Saturday, August 31, 2013

Ketika Militer Berubah Menjadi Vampir; Save Egypt With Khilafah

Kayaknya judulnya serem. Tapi, emang itu kenyataannya. Sebelumnya di Suriah (Syam) juga terjadi hal yang sama bahkan sampai detik ini. Dan tanggal 14 Agustus lalu, kaum Muslimin kembali berduka. Padahal, baru aja kita menunaikan puasa Ramadhan dan merayakan Idul Fitri. Tapi, berita duka itu gak bohong. Junta militer Mesir sukses membantai ribuan warga Mesir yang notabene-nya adalah umat Islam. Awalnya karena kudeta yang dilakukan oleh Militer Mesir ke Presiden Mesir, Muhammad Mursi. Alasannya sih sepele, karena Mursi bawa-bawa Islam. Padahal, Mursi gak pernah nyinggung-nyinggung Islam apalagi Khilafah. Tapi, namanya juga orang kafir. Bukan orang kafir kalo gak hipokrit, apalagi sistemnya Demokrasi, komplit sudah. Nah, begitulah. Kalo orang-orang pada mau objektif sama Demokrasi, semua pasti bakalan angkat jempol tanda setuju bahwa Demokrasi itu bukanlah jalan yang akan menghantarkan pada perubahan hakiki. Lihat aja Mesir, Libia, Tunisia, Irak dan negeri-negeri di Timur Tengah sana. Yang paling terbaru adalah Mesir. Pemilunya Demokratis kok, tapi ternyata Presidennya bisa tumbang juga dengan kudeta. Padahal kan rakyat udah ridho. Trus, kenapa kok akhirnya kudeta? Karena Demokrasi gak ridho. Siapa orang-orang di balik Demokrasi, ya siapa lagi kalo bukan Amerika? Buktinya? Lihat aja tuh pas rakyat Mesir dibantai, gak ada satupun orang PBB atau pengemban HAM yang protes tanda mereka udah ngasih lampu hijau ke militer haus darah untuk ngebantai rakyat yang ternyata kebanyakan dari mereka adalah kaum Muslimin. Nah, itu berarti kan pembantaian terhadap kaum Muslimin juga. Padahal, Rasulullah SAW bersabda bahwa kaum Muslimin itu adalah ibarat satu tubuh. Jika ada bagian yang sakit, maka yang lain akan terasa sakit. Itu yang bikin aksi ini ada. Ini sebagai bentuk kepedulian kita sebagai seorang Muslim terhadap saudara kita di sana. Dan itu gak hanya di Mesir saudara-saudara. Tapi hampir di seluruh wilayah yang ada kaum Muslimin di sana. Cuma Indonesia aja yang adem ayem. Negeri Muslim terbesar yang berjuluk Old Brother malah sama sekali gak peduli dengan keadaan saudaranya di belahan bumi lain. Itu yang miris banget. Kita di sini disibukkan dengan berbagai hal yang gak penting dan fanatisme kebangsaan yang super dangkal. Kapitalisme-Sekuler dan sistem Demokrasi yang meniscayakan kebebasan akhirnya membuat jarak antara kaum Muslimin semakin besar. Jadi, gak heran kalo sekarang kaum Muslimin seperti buih di lautan. Banyak, tapi gak punya kekuatan. Ditindas dari segala lini kehidupan sampai akhirnya sekarat dan hampir gak mampu bangkit lagi.

Satu hal yang perlu digarisbawahi adalah sampai kapanpun, orang-orang kafir (Amerika dan Sekutunya) gak akan pernah ridho dengan Islam dan kaum Muslimin (QS. Al Baqarah : 120) Sampai titik darah penghabisan mereka akan selalu berusaha untuk menjatuhkan kaum Muslimin sejatuh-jatuhnya. Tapi, sekeras-kerasnya usaha mereka, ketika Allah tidak ridho, apapun yang mereka upayakan gak akan ada hasilnya karena Allah akan memenangkan Islam dan kaum Muslimin. Dan inilah pengingat bagi kita, kaum Muslimin yang belum terjajah secara fisik. Kita butuh institusi pemersatu. Bukan Nasionalisme yang justru menyekat kita dengan dalih bangsa dan wilayah territorial. Kita butuh sebuah pemersatu yang akan menggemakan Islam dari ujung barat hingga ujung timur dunia. Kaum Muslimin butuh Khilafah. . Hanya Khilafah saja yang mampu memutus rantai keterpurukan kaum Muslimin saat ini. Hanya Khilafah yang mampu memersatukan kaum Muslimin di bawah satu kepemimpinan global yang akan memuliakan serta membesarkan nama Islam dan kaum Muslimin.

