Aku mengenalnya pertama kali lewat buku cerita anak muslim yang
dipinjam kakakku di perpustakaan daerah tempatku tinggal. Saat itu aku
masih duduk di kelas 6 SD. Sejak kecil aku memang sangat senang membaca,
terutama buku cerita. Aku sangat senang karena setiap kali kakakku ke
perpustakaan daerah, dia pasti meminjamkan buku untukku dan adikku. Itu
adalah buku favoritku, karena isinya tentang cerita kepahlawanan
generasi-generasi Islam. Dari sana pula aku menyukai sejarah penyebaran
Islam oleh Rasulullah, para shahabat dan generasi brilian setelahnya.
Sebelum membaca cerita tentangnya, aku terkesima dengan kepahlawanan
panglima penaklukkan Andalusia (Spanyol), Thoriq bin Ziyad. Beliau
sangat berani. Membakar semua kapal-kapal perang dan memberikan sebuah
penawaran kepada pasukannya dengan penawaran yang dulu masih tidak masuk
akal menurutku. Namun, aku menyadari bahwa kemenangan yang akhirnya
diperoleh oleh kaum Muslimin adalah karena keyakinan mereka oleh janji
Allah. Disitulah letak perbedaan mereka dengan orang-orang kafir.
Lalu, aku membaca cerita selanjutnya. Muhammad Al Fatih. Panglima
penaklukkan Konstantinopel. Namun, dulu aku tidak begitu memahami
bahwasanya beliau adalah orang yang sangat istimewa. Aku hanya mengagumi
beliau karena kecerdikannya saat menaklukkan Konstantinopel, karena
dulu Konstantinopel merupakan kota yang sangat sulit untuk ditaklukkan.
Beliau melakukan cara yang tidak biasa. Di buku disebutkan beliau
mengepung tembok Konstantinopel dan menyerangnya dari arah yang tidak
seharusnya. Waktu itu aku membayangkan Muhammad al Fatih menyerang
Konstantinopel dengan berbalik arah. Dan baru saja kuketahui bahwa
memang beliau menyerang dengan arah yang tidak biasa. Beliau tidak masuk
lewat laut seperti yang seharusnya. Luar biasa karena ternyata beliau
menyeberang lewat bukit. Sebuah bukit di tempat bernama Galata. Lebih
hebat lagi karena beliau menyeberangkan kapal di atas bukit. Dan setelah
mengetahui itu aku semakin kagum padanya.
Dulu, banyak yang tidak kumengerti tentang kepahlawanan kaum
Muslimin. Aku hanya menganggap mereka keren karena mereka mampu
melakukan hal-hal tidak terduga.
Hingga akhirnya Allah menjawab semua pertanyaanku. Muhammad Al Fatih
bukanlah panglima biasa. Beliau adalah orang yang istimewa. Saking
istimewanya Rasulullah saw. sampai menjulukinya panglima terbaik. Beliau
bersabda :
“Sungguh akan ditaklukkan Konstantinopel. Sebaik-baik panglima
adalah panglima yang menaklukkannya. Sebaik-baik pasukan adalah pasukan
penakluknya” (HR. Ahmad)
Sebelum Muhammad al Fatih, generasi para shahabat sangat banyak yang
ingin membuktikan bisyarah Rasulullah saw. tersebut. Semua berebut ingin
mendapat predikat panglima dan pasukan terbaik. Namun, ternyata
kesempatan itu belum datang untuk mereka. Meskipun begitu, ternyata
keyakinan kaum muslimin saat itu akan keniscayaan bisyarah Rasulullah
saw tidak pernah luntur sedikitpun. Hingga akhirnya 825 tahun kemudian,
seorang pemuda berusia 21 tahun bernama asli Muhammad II bin Murad atau
yang dikenal dengan nama Muhammad al Fatih berhasil membuktikan
kebenaran bisyarah itu. Dan semua itu bukan tanpa usaha yang keras.
