Aku tidak tahu, apakah membahasmu disini merupakan bentuk penyesalan. Aku berlindung kepada Allah swt untuk itu. Mungkin, aku hanya ingin mengenang saat-saat kita bersama. Saat dimana aku sering abai akan kehadiranmu. Dan saat ini, aku melihatmu sedang tertidur, entah untuk berapa lama. Satu hal, aku masih ingin kau ada di sisiku.
Harus kau tahu, aku tidak sedang patah hati karenamu. Hatiku telah selesai saat aku tahu Allah ingin mengujiku lewat keadaanmu yang sekarang kritis. Apa yang kutulis hanyalah ungkapan yang tidak bisa kuungkapkan padamu dulu, saat kau masih setia menemaniku.
Maafkan aku yang seringkali cuek padamu. Aku hampir mengabaikanmu. Kau lebih banyak bercengkrama dengan mereka. Maafkan aku karena aku pernah mengatakan bahwa aku menyesal dengan kehadiranmu. Namun, benarlah bahwa sesuatu akan terasa berharga saat ia telah tiada. Maafkan aku...
Kini, kau sedang tertidur. Semoga kau merasakan kedamaian dalam tidurmu. Terima kasih telah menemaniku selama setahun ini. Menjadi sarana kami dalam berdakwah. Jumat kemarin mungkin kali terakhirmu mengisi kajian Batik di kampus. Membawamu saat hujan dan panas. Kau sangat membantu. Tidak hanya aku, tetapi semua yang butuh akan bantuanmu.
Beristirahatlah. Aku ingin kau tahun bahwa aku selalu menghargai jasa-jasamu. Aku tidak ingin mengucapkan selamat jalan. Karena Allah pasti akan mengembalikanmu padaku.
In Memoriam, Prince (August 4th 2010-November 19th 2011)
Harus kau tahu, aku tidak sedang patah hati karenamu. Hatiku telah selesai saat aku tahu Allah ingin mengujiku lewat keadaanmu yang sekarang kritis. Apa yang kutulis hanyalah ungkapan yang tidak bisa kuungkapkan padamu dulu, saat kau masih setia menemaniku.
Maafkan aku yang seringkali cuek padamu. Aku hampir mengabaikanmu. Kau lebih banyak bercengkrama dengan mereka. Maafkan aku karena aku pernah mengatakan bahwa aku menyesal dengan kehadiranmu. Namun, benarlah bahwa sesuatu akan terasa berharga saat ia telah tiada. Maafkan aku...
Kini, kau sedang tertidur. Semoga kau merasakan kedamaian dalam tidurmu. Terima kasih telah menemaniku selama setahun ini. Menjadi sarana kami dalam berdakwah. Jumat kemarin mungkin kali terakhirmu mengisi kajian Batik di kampus. Membawamu saat hujan dan panas. Kau sangat membantu. Tidak hanya aku, tetapi semua yang butuh akan bantuanmu.
Beristirahatlah. Aku ingin kau tahun bahwa aku selalu menghargai jasa-jasamu. Aku tidak ingin mengucapkan selamat jalan. Karena Allah pasti akan mengembalikanmu padaku.
In Memoriam, Prince (August 4th 2010-November 19th 2011)
No comments:
Post a Comment