Ini tentang aku. Tentang kegilaanku. Tentang pikiranku yang berhamburan seperti kerikil di jalanan. Tentang waktuku yang terlalu berharga untuk kusia-siakan. Tentang perjalananku yang mungkin saja akan berakhir sebelum aku bisa menebaknya. Tentang dunia yang kubangun di dalam kepalaku. Tentang segala hal indah yang menjadi harapan dalam mimpi-mimpiku. Aah, rasanya kepalaku nyaris pecah. Semua ini membuatku seperti tenggelam. Aku tenggelam dalam pikiran-pikiranku sendiri. Ya Allah, kurasa aku sudah terlalu jauh berjalan. Berjalan jauh dari sisiMu. Keegoisanku semakin membuncah. Keegoisan yang selama ini kusangkali. Keegoisan yang seringkali muncul tanpa kusadari. Ya Allah, terlambatkah jika aku ingin kembali ke sisiMu?! Berjalan di jalan yang telah kau tentukan untuk kami?!
Jika kata-kata itu benar bahwa bersamaMu semua akan baik-baik saja, izinkan aku untuk selalu ada di dekatMu. Izinkan aku bersandar padaMu. Izinkan aku mengadu dan menangis di hadapanMu. Izinkan aku memperbaiki keadaanku. Izinkan aku berpegang pada aturanMu.
Aku sudah lelah hidup seperti ini. Hidup tanpaMu. Aku mohon izinkan aku mendekatiMu. Izinkan aku selalu bersamaMu di sepanjang hidupku dan izinkan aku beristirahat di tempat yang Engkau janjikan untuk hambaMu yang istimewa.
Jika kata-kata itu benar bahwa bersamaMu semua akan baik-baik saja, izinkan aku untuk selalu ada di dekatMu. Izinkan aku bersandar padaMu. Izinkan aku mengadu dan menangis di hadapanMu. Izinkan aku memperbaiki keadaanku. Izinkan aku berpegang pada aturanMu.
Aku sudah lelah hidup seperti ini. Hidup tanpaMu. Aku mohon izinkan aku mendekatiMu. Izinkan aku selalu bersamaMu di sepanjang hidupku dan izinkan aku beristirahat di tempat yang Engkau janjikan untuk hambaMu yang istimewa.