Thursday, January 05, 2012

A.L.I.V.E.

Assalamualaikum. Akhirnya kita bisa ketemu lagi di bab My Story setelah sekian abad *lebay* gak ngegarap My Story ini *tapi kayaknya ini khusus buat diri gue sendiri deh. Ah, gak apa-apa. Sekalian sharing. Lagian, sharingnya juga yang berguna kok ^_^*
Oke, daripada berlama-lama, mari kita mulai ceritanya.
Hmm, masih ingat kan dengan cerita aku yang pertama? Yup, All About You. Ceritanya tentang kelebihan manusia yang membuat mereka sempurna. Gak hanya sempurna secara fisik, tetapi lebih dari itu. Manusia sempurna karena mereka memiliki akal. Dengan akal itu mereka bisa memutuskan apa yang akan mereka lakukan. Ya, manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna dengan akal yang mereka miliki.
Manusia, ketika mereka sudah baligh, mereka bisa kemudian menggunakan akal mereka untuk berpikir. Dengan sempurnanya akal mereka, mereka kemudian bisa menentukan arah hidup mereka.
Kamu, aku, kita semua pasti pernah berpikir *walaupun Cuma sekali dalam hidup kita* dan bertanya tentang 3 pertanyaan; darimana aku, untuk apa aku di dunia ini, mau kemana aku setelah aku hidup. Percaya gak percaya, pertanyaan itu pasti pernah terbersit dalam benak kita. Kebangetan deh kalo gak pernah mikir kayak gitu saat akal kita udah sempurna. Semua itu karena kita hidup. Hidup di sebuah kehidupan dengan kita dan manusia lain sebagai pelakunya serta alam semesta sebagai latarnya.
Kita pasti menginginkan jawaban yang benar dan se-ideal mungkin. Tapi… *ada tapinya lho* gak semuanya menjawab dengan bener 3 pertanyaan tadi. Semua tergantung dari bagaimana mereka menggunakan akal mereka untuk berpikir. Jadi, benar atau salahnya akan kelihatan setelah manusia memikirkan hal-hal tadi dengan serius.
Jadi, selamat mikir yaa dan sampai jumpa di kesempatan selanjutnya ^_^

Tuesday, January 03, 2012

TITIPAN RINDU

Sungguh, kami merindukanmu
Laksana anak yang merindu ibunya
Rindu kami kian membuncah
Saat kami tersadar bahwa kau telah pergi
 Kami bagai anak ayam kehilangan induknya
 Senantiasa menjadi sasaran elang-elang pemangsa
Setiap saat kami terancam
Terancam untuk dimangsa
Kini, kau telah tiada
Mereka telah mengambilmu dari kami
Mereka memisahkanmu dari kami
Mereka membunuhmu di depan mata kami
  Kini, tak ada lagi sosokmu
  Wahai sang penjaga
  Sang penyempurna
  Sang pengokoh keimanan
Sungguh, kami merindumu
Rindu akan penjagaanmu
Rindu akan keadilanmu
Rindu akan kehadiranmu
      Maka saksikanlah, wahai Dzat Yang Maha Sempurna
      Kami titipkan sebongkah kerinduan ini kepada ibu kami
      Dan izinkan kami mengembalikannya
      Mengembalikannya ke sisi kami, sebagai wujud kerinduan kami
Maka demi kemuliaanMu ya Rabb
Kokohkanlah keyakinan kami
Satukanlah hati dan langkah kami
Untuk mengembalikan Khilafah, ibu kami


Malang, 16 Oktober 2011

Thursday, November 24, 2011

Friends

friends
何でもない日々で
わかり合って来た
同じ時間を過ごしてきた俺たちは

believe
これからも多分
変わることはないさ
stay gold (3x)
we will go go go

笑って
いつだって歩いてきた
the long and winding road
it’s alright
どんな困難も
乗り越えてゆけるから ah ah

one day
言葉を選んで
話してるだけじゃダメ
don’t worry (3x)
ぶつかってこいよ

泣いたって
仕方ないぜ歩かなきゃ
僕らの winding road
it’s alright
幸せだって思うから
we go from now on

oh oh
the same as always always
oh oh
will be the same feeling
bad or good feeling

