Friday, December 28, 2012

TAHUN BARU: BUDAYA KUFUR DAN SAMPAH!

Moment pergantian tahun begitu sangat dinantikan oleh setiap orang. Tak jarang diantara mereka yang menyambutnya dengan berpesta ria, meniup terompet didetik-detik terakhir pergantian tahun dan lain-lain. Seakan moment tahun baru merupakan moment istimewa yang tak boleh terlewatkan. Sebelum saya melanjutkan penjelasan kenapa perayaan tahun baru adalh budaya kufur dan sampah. Kita simak sejarahnya terlebih dahulu.

Sejarah dan Cara Merayakan di Masa Lampau

Tahun baru adalah suatu perayaan yang menandakan berakhirnya masa satu tahun dan menandai dimulainya hitungan tahun selanjutnya. Kalender Romawi kuno menggunakan tanggal 1 Maret sebagai Hari Tahun Baru. Belakangan, orang Romawi Kuno menggunakan tanggal 1 Januari sebagai awal tahun yang baru. Pada Abad Pertengahan, kebanyakan negara-negara Eropa menggunakan tanggal 25 Maret, hari raya umat Kristen yang disebut Hari Kenaikan Tuhan, sebagai awal tahun yang baru. Hingga tahun 1600, kebanyakan negara-negara Barat telah menggunakan sistem penanggalan yang telah direvisi, yang disebut kalender Gregorian.

Kebanyakan orang di masa silam memulai tahun yang baru pada hari panen. Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan untuk meninggalkan masa lalu dan memurnikan dirinya untuk tahun yang baru. Orang Persia kuno mempersembahkan hadiah telur untuk Tahun Baru, sebagai lambang dari produktivitas.

Orang Romawi kuno saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Bulan Januari mendapat nama dari dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang). Orang-orang Romawi mempersembahkan hadiah kepada kaisar.

Para kaisar lambat-laun mewajibkan hadiah-hadiah seperti itu. Para pendeta Keltik memberikan potongan dahan mistletoe, yang dianggap suci, kepada umat mereka. Orang-orang Keltik mengambil banyak kebiasaan tahun baru orang-orang Romawi, yang menduduki kepulauan Inggris pada tahun 43 Masehi.

Pada tahun 457 Masehi gereja Kristen melarang kebiasaan ini, bersama kebiasaan tahun baru lain yang dianggapnya merupakan kebiasaan kafir. Pada tahun 1200-an pemimpin-pemimpin Inggris mengikuti kebiasaan Romawi yang mewajibkan rakyat mereka memberikan hadiah tahun baru. Para suami di Inggris memberi uang kepada para istri mereka untuk membeli bros sederhana (pin). Kebiasaan ini hilang pada tahun 1800-an, namun istilah pin money, yang berarti sedikit uang jajan, tetap digunakan. Banyak orang-orang koloni di New England, Amerika, yang merayakan tahun baru dengan menembakkan senapan ke udara dan teriak, sementara yang lain mengikuti perayaan di gereja atau pesta terbuka.

Sekalipun tahun baru juga merupakan hari suci Kristiani, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Amerika. Di Amerika Serikat, kebanyakan perayaan dilakukan malam sebelum tahun baru, pada tanggal 31 Desember, di mana orang-orang pergi ke pesta atau menonton program televisi dari Times Square di jantung kota New York, di mana banyak orang berkumpul. Pada saat lonceng tengah malam berbunyi, sirene dibunyikan, kembang api diledakkan dan orang-orang menerikkan “Selamat Tahun Baru” dan menyanyikan Auld Lang Syne.

Menurut Syariah

Benarkah tahun baru harus kita sambut dengan sepesial? Semisal saling mengucapkan ucapan selamat, lewat lisan atau tulisan yang kita tulis di kartu ucapan tahun baru. Sedemikian istimewakah makna tahun baru bagi umat manusia? Coba perhatikan pernyataan Al Imam Ibnu Tammiyah radhiaallahu anhu. Adapun mengucapkan selamat terhadap syiar-syiar keagamaan orang-orang kafir yang khusus bagi mereka, maka hukumnya haram menurut kesepakatan para ulama, seperti mengucapkan selamat terhadap hari-hari besar mereka dan puasa mereka, seperti mengucapkan semoga hari besar ini diberkahi atau ucapan semisalnya dalam rangka hari besar tersebut.

Sedang Umar bin Khatab ra berkata, terkait dengan momentum tahun baru Masehi atau hari-hari besar lain yang merupakan hari-hari besar orang-orang Yahudi dan Nasrani. “Janganlah kalian mengunjungi kaum Musyrikin di gereja-gereja ( rumah-rumah ibadah) mereka pada hari besar mereka, karena sesungguhnya kemurkaan Allah akan turun atas mereka” (HR. Al Baihaqi, no:18640)

“Hindarilah musuh-musuh Allah pada momentum hari-hari besar mereka” (HR.Ibid. no:18641)

Dari kedua hadist tersebut, jelaslah sudah kalau mengucapkan selamat atau ikut serta dalam merayakan hari-hari besar kaum musyrikin (Tahun baru, Natal,Valentine,dll) hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam. Karena moment tahun baru atau moment-moment lainnya merupakan pencampuradukan antara Al Haq dan kebathilan. Yang lebih banyak nilai mudharatnya, ketimbang sisi positifnya. Selain kufur, perayaan tahun baru juga menghabiskan banyak uang dan perilaku hura-hura semisal sex, ugal-ugalan dijalan dan hal ini lah yang menunjukkan akan budaya sampah.

Sebagai umat Islam tentunya kita harus konsisten terhadap keyakinan/akidah yang kita anut, karena sesungguhnya merayakan momen tahun baru itu bukanlah budaya Islam, jadi janganlah sekali-kali terpengaruh dan mengadopsinya menjadi bagian dari budaya kaum muslimin.

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran.” (TQS. Al-Baqarah [2]:109)

Coba perhatikan ayat tersebut ! Sesungguhnya, moment tahun baru itu salah satu tipu muslihat orang-orang musyirikin untuk menyesatkan kaum muslimin dari jalan kebenaran, jalan yang penuh dengan cahaya rahmat dan karunia-Nya. Karena sejatinya, kaum musyirikin itu mengetahui kalau agama Islam adalah agama yang rahmatan lil’alamin, sehingga hati mereka menjadi dengki dan berusaha mengembalikan keyakinan kaum muslimin pada kekafiran agar jauh dari cahaya Allah.

