. Setelah itu, mereka keluar dengan bebas tanpa mau diatur di ruang publik. Kapitalisme-Sekularisme tadi juga ditopang oleh sebuah sistem pemerintahan bernama Demokrasi yang melindungi ide lain lagi yang bernama Liberalisme. Atas nama kebebasan beragama, muncul bermacam-macam aliran sesat. Salah satunya adalah Ahmadiyah yang mengatakan bahwa ada Rasul lain selain engkau. Atas nama kebebasan berpendapat, kau dihina dimana-dimana. Umatmu direndahkan dan dilecehkan. Atas nama kebebasan berkepemilikan, sumber daya alam milik kami dirampok oleh orang-orang kafir penjajah yang menjadi musuh Allah dan musuhmu. Namun, pemimpin kami malah menjadikan mereka sebagai teman setia. Dan atas nama kebebasan berperilaku, saat ini banyak dari wanita muslim mengumbar auratnya dimana-mana, generasi muda yang bebas dengan kenakalan mereka, free sex dimana-mana, pornografi merajalela, belum lagi budaya pop yang sekarang sedang dimunculkan yakni Hallyu. Generasi muda menjadikan fisik semata-mata ukuran untuk menilai seseorang. Mereka mendewakan idola-idola yang hanya bagus dari fisiknya. Mereka ingin terlihat cantik dan sexy demi orang-orang yang tidak mereka kenal di luar sana, akhirnya pelecehan seksual terjadi dimana-mana. Para kaum muda Muslim lebih senang membuat band dan boyband daripada menjadi pemelihara Al-Qur’an dan mendakwahkannya. Mereka bangga memetik gitar di jalan daripada menggunakan usia muda mereka untuk menjadi pejuang Islam. Sungguh kontras sekali dengan generasi cemerlang di 13 abad silam.
Di sisi lain, saudara-saudara mereka sebenarnya membutuhkan uluran tangan mereka. Namun, sebuah sekat bernama Nasionalisme mengikat mereka dengan semboyan Nation State. Mereka bangga berdiri di atas semboyan itu. Ketika panjimu diangkat, mereka menjauh. Mereka seolah tidak tahu itu apa. Bahkan ada beberapa yang takut dengan panji itu. Padahal, dalam setiap sholat mereka mengucapkannya. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari mereka mengingkarinya. Mereka mengharapkan syafaatmu dengan selalu bershalawat kepadamu, tetapi saat diserukan untuk mengikuti jalan yang engkau contohkan, mereka menghindar dan menolak.
Ya Rasulullah, aku takkan bisa membayangkan betapa hancurnya hatimu melihat keadaan ini. Tapi, mungkin itulah yang kau takutkan sejak dulu sehingga air matamu tidak pernah berhenti mengalir saat engkau berdoa untuk kami.
Namun, saat ini ada sebagian kecil dari umatmu yang percaya bahwa bisyarahmu akan menjadi kenyataan, yakni akan kembalinya Khilafah yang mengikuti jalanmu, mengikuti jalan kenabian. Mereka juga meyakini janji Allah dalam firmanNya :
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik” (TQS. An Nuur [24] : 55)
Mereka berjuang siang dan malam tak kenal lelah untuk mengembalikan Khilafah. Mereka berjuang melawan arus kehidupan yang begitu luar biasa. Mereka terasing di tengah dunia yang kata banyak orang sudah modern. Mereka mendapat ujian yang sama dengan yang engkau dan para shahabat dapatkan dulu. Mulai dari penghinaan, fitnah, pengusiran, hingga mereka pun tak luput dari penyiksaan. Beberapa dari mereka akhirnya syahid. Namun, tidak satupun dari mereka yang surut semangat juangnya, bahkan semangat itu bertambah. Mereka semua rindu syahid.
Mereka adalah para pengemban dakwah yang ikhlas. Mengorbankan segalanya demi dakwah untuk menyelamatkan kemuliaan agamamu dan umat yang selalu engkau cintai. Mereka menanggung beban yang lebih dari umatmu yang banyak di luar sana. Mereka ingin menjadi seperti orang-orang dalam sabdamu. Orang-orang yang di hari kemudian akan datang dengan mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka ingin bisa berada di surga yang sama denganmu karena mereka sangat merindukanmu. Itulah jalan yang mereka pilih. Jalan agar bisa bertemu denganmu untuk mengobati rindu 1434 tahun.
Ya Rasulullah, ini yang bisa kami lakukan untuk membuatmu membanggakan kami di hari berbangkit nanti. Ini yang bisa kami lakukan untuk mengobati dukamu. Harap kami selalu agar bisa mendapat syafaat dan bertemu denganmu serta orang-orang mukmin lainnya di surgaNya kelak, aamiinn..
Umatmu yang senantiasa merindukanmu.
December 12th 2012. 11.52 PM

No comments:

Post a Comment