ささいな事でケンカして
ささいな事でわかちあう
遠慮はいらない

笑って
いつだって歩いてきた
the long and winding road
二度と同じ朝は来ないけれど

泣いたって
仕方ないぜ歩かなきゃ
これからだって
it’s alright
幸せだって思うから
we go from now on

oh oh
the same as always always
oh oh
will be the same feeling
bad or good feeling


Trans

friends
in everyday life
we’ve spent a long time together
understanding each other

believe
maybe, our days
never change forever
stay gold (3x)
we will go go go

smiling and laughing,
we’ve always walked along together
the long and winding road
it’s alright, because
however hard time we face
we can get over ah ah

one day
you choose only polite words
when you speak? that’s no way!
don’t worry (3x)
open your heart

if you have time to cry
let’s start walking forward
our winding road
it’s alright
because we feel happiness
we go from now on

oh oh
the same as always always
oh oh
will be the same feeling
bad or good feeling

one day, we quarrel over trivial things
another day, trivial things help us share
no need to hesitate

smiling and laughing,
we’ve always walked along together
the long and winding road
though the same morning never comes

if you have time to cry
let’s start walking forward
from now on
it’s alright
because we feel happiness
we go from now on

oh oh
the same as always always
oh oh
will be the same feeling
bad or good feeling

Treasure

折れない誇り 涙溢れた あの日
守り抜いた光
気がつけば陽は暮れ 痛む靴擦れ
まだまだ走れるなんて 意地を張ってみせて
何十回、ほら何百回 転げたなら立ち上がり
また少しだけど 未来に近づく
似合わない愛想笑い
奥歯でグッと悔しさを堪えながら
おぼろ月夜 いざ生きよう
嘘偽りなき自分の胸に 誓いをたてて
瞳を閉じ、心を澄まし、
大きなドアを さぁ開こう!
ここに立つ 今日のために生まれ歩いてきた
そう 信じて・・・
過ぎてゆく季節に 焦りが募り
誰かと比べてみても 意味なんかないのに・・・
ほどけない、色褪せない 約束が心にある
分かち合う瞬間が 未来で待ってる
舞い散る悲しみに
潰れそうな夢 必死で抱えながら
ただ真っ直ぐ ほら、もうすぐ
この道の先に 唯一無二の花が咲くだろう
夜空を彩る、僕たちの永遠なる願いを 今叶えよう
輝ける 明日のために生まれ歩いてきた
そう 信じて・・・
瞳を閉じ、心を澄まし、
大きなそのドアを さぁ開こう!
ここに立つ 今日のために生まれ歩いてきた
そう 信じて・・・
折れない誇り 涙溢れた あの日
守り抜いた光
すべてが僕のTreasure

Trans

my pride didn't break when the tears overflew
at that day I wanted to protect the light to the end

when I realized the sun got dark
though my feet hurt
but I still ran, never giving in
If I rolled over ten or hundred times I'll rise
since I'm getting closer to the future a little bit again

that insincere smile doesn't suit you
with your molars you resisted the distress firmly
let's live in the moonlight night now
without a fabricated lie I built an vow within my chest

close your eyes, clear your heart, and let's open that huge door!
standing here, you were born to walk for today's sake
believe me....

in the passing season my impatience grew stronger
that I even seemed to compare myself to others
though it's meaningless to do so...
it won't come apart, it won't fade, because of the promise within my heart
the time we will share together is waiting for us in the future

while I embrace the dream seems to be
smashed by the fluttering sorrow frantically
frankly, beyond this road a unique flower will bloom

in the painted night sky, our wish
that became an eternity will come true now
shine, you were born to walk for tomorrow's sake
believe me ...

close your eyes, clear your heart, and let's open that huge door!
standing here, you were born to walk for today's sake
believe me....
my pride didn't break when the tears overflew at that day
the light that I protected is my whole treasure

Between You and I

Aku tidak tahu, apakah membahasmu disini merupakan bentuk penyesalan. Aku berlindung kepada Allah swt untuk itu. Mungkin, aku hanya ingin mengenang saat-saat kita bersama. Saat dimana aku sering abai akan kehadiranmu. Dan saat ini, aku melihatmu sedang tertidur, entah untuk berapa lama. Satu hal, aku masih ingin kau ada di sisiku.

Harus kau tahu, aku tidak sedang patah hati karenamu. Hatiku telah selesai saat aku tahu Allah ingin mengujiku lewat keadaanmu yang sekarang kritis. Apa yang kutulis hanyalah ungkapan yang tidak bisa kuungkapkan padamu dulu, saat kau masih setia menemaniku.