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mentaati orang-orang kafir itu, niscaya mereka akan mengembalikanmu kebelakang ( Kepada kekafiran), lalu jadilah kamu orang-orang yang merugi.” (TQS. Ali Imron [3]: 149)

Berdasarkan penjelasan diatas, terlihat sudah bahwa tahun baru adalah bagian dari perayaan orang kufur. Namun sayang, umat islam saat bagaikan bebek yang sekedar mengikut. Justru seharusnya, kita sebagai umat yang terbaik sebagaimana yang dijanjikan Allah SWT di dalam ayat suci menjadi culture leader yang menciptakan agar mereka (orang kufur) mengikuti budaya kita (Islam). Tentunya, tak ada seorang pun diantara kita yang ingin menjadi orang yang merugi dan amal ibadahnya tertolak oleh Allah Swt. Kalau demikian, mari bersama-sama bersiaga dalam menghalau datangnya budaya kaum musyirikin yang mereka proklamirkan lewat liberalisme, modernitas dan premisivisme budaya.

Lebih baik pada tahun baru ini, kita jadikan sebagai momen untuk menuju perubahan dan kemulian diri dan kemulian kaum muslimin.


(Syabab.com)

Thursday, December 27, 2012

Many people say that first love never die. But in fact, Everytime when someone fall in love. It always turn like the first love.

Mungkin aneh, menulis tentang cinta tengah malam. Yah, namanya juga inspirasi. Datangnya kapan saja, seperti angin yang bertiup tanpa bisa dikendalikan.

Anggaplah aku berteori. Mungkin karena saking amatirnya. Everybody will say that when I suddenly talk about love.

Hanya saja, cinta itu seringkali menjadi wasilah syaithan. Jika tidak cerdas untuk mengendalikannya, semua akan jadi bencana.

Setiap kita diciptakan dengan perasaan itu. Karena itu adalah naluri manusia. Tidak bisa dibunuh. Hanya bisa dikendalikan.

Sayangnya, kita sering lupa. Bahwa ada cinta yang seharusnya dihadirkan setiap detik dalam diri. Dipupuk dan disiram layaknya merawat bunga.

Cinta kepada Allah dan RasulNya. Banyak dari kita yang melupakan mereka. Entah karena tidak pernah bertemu atau sudah terlanjur cinta mati pada dunia ini. Padahal, mereka yang banyak berjasa dalam hidup ini.

Kita mungkin bisa patah hati jika jatuh cinta kepada manusia biasa. Tetapi, ketika mencintai mereka, kita tidak akan pernah patah hati.

Pantaskah kita menukar cinta mereka hanya dengan cinta temporal yang sebenarnya rasanya sama saja?



El Liwa, December 27th 2012. 11.42 PM

Just a carve

“Jika kau tak bisa membunuh perasaan itu, maka kau tidak perlu melakukannya.

Karena kau takkan bisa membunuhnya. Ia takkan pernah bisa hilang dari dirimu.

Karena perasaan itu adalah dirimu.

Kau hanya cukup menyimpannya dan menyegelnya di suatu tempat yang aman.

Percayakan ia kepada Sang Maha Sempurna untuk menjaga agar perasaan itu tidak meledak seperti dulu
dan menghancurkan apa yang sudah susah payah kau bangun.

Ingat, perjuangan ini bukan semata untuk siapa dan untuk apa. Bukan pula karena siapa dan karena apa.

Perjuangan ini adalah warisan yang harus kau pikul di pundakmu tak peduli seberapa berat bebanmu sebelumnya. Ini misimu. Dan kau harus menyelesaikan apa yang sudah kau mulai.

Jangan khawatir karena kau tidak berjuang sendiri. Dia, Yang Maha Perkasa selalu ada untukmu. Allah selalu bersamamu. Begitu pula dengan cinta Nabimu. Cinta yang tak lekang oleh masa meski ia sudah tiada.

Jadilah lebih kuat. Berlatihlah lebih keras. Hadapilah setiap tantangan. Maka kau akan semakin dewasa dan bijak dalam melangkah”.


 
— Nahdah R. Asshafaa

Amerika dan Aliansinya Berpacu dengan Waktu Menyiapkan Koalisi yang Akan Memerintah dan Mendukungnya dengan Inisiatif-Inisiatif Internasional

Al-Islam edisi 635, 28 Desember 2012-14 Shafar 1434 H



بسم الله الرحمن الرحيم

Amerika dan Aliansinya Berpacu dengan Waktu Menyiapkan Koalisi yang Akan Memerintah dan Mendukungnya dengan Inisiatif-Inisiatif Internasional

Hal Itu Karena Khawatir Didahului oleh Al-Khilafah Al-Islamiyah di Pusat Dar al-Islam


Hari-hari ini terjadi eskalasi yang sangat menyolok dari inisiatif-inisiatif politik untuk menyelesaikan krisis Suriah. Yang mutakhir adalah inisiatif Erdogan seperti dikutip oleh berbagai media massa pada 17 dan 18 Desember 2012, dan masih terus berlanjut. Ini menunjukkan berbagai lingkaran politik telah mulai serius. Tingkat keseriusan itu makin tinggi, sebab Moskow yang terkenal dengan sikapnya yang berdiri di samping rezim Suria dengan begitu kuat, justru menganggap inisiatif Erdogan itu “inovatif” dan tidak menolaknya seperti kebiasaannya selama ini! Hal paling menonjol dalam rencana itu adalah “Bashar turun dari kekuasaan pada tiga bulan pertama tahun 2013 dan kekuasaan pada masa transisi diserahkan kepada Koalisi Nasional …”

Keseriusan itu makin bertambah dengan pernyataan al-Shara’, wakil presiden Suria, dalam wawancaranya dengan al-Akhbar al-Lubnaniyah pada 15 Desember 2012 dan dipublikasikan oleh berbagai media masa pada tanggal 17 Desember 2012. Al-Shara’ mengatakan, “Wajib membela eksistensi Suria dan bukannya melancarkan peperangan demi seseorang atau rezim”. Karena Amerika adalah pihak yang memelihara rezim dan simbol-simbol rezim, maka al-Shara’ tidak akan mengeluarkan pernyataan itu tanpa lampu hijau dari Amerika. Ini semua menunjukkan adanya kesamaan tujuan antara pernyataan al-Shara’ dengan inisiatif Erdogan yang akan menyerahkan pemerintahan kepada Koalisi dalam rencana dekatnya, dan mungkin saja al-Shara’ mendapat bagian di dalamnya …!
Semua isyarat itu menunjukkan keseriusan yang lebih besar atas berbagai inisiatif, khususnya inisiatif Erdogan. Amerika dan sekutunya telah menyiapkan suasana untuk inisiatif-inisiatif ini sejak perekayasa Amerika, duta besar Ford, menghasilkan Koalisi pada 11/11/2012 … Sejak saat itu, Amerika dan sekutunya bekerja serius untuk menyiapkan suasana bagi Koalisi melalui berbagai bantuan … dan dengan berbagai pengakuan. Amerika secara rahasia telah mengakui Koalisi sejak didirikan, dan memberi pengakuan secara terbuka tanggal 12 Desember 2012 pada malam Konferensi Marakesh. Pada hari berikutnya, 13 Desember 2012, pengkauan itu diikuti oleh pengakuan dari berbagai negara yang berkumpul, jumlahnya lebih dari seratus! Seolah-olah mereka menunggu izin dari Amerika untuk melakukan hal itu! Semua ini bertujuan agar Koalisi menjadi antek pengganti, yang menggantikan antek lama, Bashar! Antek lama, Bashar, sudah hampir selesai perannya, maka mereka melemparkannya ke keranjang sampah seperti yang dilakukan terhadap kelompoknya sebelumnya.

"Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan". (TQS al-An’am [6]: 129)
Begitulah, mereka adalah antek-antek yang mengkhianati Allah, Rasul-Nya dan kaum Mukmin, karena kerakusannya terhadap “perhiasan” yang dilemparkan oleh tuan-tuannya; atau karena harapan atas janji yang membangkitkan angan-angannya, sebagaimana setan memberi janji kepada para pengikutnya dan membangkitkan angan-angan mereka.

"Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka". (TQS an-Nisa’ [4]: 120)
 
Amerikalah yang ada di belakang inisiatif itu. Erdogan dan rezimnya adalah garis depan politik Amerika di Suria. Dimilai dari (inisiatif) Majelis Nasional pada 2 Oktober 2011, lalu Koalisi Nasional pada 11 November 2012, Majelis Anatolia Militer pada 8 Desember 2012 dan berbagai majelis serupa, hingga Koalisi saat ini! Akan tetapi yang menghantui Amerika dan sekutunya adalah mereka sadar bahwa Koalisi atau majelis-majelis yang mereka bentuk di luar negeri itu tidak memiliki dukungan publik di dalam negeri di antara orang-orang yang mengusung panji Rasul SAW, orang-orang revolusioner ash-Shadiqun yang membela masyarakat menghadapi rezim yang sempoyongan hampir tumbang.

Karena itu, sangat mungkin Amerika akan meminta resolusi dari Dewan Keamanan untuk mengirimkan kekuatan internasional guna melindungi Koalisi setelah kekuasaan Bashar dialihkan kepada Koalisi. Juga tidak menutup kemungkinan pendahuluan yang digunakan untuk mengeluarkan resolusi itu adalah berbagai pembicaraan tentang senjata kimiawi, diangkatnya masalah penyelesaian problem-problem keamanan pasca Bashar, kebisingan penempatan rudal Patriot dan tuduhan terorisme terhadap beberapa gerakan Islam di Suria, padahal Amerika lah gembong terorisme di dunia!

Wahai kaum Muslimin, wahai orang-orang revolusionerash-Shadiqun. Sesungguhnya darah-darah Anda yang tertumpah dan pengorbanan yang tercurah, tidak layak disia-siakan begitu saja, dengan hasil penerapan sistem republik sekuler demokrasi sipil, apapun nama dan sebutannya. Sistem itu adalah buatan manusia; sistem yang menjadi penyebab bencana dan derita di negeri-negeri kaum Muslimin yang terus mendera… Maka jangan beri kesempatan kepada Amerika, beserta sekutu dan Koalisinya untuk merealisasi angan-angan jahatnya di negeri Syam, pusat Dar al-Islam. Apalagi kemenangan telah hampir datang, dan dengan izin Allah tidak dikhawatirkan hilang. Armada Anda terus bergerak maju dan sebaliknya kelompok Bashar dan kaki tangannya terus mundur. Dan kemenangan itu bersama kesabaran… Anda telah membebani jiwa-jiwa Anda untuk mengalahkan keinginan beristirahat, agar Anda layak meraih kemuliaan dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin bumi Syam layak dipelihara berdasarkan selain Islam?

]أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ[
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah [5]: 50)
Dan bagaimana mungkin warga Syam merasakan keamanan, keselamatan, dan ketenteraman di dalam sistem selain Islam?

]فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَى&وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا[
Maka barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit (TQS Thaha [20]: 123-124)

Wahai kaum Muslimin, wahai orang-orang revolusionerash-Shadiqun. Yang ada hanyalah satu dari dua tenda: tenda keimanan yang di dalamnya tidak ada kemunafikan dan tenda kemunafikan yang di dalamnya tidak ada keimanan. Maka jangan beri kesempatan pada kaum kafir penjajah dan antek-anteknya, untuk berhasil menobatkan Koalisi di pemerintahan republik demokratis sekuler. Jika itu terjadi, Anda akan kembali ke rezim yang Anda telah keluar darinya. Rezim dengan wajah yang dirias untuk mempercantiknya, dengan antek baru pengganti antek yang lama… Pada saat itu Anda akan kembali mengalami kezaliman dan penderitaan yang telah diperingatkan kepada Anda. Darah-darah Anda akan mengadu kepada Penciptanya. Pengorbanan-pengorbanan Anda akan memperkarakan Anda kepada Zat yang di sisi-Nya tidak ada seorang pun yang dizalimi. Maka Anda akan merugi dan menyesal di mana ketika itu penyesalan tidak ada gunanya. Anda akan menjadi seperti seorang perempuan yang mengurai kembali benang yang sudah dipintalnya menjadi cerai berai!
Maka kerahkanlah segenap daya upaya agar tenda keimanan berhasil tegak, yaitu tenda para pejuang al-Khilafah, tenda kebenaran, keikhlasan, dan kemuliaan.

]وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لاَ يَعْلَمُونَ[
Dan kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mu’min, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (TQS al-Munafiqun [63]: 8)
Yaitu kemah sebaik-baik umat yang telah dikeluarkan untuk umat manusia …

 Wahai kaum Muslimin, wahai orang-orang revolusionerash-shadiqun. Sesungguhnya Hizbut Tahrir berasal dan bagian dari Anda serta bersama Anda. Hizbut Tahrir mengulurkan tangannya meminta nushrah dari setiap orang mukhlis pemilik kekuatan untuk menegakkan al-Khilafah ar-Rasyidah pasca pemerintahan dikatator ini, sebagaimana yang telah disampaikan kabar gembiranya oleh Rasulullah SAW:

«…ثُمَّ تَكُونُ جَبْرِيَّةً، فَتَكُوْنُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُوْنَ، ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا، ثُمَّ تَكُوْنُ خِلاَفَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ»
… kemudian ada penguasa diktator dan dia akan tetap ada sesuai kehendak Allah, kemudian Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya, kemudian ada khilafah yang berjalan mengikuti manhaj kenabian(HR Ahmad dan ath-Thayalisi)

Anda adalah pemilik kekuatan, maka tolonglah Islam dan pemeluknya, tolonglah para pejuang al-Khilafah. Jadilah seperti kaum Anshar yang menolong Allah SWT dan Rasul-Nya SAW, sehingga Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. ‘Arsy ar-Rahman bergetar karena kematian pemimpin mereka, Sa’ad bin Mu’adz. Dan para Malaikat berjalan mengiringi jenazahnya. Semua itu merupakan penghormatan untuk aktifitas agung ini yang dilakukan oleh Sa’ad dan kaumnya; yaitu menolong Allah, rasul-Nya dan kaum Mukmin untuk menegakkan hukum Islam.

Sesungguhnya pemimpin itu wahai warga Syam, tidak membohongi warganya. Dan sesungguhnya Hizbut Tahrir memberi kabar gembira kepada Anda dan memperingatkan Anda dengan firman Allah SWT:

]يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ[
Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.(TQS Muhammad [47]: 7)

Hizbut Tahrir mengingatkan Anda dengan firman Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa:

]وَلاَ تَرْكَنُوْا إِلَى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا فَتَمَسَّكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ مِنْ أَوْلِيَاءَ ثُمَّ لاَ تُنْصَرُوْنَ[
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan.(TQS Hud [11]: 113)
 
Maka ikatlah perjanjian dengan Allah atas kabar gembira dan peringatan itu. Dan hendaklah Anda bersama orang-orang yang benar (ash-Shadiqun). Allah bersama Anda dan tidak akan menyia-nyiakan amal-amal Anda.


5 Shafar 1434
19 Desember 2012

Hizbut Tahrir


source : hizbut-tahrir.or.id

Monday, December 24, 2012

Allah SWT ‘Merindukan’ Tobat Kita

Allah SWT tentu benci terhadap hamba-Nya yang bermaksiat kepada-Nya. Namun sebaliknya, Allah SWT amat suka dan bergembira terhadap orang-orang yang segera bertobat dari dosa dan kemaksiatannya. Allah SWT bahkan menegaskan, bahwa ampunan-Nya bagi orang-orang yang mau bertobat adalah selalu lebih besar dari dosa-dosanya.
Dalam hal ini, Rasulullah SAW, sebagaimana dinyatakan oleh Anas bin Malik ra pernah bersabda, bahwa Allah SWT telah berfirman:

Hai anak Adam, sesungguhnya kamu adalah sesuai dengan apa yang kamu panjatkan dan harapkan kepada Diri-Ku. Aku mengampuni kamu atas dosa-dosa yang telah kamu lakukan dan Aku rela. Hai anak Adam, andai dosa-dosamu memenuhi seluruh langit, lalu kamu memohon ampunan-Ku, pasti Aku mengampuni kamu. Hai anak Adam, sesungguhnya kamu, andai kamu mendatangi Aku dengan memikul dosa-dosa sepenuh bumi, kemudian kamu menjumpai Aku dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan apapun, pasti Aku akan mendatangi kamu dengan ampunan sepenuh bumi pula.” (HR at-Tirmidzi, hadis hasan-shahih).
Dalam nada yang sama, Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan Abu Dzarr ra, bahwa Allah SWT telah berfirman:

“Siapa saja yang mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Siapa saja yang mendekat kepada-Ku sedepa, Aku mendekat kepadanya sejengkal. Siapa saja yang mendatangi-Ku dengan berjalan, Aku akan mendatanginya dengan berlari. Siapa saja yang menjumpai-Ku dengan memikul dosa sepenuh bumi—selama dia tidak menyekutukan Aku dengan apapun—maka aku akan menjumpainya dengan membawa ampunan sepenuh bumi pula.”(HR Muslim).
Anas juga berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

"Demi Zat yang jiwaku ada di tangan-Nya, andai kalian berbuat dosa hingga dosa-dosa kalian memenuhi langit dan bumi, kemudian kalian memohon ampunan kepada Allah, maka pasti Allah mengampuni kalian.’” (HR Ahmad).
Abu Hurairah rajuga menuturkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jala, saat menciptakan makhluk, Dia menuliskan pada makhkuk itu di atas ‘Arsy-nya: Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku.” (HR Muslim).
Karena itulah Rasulullah SAW memberikan petunjuknya secara berulang kepada manusia untuk segara bertobat dari dosa-dosa. Ampunan Allah SWT kepada mereka merupakan rahmat-Nya kepada mereka. Di antara petunjuk Rasulullah SAW tersebut adalah sabdanya, sebagaimana dituturkan oleh Abu Dzarr bahwa Allah SWT telah berfirman: 

“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kalian berbuat kesalahan malam dan siang hari, sementara Aku mengampuni dosa-dosa seluruhnya. Karena itu, minta ampunlah kepada-Ku, pasti Aku mengampuni kalian.” (HR Muslim).
Abu Hurairah menuturkan dari Rasulullah SAW kisah dari penuturan Allah SWT sendiri yang berfirman: 

“Hamba-Ku berbuat suatu dosa. Ia lalu berkata, ‘Ya Allah ampunilah aku atas dosa-dosaku.” Allah SWT berfirman, ‘Hamba-Ku berbuat suatu dosa dan dia tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dan menghapus dosa-dosa.’ Lalu dia kembali berbuat dosa. Kemudian ia pun kembali berkata, ‘Ya Allah ampunilah aku atas dosa-dosaku.’” Allah SWT berfirman,“Hamba-Ku berbuat suatu dosa dan dia tahu bahwa dia memiliki Tuhan yang mengampuni dan menghapus dosa-dosa. Lakukanlah apa pun sekehendak kamu maka sesungguhnya Aku pasti mengampunimu.” (HR Muslim).
Karena itulah, Rasulullah SAW menyuruh kita untuk banyak bertobat kepada Allah SWT, sebagaimana sabdanya:  

“Wahai manusia, bertobatlah kalian kepada Allah SWT dan mintalah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya aku bertobat kepada Allah dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” (HR Muslim).
Tentu, Rasul bertobat bukan karena dosa-dosanya, karena beliau terpelihara dari dosa-dosa. Tobat beliau tidak lain merupakan bentuk makrifat beliau kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW juga bersabda, sebagaimana penuturan Abu Musa al-Asy’ari: 

“Sesungguhnya Allah melapangkan tangannya pada malam hari untuk menerima tobat pelaku kemaksiatan pada siang harinya dan melapangkan tangan-Nya pada siang hari untuk menerima tobat pelaku kemaksiatan pada malam harinya.” (HR Muslim).
Rasulullah SAW, sebagaimana penuturan Abu Hurairah ra juga berkata:

“Siapa saja yang bertobat sebelum matahari terbit dari tempat terbenamnya, Allah pasti menerima tobatnya.” (HR Muslim).