Berbicara tentang penegakkan Khilafah, itu gak sekedar euphoria. Karena penegakkan Khilafah adalah sebuah kewajiban. Saat ini kemungkaran yang paling tinggi adalah dicampakkannya Syariat Allah yang agung. Maka, mengembalikan penerapan Syariat Allah bukanlah perkara kecil. Dan hal itu membutuhkan sebuah kelompok yang memperjuangkannya (QS. Ali Imran : 104). Untuk itulah Hizbut Tahrir didirikan. Hizbut Tahrir adalah partai politik berideologi Islam. Hizbut Tahrir bertujuan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam yang pernah ada. Melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah. Hizbut Tahrir, dimanapun berada senantiasa menyerukan penegakkan syariat Islam dalam naungan Khilafah. Hizbut Tahrir juga mengajak kaum Muslimin dengan berbagai latar belakang untuk turut memperjuangkan Khilafah bersama-sama. Karena Khilafah adalah janji Allah (QS. An Nuur : 55). Khilafah juga merupakan bisyarah Rasulullah SAW. Insya Allah, pertolongan Allah sudah sangat dekat. Khilafah will return soon! So, never ending dakwah lii istinafil hayatil Islam. ALLAHU AKBAR!

Khairunnisa, August 27th 2013. 08.42 AM.

Ditri Ayu R.A.L.

Kopi Untuk Bapak

Bapak. Begitulah aku memanggilnya. Banyak orang yang mengatakan bahwa aku mirip Bapak. Bapak orang yang unik. Bapak orang yang tidak banyak berbicara. Bapak juga punya cara yang berbeda untuk menunjukkan rasa sayangnya pada kami. Aku bisa dibilang lumayan dekat dengan beliau meski kami tidak selalu cocok.

Kadang Bapak marah, tetapi jarang. Dan lucunya Bapak selalu marah di saat yang tidak tepat. Ketika tidak harus marah, beliau marah. Ketika harusnya marah, beliau tidak marah. Saat Bapak marah di tempat yang tidak pas, saat itulah aku akan menggugatnya. Beradu argumen hingga berujung pada jalan buntu. Tetapi, itu juga yang sering membuatku sedih ketika mengingat beliau. Meski Bapak sudah berbeda dengan yang dulu ketika kami kecil, tetapi rasa itu tidak pernah berubah untuk Bapak.

Bapak sangat suka kopi. Beliau juga adalah perokok aktif dan tak jarang aku mengomel kepada beliau karena aku asma dan beliau suka merokok. Setiap pagi Bapak selalu bangun lebih pagi dari kami. Mungkin karena kebiasaan beliau saat masih jadi TNI. Setelah sholat subuh beliau akan ke dapur dan membuat kopi. Setelah itu beliau akan bersih-bersih halaman rumah. Bapak melakukan itu beberapa waktu sampai aku sadar bahwa aku yang seharusnya membantu beliau minimal membuatkan kopi untuk beliau. Tak jarang, Bapak malah membangunkan kami kala kami tidur selepas sholat subuh. Jadi malu rasanya, padahal kami anak perempuan.

Aku masih ingat saat SMP aku selalu diantar Bapak ke sekolah meski harus bertengkar dulu dengan adikku yang juga selalu ingin diantar ke sekolah padahal, sekolahnya tidak begitu jauh. Ketika Mama melarangku untuk belajar mengendarai motor, Bapak yang selalu mengizinkanku untuk latihan bahkan setelah kecelakaan pun Bapak masih percaya padaku. Setiap aku bilang, Pak, pinjem motor ya. Mau ke rumah teman. Bapak hanya menjawab, boleh. Tapi hati-hati. Sangat berbeda dengan Mama yang selalu punya 1001 alasan agar aku tidak mengendarai sepeda motor. Mama lebih percaya pada Adik daripada aku. Tapi, tidak dengan Bapak. Karena Bapak aku berani dan jadi lebih mandiri.

Saat aku patah hati, Bapaklah tempatku bersandar pertama kali meski dulu aku tidak mengatakannya. Bapak juga yang selalu hadir saat penerimaan raport di sekolah. Terkadang aku malu. Namun, Bapak selalu menunjukkan kebanggaannya padaku saat mengambilkan raportku meski aku tidak selalu jadi 3 teratas. Waktu aku harus bimbingan belajar menjelang UN SMA, Bapak juga yang menungguku dan menjemputku. Pernah sekali aku membuat Bapak menunggu. Aku tidak tahu Bapak menungguku, aku akhirnya pulang sendiri. Ternyata, Bapak masih menungguku dan Bapak tidak punya hp jadi aku tidak bisa menghubunginya. Sesampai di rumah, Mama marah-marah. Aku hanya bisa menangis menyesali kenapa aku tidak menunggu Bapak saja. Namun, saat Bapak datang Bapak sama sekali tidak marah. Bapak malah memintaku untuk berhenti menangis. Ketika mengingat saat itu, aku tidak akan bisa menahan rasa haru karena Bapak.

