Mungkin judulnya udah terlalu pasaran. Banyak orang tahu, tapi sedikit orang yang tahu, begitu kata Ustadz Felix Siauw. Hmm, emang sih, ngmg itu selalu lebih gampang daripada berbuat.
Ngomong-ngomong soal life is choice, kemarin, setelah sekian lama akhirnya bisa nonton tivi *halaah lebay deh* Karena hari Minggu, banyak kartun yang disiarkan. Nah, kemarin itu aku nonton Teenage Mutant Ninja Turtle atau biasa dibilang Kura-kura Ninja. Trus, apa hubungan kura-kura ninja dengan life is choice? Eh, sabar. Habis ini dijawab kok :)
Kemarin itu episode Kura-kura Ninjanya tentang si Kura-kura ninja yang topengnya merah. Si Rafael. Dia itu super temperamen. Dikit-dikit marah. Dan gara-gara marahnya itu, dia gak fokus sama siapa yang harus dia lawan. Tiga temannya yang lain sampai pusing gara-gara dia. Akhirnya, Rafael disidang sama gurunya.
Gurunya cerita, waktu mudanya gurunya itu pernah marah gara-gara dihina sama rivalnya. Awalnya si guru gak peduli, tapi lama kelamaan gurunya emosi juga. Akhirnya dia mukulin temannya itu. Singkat cerita, si temannya malah jadi musuhnya. Dan gara-gara kemarahan gurunya semua jadi tragedi. Temannya jadi jahat dan menghancurkan hidup gurunya.
"Wajar dong, Guru marah. Dia kan udah keterlaluan. Guru gak ada pilihan lain", kata Rafael.
"Kamu salah, Rafael. Guru punya pilihan untuk ngebiarin dia ngehina Guru. Gara-gara kemarahan Guru, dia jadi jahat dan menghancurkan semuanya. Kita semua punya pilihan. Dan kamu juga punya pilihan untuk itu", kata gurunya Rafael.
Begitulah, akan selalu ada pilihan dalam hidup kita. Kita bisa memilih kita akan berjalan seperti apa dalam hidup ini. Hidup ibarat kanvas yang bisa kita lukis dengan bentuk dan warna apapun. Pertanyaannya, akan kita lukis seperti apa hidup kita? Semua itu ada di tangan kita. Meski memang terkadang ada hal-hal yang hanya bisa kita terima karena itu merupakan qadha (ketetapan) dari Allah SWT.
Tetapi, Allah berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka" (QS. Ar Ra’du : 11)
Dan setiap pilihan pasti punya resiko. Bad mood ada resikonya, kelewat senang juga punya resiko bahkan jatuh cinta juga punya resiko. Dakwah apalagi. Kalo hidup gak punya resiko, neraka gak mungkin ada.
Apapun pilihannya, pasti ada resikonya. Namun, apapun resikonya, Allah berfirman :
"Sesungguhnya Allah tidak akan membebankan sesuatu melainkan dengan kesanggupan hambaNya"
Seberat apapun resiko karena pilihan kita, insya Allah akan bisa kita pikul. Jangan minta bebannya dikurangi, mintalah pundak yang kuat untuk bisa memikulnya. Jangan menyalahkan keadaan, tapi mintalah jiwa yang kuat untuk menghadapinya.
Life still goes on. Stop blaming, keep walking. Because the light is waiting for you.
Karena badai pasti berlalu. Fastabiqul Khairaat.
Ujian itu datangnya dari Allah, maka bersandarlah kepadaNya dan serahkan ia kepada pemiliknya.
Khairunnisa, 2 September 2013.
Putaran ke-21.
Ditri Ayu R.A.L.
No comments:
Post a Comment