Selain itu, sesungguhnya dosa yang diiringi dengan istighfar akan menambah makrifat kepada Allah, pengakuan atas penghambaan kepada-Nya dan menambah upaya merendahkan diri di hadapan-Nya. Hal demikian lebih Allah cintai daripada ketaatan yang diiringi dengan sikap ujub dan lalai.

Alhasil, di penghujung tahun ini, dan dalam rangka menyongsong awal tahun depan, marilah kita segera bertobat, dengan tawbatan nashuha. Sesungguhnya Allah SWT akan selalu ‘merindukan’ tobat kita. (mediaumat.com, 24/12)

Khilafah Kunci Kemuliaan Perempuan

[Al Islam 636] Sistem pemerintahan yang diberlakukan sekarang –yakni Kapitalis Sekuler– telah nyata gagal memberikan kesejahteraan. Seorang perempuan yang sejatinya adalah seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, dalam sistem kapitalis telah berubah menjadi mesin ekonomi. Dalam sistem kapitalis, perempuan bekerja bukan karena mengakomodir jargon kesetaraan gender, namun alasan utama pemanfaatan jasa mereka lebih pada hitung-hitungan ekonomi. Pudjiwati Sayogjo (1989), pakar Sosiologi Pedesaan IPB, menyatakan bahwa memperkerjakan perempuan lebih menguntungkan. Selain teliti, tekun dan sifat-sifat lain yang umumnya menjadi ciri khasnya, tenaga kerja perempuan dipandang lebih penurut dan murah sehingga secara ekonomis lebih menguntungkan bagi pengusaha.
Fenomena TKI makin menunjukkan nasib tragis kaum perempuan di Indonesia. Kasus-kasus pilu TKI bertahun-tahun terus disuguhkan kepada publik. Namun hal itu belum cukup menggerakkan kemauan penguasa untuk total menghentikan ekspor TKI. Walaupun banyak pihak berteriak agar pengiriman TKI ditutup, pemerintah hanya melakukan moratorium sementara. Lagi-lagi motif ekonomi lebih melatarbelakangi kenekadan pemerintah itu. Kontribusi buruh migran cukup besar dalam memberikan sumbangan devisa negara. Data Depnakertrans tahun 2006, menunjukkan dari 680.000 TKI di luar negeri, sebanyak 541.708 (79,6%) di antaranya adalah TKW. Menurut data BNP2TKI, selama Januari-Juni 2012 saja jumlah remitansi atau kiriman uang TKI sebanyak US$ 3,390 miliar atau setara Rp 32,428 triliun – dengan nilai tukar Rp 9.500 per dolar AS.

Derita Ibu Tanpa Khilafah
Perempuan yang seharusnya menjadi pembuat ketenangan dan ketentraman keluarga, penjaga anak-anak dan pengurus rumahtangga, akhirnya dibebani tanggungjawab ‘menyelamatkan’ kondisi ekonomi keluarga. Sifat kasih sayang yang telah Allah lekatkan kepada para ibu terkikis seiring interaksi yang terus berkurang akibat mereka meninggalkan rumah. Bahkan tak jarang dalam hitungan tahun mereka tidak bertemu dengan anak-anaknya karena menjadi TKW.
Saat bekerja, para perempuan, kaum ibu ini rentan penganiayaan. Berbagai kezaliman mereka rasakan, gaji tidak dibayar, dilecehkan, disiksa, diperkosa, bahkan dibunuh. Fungsi ibu sebagai ‘madrasah pertama’ bagi putera-puteri mereka tidak berjalan. Pendidikan Aqidah, Syari’ah, Akhlak dan pembentukan kepribadian anak yang wajib dilakukan oleh ibu tidak terjadi. Pengontrolan intensif setiap hari terhadap perkembangan naluri dan jiwa anak terabaikan.
Kenikmatan seorang ibu saat menjalani fungsi merawat, mendidik, menjaga dan melindungi serta pendidikan anak tidak didapat. Kebanggaan mereka menjadi ibu sejati tidak bisa dirasakan. Yang ada hanyalah kesedihan karena tidak bisa melakukan berbagai fungsinya. Ibu tidak bisa merasakan ungkapan rasa terima kasih dari anak-anak mereka. Terkadang justru yang diterima adalah berbagai tuntutan dan kecaman dari anak yang kurang mendapatkan kasih sayang. Sungguh menyedihkan.
Dampak lanjutannya adalah fungsi kepemimpinan (qowwam) suami pun pada akhirnya terus terkikis, makin lama akan hilang. Ketaatan istri kepada suami tidak lagi dijadikan sebagai bentuk kewajiban dan hormat seorang istri kepada suaminya. Bahkan suami akhirnya tidak lagi merasa berkewajiban memberi nafkah kepada istrinya, karena sang istri dianggap sudah sanggup menghidupi dirinya.
Akibatnya ikatan persahabatan suami-istri berubah menjadi ikatan yang sifatnya formalitas belaka. Struktur keluarga pun mulai goyah. Peran yang seharusnya dimainkan oleh anggota keluarga tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya, ayah sebagai kepala keluarga yang berkewajiban memenuhi nafkah keluarga tidak lagi berjalan. Di lain pihak, istri yang seharusnya ia berperan sebagai sahabat suami dan berkhidmat kepada suaminya semata karena Allah, tidak lagi ada. Kondisi yang tidak harmonis ini tak jarang berakhir pada perceraian. Istri tiba-tiba menjadi kepala keluarga, dan seolah menjadi ‘wali’ bagi anak-anak mereka. Posisi yang ditetapkan Islam berada di pundak laki-laki dipaksa beralih ke pundak perempuan. Ini adalah kondisi abnormal yang menyalahi fitrah perempuan itu sendiri. Kondisi ini terjadi karena Islam tidak diterapkan dalam kehidupan.