Bapak. Beliau tidak pernah mengatakan bahwa beliau menyayangi kami. Beliau juga menunjukkan cara yang menurutku harus kami definisikan sendiri untuk sebuah rasa sayang. Bapak. Perlahan waktu mengambil usianya. Allah bisa menjemputnya kapan saja. Dan sekarang keadaannya sudah tidak sama lagi. Ingin rasanya aku pulang dan merawat Bapak serta membuatkan kopi untuknya. Ya Allah, jagalah Bapak. Berkahilah hidupnya. Tunjukkanlah ia kepada hidayahMu. Aku percaya Bapak adalah orang baik. Meski tidak seperti itu di mata Mama. Maafkan anakmu, Pak. Aku belum bisa menjadi anak yang sepenuhnya berbakti. Hanya doa yang bisa kukirimkan untuk Bapak. Semoga Allah menyertai Bapak dan semoga hari-hari terakhir Bapak diisi dengan amalan shalih. Aku hanya berusaha menjadi anak yang shalihah untuk bisa mendoakan Bapak ketika Bapak telah tiada. Karena akulah harta Bapak. Kakak dan Adik juga. Aku selalu menyayangi Bapak karena Allah.


Rabbanaghfir warhamhuma kamaa robbayani shaghiraa..

Khairunnisa, August 26th 2013. 10.45 PM.

The Miraculous Sam

Sam, aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba merindukanmu. Merindukan tingkahmu yang menyebalkan tetapi selalu bisa membuatku tertawa. Sejenak, aku melupakan kesedihan dan ratapan akan nasib karena melihatmu. Seharian kau bisa bertingkah macam-macam dan ketika malam tiba sehabis minum energen kau akan pergi ke tempat tidur, mencari selimutmu lalu tidur dengan posisi terindahmu.
Sam. Ia adalah anak laki-laki periang berusia 6 tahun lebih. Kupikir ia baru akan masuk 5 tahun karena tingkahnya yang masih sangat polos. Tetapi pertumbuhannya memang tidak bisa dipungkiri. Ia terlalu tinggi untuk anak usia 5 tahun. Awalnya kupikir dia adalah anak paling menyebalkan di jagad raya. Setiap hari ia selalu saja menciptakan atmosfer shock. Melempar piring, melempar gelas, mengambil barang-barang lalu membuangnya kemana-mana dan masih banyak lagi tingkah nakalnya yang menurutku sangat keterlaluan. Ya, seperti itulah keseharian Sam. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, seperti mesin yang sudah disetting auto switch.
Sam tidak seperti anak-anak kebanyakan. Setiap hari ia hanya minum energen dan Milo. Ia tidak pernah makan nasi kecuali sesekali itupun jika lauknya adalah makanan yang ia sukai. Tetapi, selalu saja berujung kepada adegan melempar piring hingga pecah. Dan aku adalah orang pertama yang akan berteriak lalu menghampirinya dan meladeni kenakalannya. Makanya, orang yang paling ia incar adalah aku. Ada hal lain yang menarik dari Sam. Ia tidak akan bisa tidur tanpa selimut pinknya yang bergambar Princess.
Hingga akhirnya aku tahu mengapa Sam seperti itu. Sam adalah survivor sebuah penyakit mematikan. Ia adalah satu-satunya yang selamat -setidaknya tanpa kelumpuhan- dari penyakit kelebihan bilirubin. Aku tidak tahu Sam pernah mengalami masa-masa paling menyakitkan dalam awal kehidupannya. Pantas saja waktu itu aku melihat dia masih normal tetapi akhirnya terlihat juga efek pengobatannya saat ia akan memulai berbicara. Perkembangannya terlambat. Sewaktu kecil ia harus dimasukkan dalam sebuah alat dengan sinar UV yang sangat tinggi untuk menghancurkan bilirubin dalam tubuhnya dan efeknya hanya dua, jika tidak lumpuh maka perkembangannya akan terhambat. Sam memang tidak lumpuh. Ia sehat dan ia tumbuh menjadi anak yang luar biasa ceria. Tetapi, perkembangannya tidak normal. Ia tidak seperti anak-anak lain. Meski ia masih belajar mengeja satu per satu kata yang ia dengar, tapi bagiku Sam adalah sebuah keajaiban. Ia adalah hadiah di keluarga kami. Mengajari kami, para orang dewasa untuk bersyukur dan bersabar dalam menghadapi tingkahnya.
Sam, selamat ya sekarang udah jadi kakak. Semoga cepat sembuh, Sam. Suatu hari aku ingin melihatmu tumbuh besar dan menjadi seseorang yang membanggakan. Semoga kita bisa ketemu lagi. I’ll gonna miss you <3

 Khairunnisa, August 26th 2013. 11.08 PM