Thursday, August 11, 2011

YANG MUDA YANG BERJUANG...


Apakah aku sudah berubah? Mungkin saja. Sejak dulu malah..

Kalau orang-orang pada bilang, ”yang muda, yang bercinta” saya justru harus bilang, ”Yang Muda yang Berjuang”. Why???  Iya, karena yang muda itu masih punya banyak kesempatan. Masa depan mereka jauh terbentang ke depan. Ibaratnya, umur mereka masih panjang, so mereka yang bakalan jadi harapan ke depan buat nerusin perjuangan. Perjuangan? Perjuangan yang mana tuh? Perjuangan kayak yang dilakuin sama pahlawan macam Jenderal Sudirman cs? Ya, ngga gitu-gitu amat kali. Masalahnya, sekarang kita ngga bisa pake perang fisik lagi. Yang ada, yaitu perang yang paling keren sepanjang abad ini, Perang Pemikiran. Hanya sama yang muda, kita bisa berharap. Berharap, suatu saat dunia ini kembali damai dan manusiawi. Kalau sekarang mah, udah lebih parah dari jaman Prasejarah dulu. Ngakunya jaman modern, tapi kok kelakuannya kayak orang-orang jadul, ya? Saya jadi heran. Maka dari itu, kita butuh kader-kader yang bakalan dijadikan peluru buat nerusin perjuangan Rasulullah saw dalam terus menyebarkan agama super duper sempurna, Islam. Perjuangan itu tidak sia-sia, sama sekali tidak. Karena, itu bukan sembarang perjuangan. Itu adalah perjuangan di jalan dakwah dengan terus menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.

Jangan bilang, tugas pemuda itu Cuma hura-hura dan menikmati masa muda. That’s a big fault!!! Salah besar!!! Justru, tugas pemuda itu semakin berat saat jaman udah kayak sekarang. Untuk jadi pejuang, kita kudu belajar. Belajartentang gimana cara jadi pejuang. Nah, masalahnya sekarang kamu siap ngga jadi pemuda pejuang, yang bersedia mengorbankan apapun di jalan Allah? Jawabannya, ada sama kamu. Tapi, sebagai seorang pemuda seharusnya kita sadar akan kewajiban yang dibebankan sama kita yang terus-terusan manggil kita, panggilan untuk berdakwah. Tapi, kok kita masih aja sering mengabaikan panggilan itu? Kita masih aja terus tergoda dengan kenyataan yang semakin menjerumuskan kita? Kita masih aja nganggap kalau kenyataan itu adalah sebuah kebenaran yang harus diikuti? Kita punya akal, tapi ngga mau mikir. Gimana sih? Padahal, Allah berfirman dalam kitabnya, ” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk  kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata  tidak dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kebesaran Allah), dan mereka mempunyai telinga  tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (TQS. al-A’raaf[7]:179). Nah, itu hanya sekedar ingatan dan ultimatum yang udah sopan banget deh. Selain itu, Allah juga berfirman, ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ;merekalah orang-orang yang beruntung (TQS. ali-Imran [3]:104). Itu adalah sebuah seruan buat kita, terutama para pemuda untuk berjuang dengan jalan berdakwah. Terus, kamu masih mau ngeles lagi? Aduh, kamu itu maunya apa sih? Mau dikatain binatang ternak atau dibawahnya?
Di atas Allah udah janji sama kita, bahwa kita bakalan jadi orang yang beruntung kalo kita mau berjuang. Nah, kamu mau ngga jadi orang-orang beruntung? Pasti mau-lah, bukan mau dong. Iya, kan? Nah, kalo gitu, tunggu apalagi? Kita kan pemuda. Ngga ada pilihan buat kita selain jadi pejuang dan revolusioner atau jadi perusak dan yang lebih parah lagi jadi pecundang? Yup, karena kita pemuda Muslim, kawan. So, mulai sekarang, tentuin arah hidup loe! That’s your style, guys! Tetapkan prinsip, bahwa waktu adalah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat kebajikan, kesempatan untuk amar ma’ruf nahi munkar dan kesempatan buat ngumpulin pahala. Maruk dalam hal kebajikan itu malah dianjurkan. So, Yang Muda Yang Berjuang!!! SELAMAT BERJUANG, ya!!!                                                                                   

No comments:

Post a Comment