Maafkan aku yang seringkali cuek padamu. Aku hampir mengabaikanmu. Kau lebih banyak bercengkrama dengan mereka. Maafkan aku karena aku pernah mengatakan bahwa aku menyesal dengan kehadiranmu. Namun, benarlah bahwa sesuatu akan terasa berharga saat ia telah tiada. Maafkan aku...

Kini, kau sedang tertidur. Semoga kau merasakan kedamaian dalam tidurmu. Terima kasih telah menemaniku selama setahun ini. Menjadi sarana kami dalam berdakwah. Jumat kemarin mungkin kali terakhirmu mengisi kajian Batik di kampus. Membawamu saat hujan dan panas. Kau sangat membantu. Tidak hanya aku, tetapi semua yang butuh akan bantuanmu.

Beristirahatlah. Aku ingin kau tahun bahwa aku selalu menghargai jasa-jasamu. Aku tidak ingin mengucapkan selamat jalan. Karena Allah pasti akan mengembalikanmu padaku.

In Memoriam, Prince (August 4th 2010-November 19th 2011)

Kesempatan Kedua

Ini bukan judul lagu. Kalopun udah jadi judul lagu, gak apa-apa juga sih. Yang bakal saya tulis di sini gak ada hubungannya kok dengan lagu "Kesempatan Kedua"..

Mungkin, sebagian orang percaya bahwa kesempatan yang baik tidak akan datang dua kali. Tapi, sepertinya dalam kamus Allah akan selalu ada hal-hal yang menurut orang banyak tidak mungkin. Seperti kata kubu yang lain "nothing impossible".
Ya, itulah yang terjadi. Kejadian beberapa waktu yang lalu seakan menampar saya bahwa tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah azza wa jalla. Ketika itu Allah bisa saja menetapkan keputusanNya dan mencabut semua yang ada pada diri saya. Namun, Dia hanya memberi sedikit peringatan. Hingga saya tersadar bahwa kasih sayangNya sungguh amat sangat luas.

Dari peristiwa itu, Dia mengajari saya bagaimana menyemai hati yang selesai. Bagaimana memupuk dan menyuburkan kesabaran, bagaimana mengikhlaskan sesuatu, serta hal lain yang mungkin saja tidak dapat saya ambil pelajaran dari sana. Hanya dengan kondisi seperti ini Dia sekali lagi membuktikan bahwa Dia sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ya Allah, yang Menggenggam Jiwa
Yang mengetahui setiap detil hati,
yang tersembunyi, maupun yang ditampakkan
Sungguh, ujianMu membawa ibrah tersendiri bagiku
Bagaimana seharusnya aku terhadap diriku, terhadap saudara-saudaraku, terhadap amanah dakwah yang harus kupikul
Mataku basah. Bukan sengaja menangisi keadaan ataupun menyalahkan diriku sendiri
Namun karena sadarku atas diriku yang penuh dosa dan terima kasihku kepadaMu
yang mengizinkan dosa ini terhapuskan..


@12.52PM
Di dalam kamar, menikmati semilir angin yang tak bisa menembus lewat jendela