Muhammad al Fatih sudah membekali dirinya dengan mimpi dan tekad bahwa
dialah yang akan menjadi penakluk konstantinopel dan itu dicetuskannya
sejak ia berusia 8 tahun. Hingga pada saat penaklukkan pun tidak serta
merta beliau berhasil. Butuh waktu dan proses yang tidak sebentar untuk
mewujudkannya. Namun, beliau tidak pernah menyerah. Beliau tetap yakin
pada bisyarah Rasulullah bahkan disaat paling sulit sekalipun. Di usia
semuda itu, beliau mampu menunjukkan bahwa beliau pantas mendapat gelar
panglima terbaik. Keyakinan beliau membuatnya tidak pernah berhenti
memikirkan cara agar tujuannya tercapai. Semua itu tentu bukan untuk
eksistensi diri dan berbangga-bangga akan kaumnya. Semua itu demi Islam
yang beliau cintai. Maka beliau selalu berusaha untuk menjadi yang
terbaik dan memberikan yang terbaik untuk Islam dan kaum Muslimin.
Sampai akhirnya pertolongan Allah datang. Konstantinopel akhirnya
berhasil ditaklukkan.
Keyakinan, semangat, upaya yang keras akhirnya membuahkan hasil.
Begitulah kaum Muslimin memaknai jihad dan membuktikan bahwa mereka
mampu menjadi orang yang luar biasa karena keyakinan itu. Sebuah
keyakinan yang mampu mengubah seseorang. Kekuatan keimanan. Kesempurnaan
Islam akan terlihat ketika syariat diterapkan secara nyata dalam bentuk
sebuah negara dan menjadikan jihad sebagai metode untuk menyebarkan
Islam. Itulah yang diterapkan oleh Muhammad al Fatih pada waktu itu.
Ke-Khilafahan Turki Utsmani yang tidak banyak orang tahu bahwa dulu
Turki adalah pusat Ke-Khilafahan.
Namun, saat ini Khilafah belum ada. Khilafah yang dulu memberikan
kejayaan bagi kaum Muslimin saat ini tidak ada sejak dihancurkan pada
tahun 1924. Tetapi, Rasulullah pernah bersabda :
“Kenabian akan terjadi di tengah-tengah kalian dan berlangsung
selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan mencabut jika berkehendak
untuk mencabut. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj
kenabian dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian Allah akan
mencabut jika menghendaki untuk mencabut. Kemudian akan kekuasaan yang
menggigit (zhalim) dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian
Allah akan mencabut jika Allah berkehendak mencabut. Kemudian akan
kekuasaan diktator dan berlangsung selama Allah menghendaki. Kemudian
Allah akan mencabut jika berkehendak untuk mencabut. Kemudian akan
Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Kemudian beliau diam”. (H.R. Ahmad)
Sudahkah kepercayaan dan keyakinan kita kepada bisyarah tersebut
seperti keyakinan Muhammad al Fatih dan pasukannya? Jika kita
benar-benar yakin dan percaya, tentu kita akan berupaya sekuat tenaga
untuk mewujudkan bisyarah tersebut. Maka, seperti halnya Muhammad al
Fatih, kita pun memantaskan diri untuk bisa menjadi orang yang
menegakkan Khilafah dengan tangan-tangan kita. Dan sudah seharusnya
setiap dari kita berkomitmen untuk menjadi seorang pejuang Khilafah yang
berkualitas, menjadi seorang pengemban dakwah dengan kualitas terbaik
dan menjadi kebanggan Allah dan RasulNya.
Allah azza wa jalla berfirman :
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman
kepada Allah..” (Q.S. Ali Imran [3] : 110)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman :
“Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di
antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-
sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia
Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia
akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka,
dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam
ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan
tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang
(tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang
fasik” (Q.S An Nuur [24] : 55)
Kesempatan itu ada untuk kita. Kesempatan mewujudkan kembali Khilafah
dan karena satu kota lagi belum tertaklukkan. Roma. Kota itu menanti
kita, kawan.
Wallahu ‘alam bi ash shawwab.
Malang, 7 Oktober 2012. 03.37 PM.
Sebelum briefing al Islam.
~Nahdah R. Asshafaa~
No comments:
Post a Comment