Khilafah Memuliakan dan Menyejahterakan
Dari semua fakta itu sangat jelas bahwa ide kapitalis-liberal telah gagal menyelesaikan persoalan perempuan. Sebalinya justru telah sukses menjerumuskan perempuan ke dalam jurang kejahiliyahan dan kegelapan. Betapa tidak, kondisi kaum perempuan saat ini tidak banyak berbeda dengan nasib perempuan sebelum Islam datang. Apakah kita masih ingin tetap berada dalam kegelapan dengan terus berharap pada sistem yang rusak ini? Allah SWT telah memperingatkan kita:
] وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا… [
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit … (TQS. Thaha [20]:124)

Imam Ibn Katsir menjelaskan maknanya: ”Siapa yang menyalahi ketentuan-Ku, dan apa yang Aku turunkan kepada rasul-Ku, berpaling darinya dan berpura-pura melupakannya serta mengambil dari yang lain sebagai pentunjuknya, maka baginya kehidupan yang sempit yakni di dunia.” (Imam Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’ân al-’Azhîm).
Karena itu sudah saatnya kita bergerak membangunkan umat dari keterlenaan. Kegelapan ini tidak akan pernah beranjak dari umat secara keseluruhan, selama umat Islam terus meninggalkan aturan-aturan dari Allah dan Rasul-Nya. Umat akan merasakan kemuliaan dan meraih kemenangan seperti generasi kaum muslim sebelumnya hanya jika umat Islam menerapkan aturan Allah dan Rasul-Nya yaitu hukum-hukum Islam secara kaffah dalam naungan Daulah Khilafah.
Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada hukum yang lebih baik dari hukum-hukum Islam. Allah SWT berfirman:
] أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ [
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah [5]:50)

Maka, solusi mendasar dari semua persoalan yang kita hadapi sekarang –yang menyebabkan keterpurukan– ini hanyalah dengan mencampakkan sistem yang rusak dan kembali kepada sistem yang mampu memberi jaminan penyelesaian secara tuntas dan adil, yakni sistem yang berasal dari Zat Yang Maha Sempurna dan Maha Adil, tidak lain adalah sistem Islam. Sistem Islam telah terbukti selama berabad-abad membawa umat ini pada kemuliaan dan martabatnya yang hakiki sebagai khayru ummah. Sistem Islam juga terbukti mampu menjadi motor peradaban dan membawa rahmat bagi seluruh manusia.
Islam memiliki aturan yang komperehensif yang menjamin keadilan bagi siapapun termasuk perempuan. Hanya sistem Islam yang memberi solusi atas setiap persoalan kehidupan yang berangkat dari pandangan yang universal mengenai perempuan. Yakni pandangan yang melihat perempuan sebagai bagian dari masyarakat manusia, yang hidup berdampingan secara harmonis dan damai dengan laki-laki dalam kancah kehidupan ini.
Islam telah menetapkan hukum-hukum syara’ dengan sangat rinci dan detil. Dengan hukum-hukum syara’ inilah, semua persoalan perempuan akan diselesaikan secara tuntas dan adil. Kemuliaan perempuan juga akan terjaga. Hal ini sejalan dengan pandangan Islam yang menetapkan peran dan posisi yang strategi dan mulia bagi perempuan, yakni sebagai pendidik dan penjaga generasi. Dan Islam menetapkan fungsi negara untuk menjamin agar peran dan posisi strategis dan mulia perempuan melalui penerapan hukum-hukum syara’ secara utuh dan konsisten. Hukum Islam yang total ini tidak akan berfungsi dengan sempurna kecuali hanya dalam wadah institusi Daulah Khilafah Rasyidah ’ala minhaj an-nubuwwah.
Khilafah Islam, tidak saja mempersiapkan kaum perempuan kompeten menjadi Ibu dan pengelola rumah tangga, namun juga mempersiapkan kaum perempuan agar mampu menjalankan berbagai fungsi publik yang disyariatkan baginya. Misal sebagai anggota parpol, anggota majelis umat, dokter, guru, perawat, bidan, serta berbagai keahlian lain yang selaras dengan fitrah perempuan dan penting bagi eksistensi kepemimpinan peradaban Islam.
Dalam sistem Khilafah, umat hidup dalam ketenangan dan rasa aman, karena Khalifah akan memberikan perlindungan dan pertolongan kapan saja. Tidak dijumpai pada masa Khilafah berbagai tindak kekerasan dan pelecehan, apalagi kepada perempuan, seperti yang terus terlihat saat ini.

Wahai Kaum Muslimin
Sudah saatnya umat negeri ini sadar, termasuk para pemimpinnya, bahwa sistem pemerintahan yang diterapkan saat ini telah gagal menyejahterakan, bahkan membuat perempuan terhinakan. Jalan terbaik satu-satunya adalah kembali ke jalan Islam. Jalan yang menjanjikan kemuliaan manusia sebagai individu maupun umat, melalui penerapan aturan Islam secara kaffah dalam wadah Khilafah Islamiyah. Aturan-aturan Islam inilah yang akan menyelesaikan berbagai persoalan manusia secara adil dan menyeluruh, termasuk masalah kemiskinan berikut dampak turunannya. Dalam sistem ini, para penguasa dan rakyat akan saling menjaga dan mengukuhkan dalam melaksanakan ketaatan demi meraih keridhaan Allah. Maka sudah saatnya kapitalisme segera kita campakkan dan Syari’ah Islam kita terapkan dalam bingkai Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-nubuwwah.
] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ [
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu (TQS al-Anfal [8]: 24)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb.[]

Thursday, December 13, 2012

Terinspirasi Dari SNSD (Bukan Seo Nyeo Shi Dae Atau Girls Generation); tapi Senang Ngaji Semangat Dakwah

