Tahun berganti. Tak terasa sudah
1434 tahun berlalu sejak hari kau melakukan perjalanan sucimu. Bukan sekedar
menyelamatkan dirimu dan pengikutmu di masa itu, tetapi juga menyelamatkan kaum
setelahmu dan mencerahkan dunia ini dengan risalah agung yang kau bawa. Risalah
yang berasal dari Tuhan semesta alam.
Ya Rasulullah, semoga keselamatan
senantiasa tercurah kepadamu. Wahai kekasih Allah, banyak hal yang terjadi
sejak kau meninggalkan kami. Seribu tahun lebih tentu bukan waktu yang
sebentar. Dan entah kapan harus menunggu untuk bisa bertemu denganmu. Semakin
hari, rindu ini semakin besar. Semakin lama, keinginan untuk bertemu denganmu
semakin tak tertahankan, meski hanya mengetahui cerita tentangmu dari apa yang
kau wariskan.
Sebelum kau pergi, kau pernah
berwasiat bahwa kau meninggalkan dua perkara untuk kami, jika kami berpegang
teguh pada dua hal itu, maka kami tidak akan pernah tersesat untuk selamanya,
yaitu Al Qur’an dan sunnahmu. Kata terakhir yang kau ucapkan pun akan selalu
mengalirkan air mataku. Ummati, ummati, ummati. Ya Rasulullah, betapa kau
mencintai kami. Bahkan saat engkau akan pergi pun kau masih mengingat kami.
Belum pernah ada cinta yang begitu besar dari manusia dimanapun selain cintamu
kepada kami.
Ya Rasulullah, dulu kau juga
pernah bersabda:
“Kenabian akan terjadi di
tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah
akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang
mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian
Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan
yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah
akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator
dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika
berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj
kenabian. Kemudian beliau diam”.
Sabdamu benar adanya. Engkau
tidak mungkin berbohong. Perkataanmu pasti benar. Empat periode itu telah
berlalu. Dan saat ini kami berada di tengah-tengah kekuasaan diktator. Lalu,
sabdamu yang lain juga terbukti. Saat ini kami berjumlah sangat banyak. Sudah
1,8 milyar lebih. Namun, kami seperti buih di lautan. Terombang-ambing oleh
ombak. Banyak dari umatmu yang terjangkit penyakit wahn seperti yang kau
sabdakan dulu. Dunia terlalu jauh memisahkan mereka dengan tujuan hidup mereka
yang sebenarnya. Mereka mengejar sesuatu yang sebenarnya akan mereka
tinggalkan. Sesuatu yang semu. Mereka mengejar ilusi mereka sendiri. Saat ini
banyak dari umatmu yang merasa akan hidup selamanya. Mereka lupa akan kewajiban
mereka. Sebuah ide bernama Kapitalisme yang membuat mereka terobsesi dengan
dunia ini. Ide lain yang bernama Sekularisme membuat mereka mencampakkan
risalahmu dengan mudah karena mereka menganggap Islam hanya terbatas pada
tembok masjid saja. Setelah itu, mereka keluar dengan bebas tanpa mau diatur di
ruang publik. Kapitalisme-Sekularisme tadi juga ditopang oleh sebuah sistem
pemerintahan bernama Demokrasi yang melindungi ide lain lagi yang bernama
Liberalisme. Atas nama kebebasan beragama, muncul bermacam-macam aliran sesat.
