Saturday, August 31, 2013

The Miraculous Sam

Sam, aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba merindukanmu. Merindukan tingkahmu yang menyebalkan tetapi selalu bisa membuatku tertawa. Sejenak, aku melupakan kesedihan dan ratapan akan nasib karena melihatmu. Seharian kau bisa bertingkah macam-macam dan ketika malam tiba sehabis minum energen kau akan pergi ke tempat tidur, mencari selimutmu lalu tidur dengan posisi terindahmu.
Sam. Ia adalah anak laki-laki periang berusia 6 tahun lebih. Kupikir ia baru akan masuk 5 tahun karena tingkahnya yang masih sangat polos. Tetapi pertumbuhannya memang tidak bisa dipungkiri. Ia terlalu tinggi untuk anak usia 5 tahun. Awalnya kupikir dia adalah anak paling menyebalkan di jagad raya. Setiap hari ia selalu saja menciptakan atmosfer shock. Melempar piring, melempar gelas, mengambil barang-barang lalu membuangnya kemana-mana dan masih banyak lagi tingkah nakalnya yang menurutku sangat keterlaluan. Ya, seperti itulah keseharian Sam. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, seperti mesin yang sudah disetting auto switch.
Sam tidak seperti anak-anak kebanyakan. Setiap hari ia hanya minum energen dan Milo. Ia tidak pernah makan nasi kecuali sesekali itupun jika lauknya adalah makanan yang ia sukai. Tetapi, selalu saja berujung kepada adegan melempar piring hingga pecah. Dan aku adalah orang pertama yang akan berteriak lalu menghampirinya dan meladeni kenakalannya. Makanya, orang yang paling ia incar adalah aku. Ada hal lain yang menarik dari Sam. Ia tidak akan bisa tidur tanpa selimut pinknya yang bergambar Princess.
Hingga akhirnya aku tahu mengapa Sam seperti itu. Sam adalah survivor sebuah penyakit mematikan. Ia adalah satu-satunya yang selamat -setidaknya tanpa kelumpuhan- dari penyakit kelebihan bilirubin. Aku tidak tahu Sam pernah mengalami masa-masa paling menyakitkan dalam awal kehidupannya. Pantas saja waktu itu aku melihat dia masih normal tetapi akhirnya terlihat juga efek pengobatannya saat ia akan memulai berbicara. Perkembangannya terlambat. Sewaktu kecil ia harus dimasukkan dalam sebuah alat dengan sinar UV yang sangat tinggi untuk menghancurkan bilirubin dalam tubuhnya dan efeknya hanya dua, jika tidak lumpuh maka perkembangannya akan terhambat. Sam memang tidak lumpuh. Ia sehat dan ia tumbuh menjadi anak yang luar biasa ceria. Tetapi, perkembangannya tidak normal. Ia tidak seperti anak-anak lain. Meski ia masih belajar mengeja satu per satu kata yang ia dengar, tapi bagiku Sam adalah sebuah keajaiban. Ia adalah hadiah di keluarga kami. Mengajari kami, para orang dewasa untuk bersyukur dan bersabar dalam menghadapi tingkahnya.
Sam, selamat ya sekarang udah jadi kakak. Semoga cepat sembuh, Sam. Suatu hari aku ingin melihatmu tumbuh besar dan menjadi seseorang yang membanggakan. Semoga kita bisa ketemu lagi. I’ll gonna miss you <3

 Khairunnisa, August 26th 2013. 11.08 PM

No comments:

Post a Comment