Dakwah memang bukanlah jalan yang mudah. Bahkan sejak awal, sudah dijelaskan resikonya. Karena Rasulullah saw. pun seperti itu. Bahkan, beliau lebih parah keadaannya.
Merasakan dakwah kampus merupakan sebuah anugerah tersendiri. Kenapa? Karena kampus jauh berbeda dengan masyarakat. Dunia itu tidak bisa dibilang sempit, tapi juga tidak bisa dibilang luas. Isinya adalah orang-orang dengan tingkat pendidikan di atas rata-rata. Mungkin, banyak yang berpikir, tentu akan mudah mendakwahi mereka. Tapi, tunggu dulu. Dakwah yang seperti apa dulu. Yang namanya dakwah, tidak semudah mengedipkan mata. Apalagi dakwah untuk mengubah mafhum (pemahaman). Lebih sulit daripada memindahkan bumi ke galaksi sebelah *maaf, penulis sedang terserang virus lebaynis kronis*
Dakwah untuk mengubah pemahaman lewat aktivitas mengajak berfikir tidaklah semudah yang diucapkan. Banyak faktor yang mempengaruhinya. Apalagi di fakultas saya, yang notabene-nya adalah corongnya Sepilis (Sekularisme-Pluralisme-Liberalisme). Penolakan tidak jarang terjadi. Teman-teman juga tidak tertarik dengan dakwah kami. Apalagi yang kami sampaikan selalu ada bau politiknya. Makin ilfeel-lah mereka. Teman-teman di fakultas saya, senangnya yang happy-happy aja. Kalo ngomongin soal trend, budaya pop, seperti anime, manga dan teman-temannya pasti nyambung. Apalagi kalo ngomongin film atau dorama. Belum lagi sekarang booming hallyu wave alias gelombang Korea. Wuihh, menjamur dah tuh yang namanya fandom. Segala jenis boyband dan girlband ada. Dan segala jenis dance cover merajalela. Gedung fakultas selain jadi tempat kuliah juga jadi tempat latihan dance cover. Belum lagi yang metik-metik gitar dan nyanyi-nyanyi gak jelas pas adzan maghrib berkumandang. Mirisnya, yang ngelakuin itu semua adalah Muslim. Hati saya menangis terbahak-bahak *eh, salah. Tersedu-sedu maksudnya* akibat ulah mereka. Apalagi jika saya tidak bisa berbuat apa-apa. Melihat teman-teman muslimah yang sangat sulit diajak ke acara pengajian dan majelis ilmu lainnya. Mereka lebih senang jalan-jalan ke mall, ikut gathering fans KPOP, dance cover atau sekedar ngadem di kosan, baca komik *yang gak jarang komik porno atau homo atau lesbi*, nyetel musik kenceng-kenceng dan nyumbat telinga pake earphone atau headset sampai-sampai suara adzan gak kedengeran. Dan rata-rata mereka semua pakai kerudung.
Dulu, waktu masih jahiliyyah, saya selalu beranggapan kalau image cewek berkerudung itu adalah alim, kalem, anggun, dsb. Saya pun akhirnya susah sekali untuk bisa pakai kerudung apalagi jilbab *baju terusan/gamis* boro-boro pake jilbab, pake rok aja susahnya minta ampun. Butuh 1001 jurus untuk bisa bikin saya pake rok keluar rumah. Saya selalu menganggap diri saya maskulin sih, jadinya mikir 1001 kali untuk pake kerudung *Takut maskulinnya hilang karena harus berubah jadi anggun* Tapi, Alhamdulillah Allah sayang banget sama saya. Masih mau nunjukkin saya hidayah *terima kasih untuk kakak tercinta yang sabar menghadapi adiknya yang bandel ini. Sekarang saatnya membalas budi* Dan sekarang setelah resmi menjadi jilbaber dan kerudunger *ih, apaan sih?* saya akhirnya paham, bahwa waktu itu ekspektasi saya berlebihan. Sekarang mah semua sama aja. Yang kerudungan sama gak kerudungan sama-sama jongkok pemahamannya tentang Islam. Sama-sama doyan berbuat maksiat dan enggan untuk diseru ke jalan perubahan. Kerudung Cuma jadi trend aja. Gak lebih. Parahnya, rata-rata kerudungnya gak syar’i dan sekedar mencukupkan pada kerudung aja. Jilbabnya lupa entah kemana. Kadang yang bikin miris adalah mereka pake kerudung hanya pas di kampus, setelah itu say goodbye to their khimar. Naudzubillah.
Nah, back to laptop. Itu tadi sekilas tentang fakultas saya. Mungkin, di fakultas lain juga 11-12. Tapi, fakultas saya beda soalnya selalu aja apa-apa dikaitkan dengan budaya dan pluralitas Indonesia Raya. Jadi, di sana hampir tidak ada sekat agama. Identitas Muslim hampir tidak terlihat. Saya jadi bingung. Untung aja Muslimahnya masih ada yang mau pake kerudung, meskipun masih jauh dari apa yang Allah perintahkan.
Dua tahun berada di sana, membuat saya berpikir panjang. Apa ya yang bisa menarik perhatian mereka biar mau belajar Islam, mengamalkannya dan memperjuangkannya? Dan baru beberapa waktu yang lalu saya bisa memikirkannya berkat saran dari seseorang *thanks to her ^_^*
Ya, fakultas saya itu tidak bisa di treatment dengan cara biasa. Harus dengan cara abnormal. Dan saya harus jadi sedikit lebih “gila” untuk merumuskan treatment itu.
Sebelumnya, saya mendapatkan sebuah akronim lewat sebuah berita di salah satu website. SNSD. Sebenarnya itu adalah akronim dari sebuah girlband Korea, Seo Nyeo Shi Dae atau Girls Generation. Tapi, di sebuah acara, akronim tersebut akhirnya diubah 180 derajat menjadi Senang Ngaji, Semangat Dakwah. Benar-benar kreatif, pikir saya waktu itu. Dan akhirnya saya mendapat saran untuk bisa mencoba yang semacam itu.
Setelah semalaman suntuk mencari dan mengonsep acara *sampai kebawa mimpi* untuk memudahkan dakwah di fakultas, Alhamdulillah akhirnya ketemu satu konsep acara baru. Tapi, belum bisa terealisasi secepatnya. Masih butuh banyak penambahan dan persiapan agar uslub tersebut bisa efektif. Semoga, bisa berguna untuk semester depan dan suksesi acara besar tahun depan, aamiinn. Road to Muktamar Khilafah Jatim 2013. Bismillah, HMS 1453! ^_^

Jzk khairan katsir untuk Ustdzh Reni Y. ^_^
Khairunnisa, December 13th 2012. 12.25 AM.

