Tuesday, November 16, 2010

My Contemplation

Kita lahir di dunia ini bersih bagai kertas putih yang masih bersih. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, perlahan-lahan kita mulai ditulisi dengan segala macam tulisan. Entah itu bagus atau jelek, entah itu benar atau salah. Semua tergantung kepada lingkungan tempat kita dibesarkan. Tapi, dibalik semua itu ada beberapa hal yang tergantung pada pilihan yang akan kita ambil, apakah kita tetap ingin seperti yang lalu-lalu ataukah kita menginginkan sebuah perubahan yang sudah lama tidak kita lihat dalam hidup kita yang monoton. Yup, setiap hari kegiatan kita hanya itu-itu saja sehingga tak jarang kita berpikir untuk membuat hidup kita lebih dinamis. Namun sayangnya, kita terlalu cepat menetapkan pilihan sehingga kita tidak memilah untuk melakukan aktivitas dinamis seperti apa. Jadilah kita kembali terbawa arus dunia yang sungguh sangat melenakan. Tak peduli lagi sama seruan Sang Pencipta. Apa saja boleh, yang benar dianggap asing dan aneh, sedang yang salah diupayakan untuk menjadi benar dan semua itu dipaksa untuk benar. Semua sah-sah saja yang penting tidak mengganggu dan melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Padahal, kita sama sekali tidak tahu standard benar dan salah itu seperti apa. Sok pintar dan selalu ingin supaya semuanya dibolehkan. Bantahan dan manuver terus dilancarkan ketika seruan kebenaran diteriakkan. Setiap kali diseru, sepertinya masih ada pilihan lain bagi kita dan kita masih selalu meragukannya. Padahal, kita tidak pernah tahu kapan hidup kita akan berakhir. Bisa saja besok, lusa, tahun depan, atau detik ini juga. Lantas, apa yang akan kita pertanggungjawabkan? Mengaku manusia modern dan berpendidikan, tapi kenapa masih sombong dan tak mengakui Sang Pencipta? Apakah kita ini keluar begitu saja dari sebuah mesin pencipta? Layakkah kita hanya menghabiskan waktu dengan sesuatu yang tidak berguna dan justru akan melenakan kita untuk menuju perubahan? Jawabannya adalah TIDAK. SAMA SEKALI TIDAK. Justru sebaliknya, kita harus mencari cara yang benar agar hidup kita tidak statis. Tantangan bukan sesuatu yang patut menjadi momok menakutkan untuk kita. Karena, kebenaran takkan pernah memihak dan selamanya kebenaran itu hanya ada satu, yaitu kebenaran yang bersumber dari SANG PENCIPTA alam semesta ini, yaitu Allah SWT. Tapi, banyak dari kita yang tidak menyadarinya. Sama sekali tidak pernah menyadarinya saking kita terlena dengan keindahan dunia ini. Astaghfirullah, patutlah kita memohon ampun hanya kepada Allah swt. Kita selalu saja memiliki banyak pertimbangan untuk menerima kebenaran, sementara untuk menerima kesesatan kita tak pernah sama sekali mempertimbangkannya. Sungguh ironis sekali makhluk-makhluk ini. Terlalu banyak kompromi oleh kita untuk menerima sebuah kebenaran. Kita terlalu sibuk memikirkan kepentingan diri kita sendiri. Padahal, Allah telah menunjukkan kebenaran-kebenaran itu dalam kitabNya. Namun, tak sedikit dari kita yang menolak kebenaran itu. Astaghfirullah. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita.
Sungguh, kebenaran akan selalu menampakkan cahanya meski seluruh manusia di bumi menolak kehadirannya.

No comments:

Post a Comment