Monday, October 10, 2011

ULANG TAHUN

Setiap hari dalam setahun, selalu ada orang yang memperingati hari kelahirannya. Lazimnya hari itu dinamakan hari Ulang Tahun. Dalam bahasa Inggris disebut Birthday, bahasa Korea disebut Saengil, kalau dalam bahasa Jepang disebut Tanjoubi. Ketika hari itu tiba, semua orang terdekat mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada mereka yang sedang berulang tahun, diiringi ucapan doa. Tidak lupa hadiah dan kue ulang tahun beserta lilin di atasnya. Sebelum memotong kue, seseorang yang berulang tahun harus mengucapkan permohonan terlebih dahulu.
Jika dilihat sepintas, semua itu tampak begitu indah. Didoakan oleh orang-orang terdekat di hari kelahiran. Bersenang-senang dan bercanda bersama. Hari yang begitu indah. Apalagi bagi yang usianya genap 17 tahun. Moment itu sangat ditunggu-tunggu. Pasalnya, menurut ‘kebanyakan’ orang di dunia ini, 17 tahun adalah gerbang menuju kedewasaan. Orang yang sudah berusia 17 tahun bebas mengambil keputusan sendiri dan melakukan apapun tanpa campur tangan orang lain lagi. Tetapi, kebanyakan yang berulang tahun tidak menyadari bahwa semakin umur mereka bertambah, maka gerbang mereka menuju masa tua semakin dekat. Bukan hanya tua secara fisik tetapi juga lebih dari itu.
Terkadang kita tidak menyadari bahwa dunia ini hanya sebentar sehingga ketika hari berganti bulan dan bulan berganti tahun kita menganggapnya biasa saja seolah kita akan hidup selamanya apalagi dengan keindahan dan gemerlap dunia. Apalagi yang usianya masih belasan, termasuk saya. Kita terkadang lupa, bahwa kita tidak akan hidup selamanya. Tidak ada yang menjamin kita masih bisa mengecap hidup sampai tahun depan. Kita lupa bahwa bukan saja orang tua yang akan mendekat batas akhir hidup mereka, tetapi kita juga, para kaum muda. Akhirnya, kita menghabiskan masa muda kita untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan berstandar dunia. Apalagi kalau bukan materi?
Begitu hari kelahiran kita tiba, kita hanya menunggu ucapan, hadiah atau doa dari orang-orang terdekat kita. Namun, sangat jarang kita merenungi kehidupan yang sudah kita lalui sejak kita mengenal kata “ulang tahun”. Apa yang sudah kita lakukan selama usia kita hingga kita sampai pada usia kita yang sekarang? Jika pun kita merenung, hanya sepintas saja. Setelah kita kembali menghadapi gemerlap dunia, kita kembali lupa. Dan kita baru menyesal ketika malaikat maut datang dan mengambil batas usia kita. Astaghfirullahaladzim…
Jika pun semua mendoakan kita panjang umur, tidak akan ada seorang pun dari mereka yang bisa menjamin seberapa panjang umur kita. Karena, Allah sudah menentukannya sejak awal, sebelum kita bersaksi atas keesaanNya dan mengakui keberadaan RasulNya. Lalu, jika ada yang mengucapkan selamat atas hari kelahiran kita berarti bisa kita katakan bahwa secara tidak langsung orang tersebut mengucapkan selamat atas hari semakin dekatnya kita dengan batas akhir usia kita. Padahal, hari apapun itu, semua itu adalah hadiah. Hadiah dari Dia yang memiliki segalanya. Allah swt. Hadiah terbesar dariNya adalah menganugerahkan kita waktu berupa umur serta akal yang bisa kita gunakan untuk berfikir.
Sebagai seorang Muslim hendaknya kita lebih bijaksana dalam menyikapi hari yang disebut dengan hari ulang tahun. Rasulullah saw tidak pernah mengajarkan kita untuk merayakan ulang tahun. Apalagi dengan bersenang-senang, campur-baur dsb. Rasulullah justru selalu mengajari kita untuk merenungi dan mempergunakan waktu kita sebaik mungkin untuk beribadah kepada Allah karena waktu itu laksana pedang. Waktu tidak akan pernah menunggu. Kitalah yang berlari mengejar waktu. Allah pun mengingatkan kita dalam firmanNya :
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian; kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al Ashr [103] : 1-3).
Dalam ayat lain Allah juga mengingatkan kita.
“Dan Tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. dan Sesungguhnya akhirat Itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui” (QS. Al Ankabuut [29] : 64).
“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (QS. Al Hadiid [59] : 20).

Selagi kita masih muda, gunakanlah masa muda kita dengan sebaik-baiknya sebelum sampai batas waktu kita. Karena sesungguhnya manusia diikuti oleh 99 macam sebab kematian dan selainnya adalah hari tua. Sebelum hari itu datang, di hari ini sepatutnya kita merenung. Bukan hanya pada hari kita dilahirkan tetapi setiap hari, merenung tentang apa yang sudah kita lakukan hari ini dalam rangka melaksanakan kewajiban kita untuk beribadah kepada Allah? Apa yang sudah kita lakukan hari ini dalam rangka memperbaiki diri kita agar Allah ridho pada kita? Apa yang sudah kita lakukan dalam rangka menjemput hidayah dariNya?
Renungkanlah, karena waktu tidak akan pernah bisa digantikan. Wallahu ‘alam bi ash shawwaab.

Kendari,
2 September 2011 @11.31 AM
Dalam kontemplasi