RINDU 1434 Tahun


Tahun berganti. Tak terasa sudah 1434 tahun berlalu sejak hari kau melakukan perjalanan sucimu. Bukan sekedar menyelamatkan dirimu dan pengikutmu di masa itu, tetapi juga menyelamatkan kaum setelahmu dan mencerahkan dunia ini dengan risalah agung yang kau bawa. Risalah yang berasal dari Tuhan semesta alam.
Ya Rasulullah, semoga keselamatan senantiasa tercurah kepadamu. Wahai kekasih Allah, banyak hal yang terjadi sejak kau meninggalkan kami. Seribu tahun lebih tentu bukan waktu yang sebentar. Dan entah kapan harus menunggu untuk bisa bertemu denganmu. Semakin hari, rindu ini semakin besar. Semakin lama, keinginan untuk bertemu denganmu semakin tak tertahankan, meski hanya mengetahui cerita tentangmu dari apa yang kau wariskan.
Sebelum kau pergi, kau pernah berwasiat bahwa kau meninggalkan dua perkara untuk kami, jika kami berpegang teguh pada dua hal itu, maka kami tidak akan pernah tersesat untuk selamanya, yaitu Al Qur’an dan sunnahmu. Kata terakhir yang kau ucapkan pun akan selalu mengalirkan air mataku. Ummati, ummati, ummati. Ya Rasulullah, betapa kau mencintai kami. Bahkan saat engkau akan pergi pun kau masih mengingat kami. Belum pernah ada cinta yang begitu besar dari manusia dimanapun selain cintamu kepada kami.
Ya Rasulullah, dulu kau juga pernah bersabda:
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”.
Sabdamu benar adanya. Engkau tidak mungkin berbohong. Perkataanmu pasti benar. Empat periode itu telah berlalu. Dan saat ini kami berada di tengah-tengah kekuasaan diktator. Lalu, sabdamu yang lain juga terbukti. Saat ini kami berjumlah sangat banyak. Sudah 1,8 milyar lebih. Namun, kami seperti buih di lautan. Terombang-ambing oleh ombak. Banyak dari umatmu yang terjangkit penyakit wahn seperti yang kau sabdakan dulu. Dunia terlalu jauh memisahkan mereka dengan tujuan hidup mereka yang sebenarnya. Mereka mengejar sesuatu yang sebenarnya akan mereka tinggalkan. Sesuatu yang semu. Mereka mengejar ilusi mereka sendiri. Saat ini banyak dari umatmu yang merasa akan hidup selamanya. Mereka lupa akan kewajiban mereka. Sebuah ide bernama Kapitalisme yang membuat mereka terobsesi dengan dunia ini. Ide lain yang bernama Sekularisme membuat mereka mencampakkan risalahmu dengan mudah karena mereka menganggap Islam hanya terbatas pada tembok masjid saja. Setelah itu, mereka keluar dengan bebas tanpa mau diatur di ruang publik. Kapitalisme-Sekularisme tadi juga ditopang oleh sebuah sistem pemerintahan bernama Demokrasi yang melindungi ide lain lagi yang bernama Liberalisme. Atas nama kebebasan beragama, muncul bermacam-macam aliran sesat. Salah satunya adalah Ahmadiyah yang mengatakan bahwa ada Rasul lain selain engkau. Atas nama kebebasan berpendapat, kau dihina dimana-dimana. Umatmu direndahkan dan dilecehkan. Atas nama kebebasan berkepemilikan, sumber daya alam milik kami dirampok oleh orang-orang kafir penjajah yang menjadi musuh Allah dan musuhmu. Namun, pemimpin kami malah menjadikan mereka sebagai teman setia. Dan atas nama kebebasan berperilaku, saat ini banyak dari wanita muslim mengumbar auratnya dimana-mana, generasi muda yang bebas dengan kenakalan mereka, free sex dimana-mana, pornografi merajalela, belum lagi budaya pop yang sekarang sedang dimunculkan yakni Hallyu. Generasi muda menjadikan fisik semata-mata ukuran untuk menilai seseorang. Mereka mendewakan idola-idola yang hanya bagus dari fisiknya. Mereka ingin terlihat cantik dan sexy demi orang-orang yang tidak mereka kenal di luar sana, akhirnya pelecehan seksual terjadi dimana-mana. Para kaum muda Muslim lebih senang membuat band dan boyband daripada menjadi pemelihara Al-Qur’an dan mendakwahkannya. Mereka bangga memetik gitar di jalan daripada menggunakan usia muda mereka untuk menjadi pejuang Islam. Sungguh kontras sekali dengan generasi cemerlang di 13 abad silam.
Di sisi lain, saudara-saudara mereka sebenarnya membutuhkan uluran tangan mereka. Namun, sebuah sekat bernama Nasionalisme mengikat mereka dengan semboyan Nation State. Mereka bangga berdiri di atas semboyan itu. Ketika panjimu diangkat, mereka menjauh. Mereka seolah tidak tahu itu apa. Bahkan ada beberapa yang takut dengan panji itu. Padahal, dalam setiap sholat mereka mengucapkannya. Tetapi, dalam kehidupan sehari-hari mereka mengingkarinya. Mereka mengharapkan syafaatmu dengan selalu bershalawat kepadamu, tetapi saat diserukan untuk mengikuti jalan yang engkau contohkan, mereka menghindar dan menolak.
Ya Rasulullah, aku takkan bisa membayangkan betapa hancurnya hatimu melihat keadaan ini. Tapi, mungkin itulah yang kau takutkan sejak dulu sehingga air matamu tidak pernah berhenti mengalir saat engkau berdoa untuk kami.
Namun, saat ini ada sebagian kecil dari umatmu yang percaya bahwa bisyarahmu akan menjadi kenyataan, yakni akan kembalinya Khilafah yang mengikuti jalanmu, mengikuti jalan kenabian. Mereka juga meyakini janji Allah dalam firmanNya :
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik” (TQS. An Nuur [24] : 55)
Mereka berjuang siang dan malam tak kenal lelah untuk mengembalikan Khilafah. Mereka berjuang melawan arus kehidupan yang begitu luar biasa. Mereka terasing di tengah dunia yang kata banyak orang sudah modern. Mereka mendapat ujian yang sama dengan yang engkau dan para shahabat dapatkan dulu. Mulai dari penghinaan, fitnah, pengusiran, hingga mereka pun tak luput dari penyiksaan. Beberapa dari mereka akhirnya syahid. Namun, tidak satupun dari mereka yang surut semangat juangnya, bahkan semangat itu bertambah. Mereka semua rindu syahid.
Mereka adalah para pengemban dakwah yang ikhlas. Mengorbankan segalanya demi dakwah untuk menyelamatkan kemuliaan agamamu dan umat yang selalu engkau cintai. Mereka menanggung beban yang lebih dari umatmu yang banyak di luar sana. Mereka ingin menjadi seperti orang-orang dalam sabdamu. Orang-orang yang di hari kemudian akan datang dengan mimbar-mimbar dari cahaya. Mereka ingin bisa berada di surga yang sama denganmu karena mereka sangat merindukanmu. Itulah jalan yang mereka pilih. Jalan agar bisa bertemu denganmu untuk mengobati rindu 1434 tahun.
Ya Rasulullah, ini yang bisa kami lakukan untuk membuatmu membanggakan kami di hari berbangkit nanti. Ini yang bisa kami lakukan untuk mengobati dukamu. Harap kami selalu agar bisa mendapat syafaat dan bertemu denganmu serta orang-orang mukmin lainnya di surgaNya kelak, aamiinn..
Umatmu yang senantiasa merindukanmu.
December 12th 2012. 11.52 PM