Friday, October 12, 2012

THE BEST COMMANDER EVER

Aku mengenalnya pertama kali lewat buku cerita anak muslim yang dipinjam kakakku di perpustakaan daerah tempatku tinggal. Saat itu aku masih duduk di kelas 6 SD. Sejak kecil aku memang sangat senang membaca, terutama buku cerita. Aku sangat senang karena setiap kali kakakku ke perpustakaan daerah, dia pasti meminjamkan buku untukku dan adikku. Itu adalah buku favoritku, karena isinya tentang cerita kepahlawanan generasi-generasi Islam. Dari sana pula aku menyukai sejarah penyebaran Islam oleh Rasulullah, para shahabat dan generasi brilian setelahnya.

Sebelum membaca cerita tentangnya, aku terkesima dengan kepahlawanan panglima penaklukkan Andalusia (Spanyol), Thoriq bin Ziyad. Beliau sangat berani. Membakar semua kapal-kapal perang dan memberikan sebuah penawaran kepada pasukannya dengan penawaran yang dulu masih tidak masuk akal menurutku. Namun, aku menyadari bahwa kemenangan yang akhirnya diperoleh oleh kaum Muslimin adalah karena keyakinan mereka oleh janji Allah. Disitulah letak perbedaan mereka dengan orang-orang kafir.


Lalu, aku membaca cerita selanjutnya. Muhammad Al Fatih. Panglima penaklukkan Konstantinopel. Namun, dulu aku tidak begitu memahami bahwasanya beliau adalah orang yang sangat istimewa. Aku hanya mengagumi beliau karena kecerdikannya saat menaklukkan Konstantinopel, karena dulu Konstantinopel merupakan kota yang sangat sulit untuk ditaklukkan. Beliau melakukan cara yang tidak biasa. Di buku disebutkan beliau mengepung tembok Konstantinopel dan menyerangnya dari arah yang tidak seharusnya. Waktu itu aku membayangkan Muhammad al Fatih menyerang Konstantinopel dengan berbalik arah. Dan baru saja kuketahui bahwa memang beliau menyerang dengan arah yang tidak biasa. Beliau tidak masuk lewat laut seperti yang seharusnya. Luar biasa karena ternyata beliau menyeberang lewat bukit. Sebuah bukit di tempat bernama Galata. Lebih hebat lagi karena beliau menyeberangkan kapal di atas bukit. Dan setelah mengetahui itu aku semakin kagum padanya.


Dulu, banyak yang tidak kumengerti tentang kepahlawanan kaum Muslimin. Aku hanya menganggap mereka keren karena mereka mampu melakukan hal-hal tidak terduga.

Hingga akhirnya Allah menjawab semua pertanyaanku. Muhammad Al Fatih bukanlah panglima biasa. Beliau adalah orang yang istimewa. Saking istimewanya Rasulullah saw. sampai menjulukinya panglima terbaik. Beliau bersabda :
“Sungguh akan ditaklukkan Konstantinopel. Sebaik-baik panglima adalah panglima yang menaklukkannya. Sebaik-baik pasukan adalah pasukan penakluknya” (HR. Ahmad)
Sebelum Muhammad al Fatih, generasi para shahabat sangat banyak yang ingin membuktikan bisyarah Rasulullah saw. tersebut. Semua berebut ingin mendapat predikat panglima dan pasukan terbaik. Namun, ternyata kesempatan itu belum datang untuk mereka. Meskipun begitu, ternyata keyakinan kaum muslimin saat itu akan keniscayaan bisyarah Rasulullah saw tidak pernah luntur sedikitpun. Hingga akhirnya 825 tahun kemudian, seorang pemuda berusia 21 tahun bernama asli Muhammad II bin Murad atau yang dikenal dengan nama Muhammad al Fatih berhasil membuktikan kebenaran bisyarah itu. Dan semua itu bukan tanpa usaha yang keras. Muhammad al Fatih sudah membekali dirinya dengan mimpi dan tekad bahwa dialah yang akan menjadi penakluk konstantinopel dan itu dicetuskannya sejak ia berusia 8 tahun. Hingga pada saat penaklukkan pun tidak serta merta beliau berhasil. Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar untuk mewujudkannya. Namun, beliau tidak pernah menyerah. Beliau tetap yakin pada bisyarah Rasulullah bahkan disaat paling sulit sekalipun. Di usia semuda itu, beliau mampu menunjukkan bahwa beliau pantas mendapat gelar panglima terbaik. Keyakinan beliau membuatnya tidak pernah berhenti memikirkan cara agar tujuannya tercapai. Semua itu tentu bukan untuk eksistensi diri dan berbangga-bangga akan kaumnya. Semua itu demi Islam yang beliau cintai. Maka beliau selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik dan memberikan yang terbaik untuk Islam dan kaum Muslimin. Sampai akhirnya pertolongan Allah datang. Konstantinopel akhirnya berhasil ditaklukkan.

Keyakinan, semangat, upaya yang keras akhirnya membuahkan hasil. Begitulah kaum Muslimin memaknai jihad dan membuktikan bahwa mereka mampu menjadi orang yang luar biasa karena keyakinan itu. Sebuah keyakinan yang mampu mengubah seseorang. Kekuatan keimanan. Kesempurnaan Islam akan terlihat ketika syariat diterapkan secara nyata dalam bentuk sebuah negara dan menjadikan jihad sebagai metode untuk menyebarkan Islam. Itulah yang diterapkan oleh Muhammad al Fatih pada waktu itu. Ke-Khilafahan Turki Utsmani yang tidak banyak orang tahu bahwa dulu Turki adalah pusat Ke-Khilafahan.


Namun, saat ini Khilafah belum ada. Khilafah yang dulu memberikan kejayaan bagi kaum Muslimin saat ini tidak ada sejak dihancurkan pada tahun 1924. Tetapi, Rasulullah pernah bersabda :

“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”. (H.R. Ahmad)

Sudahkah kepercayaan dan keyakinan kita kepada bisyarah tersebut seperti keyakinan Muhammad al Fatih dan pasukannya? Jika kita benar-benar yakin dan percaya, tentu kita akan berupaya sekuat tenaga untuk mewujudkan bisyarah tersebut. Maka, seperti halnya Muhammad al Fatih, kita pun memantaskan diri untuk bisa menjadi orang yang menegakkan Khilafah dengan tangan-tangan kita. Dan sudah seharusnya setiap dari kita berkomitmen untuk menjadi seorang pejuang Khilafah yang berkualitas, menjadi seorang pengemban dakwah dengan kualitas terbaik dan menjadi kebanggan Allah dan RasulNya.


Allah azza wa jalla berfirman :

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah..” (Q.S. Ali Imran [3] : 110)

Dalam ayat lain Allah juga berfirman :

“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik” (Q.S An Nuur [24] : 55)

Kesempatan itu ada untuk kita. Kesempatan mewujudkan kembali Khilafah dan karena satu kota lagi belum tertaklukkan. Roma. Kota itu menanti kita, kawan.


Wallahu ‘alam bi ash shawwab.


Malang, 7 Oktober 2012. 03.37 PM.

Sebelum briefing al Islam.
~Nahdah R. Asshafaa~

No comments:

Post a Comment