Salah satunya adalah Ahmadiyah yang mengatakan bahwa ada Rasul lain selain
engkau. Atas nama kebebasan berpendapat, kau dihina dimana-dimana. Umatmu
direndahkan dan dilecehkan. Atas nama kebebasan berkepemilikan, sumber daya
alam milik kami dirampok oleh orang-orang kafir penjajah yang menjadi musuh
Allah dan musuhmu. Namun, pemimpin kami malah menjadikan mereka sebagai teman
setia. Dan atas nama kebebasan berperilaku, saat ini banyak dari wanita muslim
mengumbar auratnya dimana-mana, generasi muda yang bebas dengan kenakalan
mereka, free sex dimana-mana, pornografi merajalela, belum lagi budaya pop yang
sekarang sedang dimunculkan yakni Hallyu. Generasi muda menjadikan fisik
semata-mata ukuran untuk menilai seseorang. Mereka mendewakan idola-idola yang
hanya bagus dari fisiknya. Mereka ingin terlihat cantik dan sexy demi
orang-orang yang tidak mereka kenal di luar sana, akhirnya pelecehan seksual
terjadi dimana-mana. Para kaum muda Muslim lebih senang membuat band dan
boyband daripada menjadi pemelihara Al-Qur’an dan mendakwahkannya. Mereka
bangga memetik gitar di jalan daripada menggunakan usia muda mereka untuk
menjadi pejuang Islam. Sungguh kontras sekali dengan generasi cemerlang di 13
abad silam.
Di sisi lain, saudara-saudara
mereka sebenarnya membutuhkan uluran tangan mereka. Namun, sebuah sekat bernama
Nasionalisme mengikat mereka dengan semboyan Nation State. Mereka bangga
berdiri di atas semboyan itu. Ketika panjimu diangkat, mereka menjauh. Mereka
seolah tidak tahu itu apa. Bahkan ada beberapa yang takut dengan panji itu. Padahal,
dalam setiap sholat mereka mengucapkannya. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari mereka
mengingkarinya. Mereka mengharapkan syafaatmu dengan selalu bershalawat
kepadamu, tetapi saat diserukan untuk mengikuti jalan yang engkau contohkan,
mereka menghindar dan menolak.
Ya Rasulullah, aku takkan bisa
membayangkan betapa hancurnya hatimu melihat keadaan ini. Tapi, mungkin itulah
yang kau takutkan sejak dulu sehingga air matamu tidak pernah berhenti mengalir
saat engkau berdoa untuk kami.
Namun, saat ini ada sebagian
kecil dari umatmu yang percaya bahwa bisyarahmu akan menjadi kenyataan, yakni
akan kembalinya Khilafah yang mengikuti jalanmu, mengikuti jalan kenabian. Mereka
juga meyakini janji Allah dalam firmanNya :
“Dan Allah Telah berjanji kepada
orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh
bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi,
sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan
sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk
mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada
mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir
sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik” (TQS. An
Nuur [24] : 55)
Mereka berjuang siang dan malam
tak kenal lelah untuk mengembalikan Khilafah. Mereka berjuang melawan arus
kehidupan yang begitu luar biasa. Mereka terasing di tengah dunia yang kata
banyak orang sudah modern. Mereka mendapat ujian yang sama dengan yang engkau
dan para shahabat dapatkan dulu. Mulai dari penghinaan, fitnah, pengusiran,
hingga mereka pun tak luput dari penyiksaan. Beberapa dari mereka akhirnya
syahid. Namun, tidak satupun dari mereka yang surut semangat juangnya, bahkan
semangat itu bertambah. Mereka semua rindu syahid.
Mereka adalah para pengemban
dakwah yang ikhlas. Mengorbankan segalanya demi dakwah untuk menyelamatkan
kemuliaan agamamu dan umat yang selalu engkau cintai. Mereka menanggung beban
yang lebih dari umatmu yang banyak di luar sana. Mereka ingin menjadi seperti
orang-orang dalam sabdamu. Orang-orang yang di hari kemudian akan datang dengan
mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka ingin bisa berada di surga yang sama denganmu
karena mereka sangat merindukanmu. Itulah jalan yang mereka pilih. Jalan agar
bisa bertemu denganmu untuk mengobati rindu 1434 tahun.
Ya Rasulullah, ini yang bisa kami
lakukan untuk membuatmu membanggakan kami di hari berbangkit nanti. Ini yang
bisa kami lakukan untuk mengobati dukamu. Harap kami selalu agar bisa mendapat
syafaat dan bertemu denganmu serta orang-orang mukmin lainnya di surgaNya
kelak, aamiinn..
Umatmu yang senantiasa merindukanmu.
December 12th 2012. 11.52 PM
No comments:
Post a Comment