Friday, August 19, 2011

UNTUK HARI INI

Untuk hari ini
Kupersembahkan segenap hatiku untukNya
UntukNya yang selalu ada
Untuk hari ini
Kubersihkan pikiranku
Untuk tetap memikirkanNya
Untuk hari ini
Untuk waktu yang tidak mungkin kembali
Untuk waktu yang terus berlari
      Untuk hari ini
      Aku ingin mencintaiNya
      Dengan hatiku..

HARI INI

Ini cerita tentang hari ini
Tentang hidup yang terus berjalan
Tentang waktu yang terus berdetak
Tentang mimpi yang masih saja menjadi angan-angan
       Hari ini banyak sekali cerita
       Hujan pada awan
       Langit pada hujan
       Waktu pada kehidupan
Dan esok
Dia akan datang
Namun hari ini
Mungkin tidak akan bisa menemaninya


Thursday, August 11, 2011

YANG MUDA YANG BERJUANG...


Apakah aku sudah berubah? Mungkin saja. Sejak dulu malah..

Kalau orang-orang pada bilang, ”yang muda, yang bercinta” saya justru harus bilang, ”Yang Muda yang Berjuang”. Why???  Iya, karena yang muda itu masih punya banyak kesempatan. Masa depan mereka jauh terbentang ke depan. Ibaratnya, umur mereka masih panjang, so mereka yang bakalan jadi harapan ke depan buat nerusin perjuangan. Perjuangan? Perjuangan yang mana tuh? Perjuangan kayak yang dilakuin sama pahlawan macam Jenderal Sudirman cs? Ya, ngga gitu-gitu amat kali. Masalahnya, sekarang kita ngga bisa pake perang fisik lagi. Yang ada, yaitu perang yang paling keren sepanjang abad ini, Perang Pemikiran. Hanya sama yang muda, kita bisa berharap. Berharap, suatu saat dunia ini kembali damai dan manusiawi. Kalau sekarang mah, udah lebih parah dari jaman Prasejarah dulu. Ngakunya jaman modern, tapi kok kelakuannya kayak orang-orang jadul, ya? Saya jadi heran. Maka dari itu, kita butuh kader-kader yang bakalan dijadikan peluru buat nerusin perjuangan Rasulullah saw dalam terus menyebarkan agama super duper sempurna, Islam. Perjuangan itu tidak sia-sia, sama sekali tidak. Karena, itu bukan sembarang perjuangan. Itu adalah perjuangan di jalan dakwah dengan terus menyeru kepada kebaikan dan mencegah dari keburukan.

Jangan bilang, tugas pemuda itu Cuma hura-hura dan menikmati masa muda. That’s a big fault!!! Salah besar!!! Justru, tugas pemuda itu semakin berat saat jaman udah kayak sekarang. Untuk jadi pejuang, kita kudu belajar. Belajartentang gimana cara jadi pejuang. Nah, masalahnya sekarang kamu siap ngga jadi pemuda pejuang, yang bersedia mengorbankan apapun di jalan Allah? Jawabannya, ada sama kamu. Tapi, sebagai seorang pemuda seharusnya kita sadar akan kewajiban yang dibebankan sama kita yang terus-terusan manggil kita, panggilan untuk berdakwah. Tapi, kok kita masih aja sering mengabaikan panggilan itu? Kita masih aja terus tergoda dengan kenyataan yang semakin menjerumuskan kita? Kita masih aja nganggap kalau kenyataan itu adalah sebuah kebenaran yang harus diikuti? Kita punya akal, tapi ngga mau mikir. Gimana sih? Padahal, Allah berfirman dalam kitabnya, ” Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk  kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata  tidak dipergunakannya untuk melihat(tanda-tanda kebesaran Allah), dan mereka mempunyai telinga  tidak dipergunakannya untuk mendengar. Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai (TQS. al-A’raaf[7]:179). Nah, itu hanya sekedar ingatan dan ultimatum yang udah sopan banget deh. Selain itu, Allah juga berfirman, ”Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ;merekalah orang-orang yang beruntung (TQS. ali-Imran [3]:104). Itu adalah sebuah seruan buat kita, terutama para pemuda untuk berjuang dengan jalan berdakwah. Terus, kamu masih mau ngeles lagi? Aduh, kamu itu maunya apa sih? Mau dikatain binatang ternak atau dibawahnya?
Di atas Allah udah janji sama kita, bahwa kita bakalan jadi orang yang beruntung kalo kita mau berjuang. Nah, kamu mau ngga jadi orang-orang beruntung? Pasti mau-lah, bukan mau dong. Iya, kan? Nah, kalo gitu, tunggu apalagi? Kita kan pemuda. Ngga ada pilihan buat kita selain jadi pejuang dan revolusioner atau jadi perusak dan yang lebih parah lagi jadi pecundang? Yup, karena kita pemuda Muslim, kawan. So, mulai sekarang, tentuin arah hidup loe! That’s your style, guys! Tetapkan prinsip, bahwa waktu adalah kesempatan. Kesempatan untuk berbuat kebajikan, kesempatan untuk amar ma’ruf nahi munkar dan kesempatan buat ngumpulin pahala. Maruk dalam hal kebajikan itu malah dianjurkan. So, Yang Muda Yang Berjuang!!! SELAMAT BERJUANG, ya!!!                                                                                   

Sudahkah Kita Bersyukur ???

Tulisan ini udah lama ada. Beberapa tahun yang lalu. Rasanya pengen bernostalgia dengan masa lalu *gak penting*
Sekedar untuk berkontemplasi aja sih. Mencoba jadi seseorang yang lebih berguna meskipun cuma bisa nulis sedikit.
Yah, ini dia hasil tulisan dan buah pikiranku dengan beberapa editan..

Cekidot.

Subhanallah, Allah itu emang bener-bener ruarrr biasa dan full of surprise. Kenapa??? Karena Dia selalu ngasih surprise dan warna dalam setiap perjalanan hidup kita? Bener kan??? Hayo ngaku aja deh…

Dia udah nyiptain banyak hal yang bikin kita betah hidup lama-lama di dunia ini. Pokoknya, mulai dari hal paling kecil dan paling serius yang kita butuhin sampe hal yang pualing gede. Coba deh kalian bayangin kalo suatu saat Allah cabut nikmat itu dari dunia ini? Udah pasti kita semua, manusia-manusia serakah dan ngga tau terima kasih bakalan pada sussah luar biasa sussahnya. Contohnya, kalau Allah ngejual oksigen dimuka bumi ini buat kita bernapas. Wah, luar biasa kan susahnya??? Ya iyalah, kita kan manusia, makhluk yang paling ngga pernah puas di jagad raya ini, sampe-sampe kita ngalahin tuh satwa-satwa yang ada di kebun binatang. Mereka puas kok, dikasih makan 3 kali sehari. Kita, maunya dikasih melulu. Udah dapat 1 nikmat, minta 1000. Dapat 1000, minta 10000. Wah, emang dasar maruk ya kita? Udah diciptain sebaik-baik bentuk, udah dikasih akal, udah dikasih rizki, apalagi coba yang kurang? Allah berfirman, ”Maka ni'mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (TQS. ar-Rahmaan [55]:13). Sungguh sombong kalo kita ngga mau ngejalanin apa yang Allah perintahin, padahal apa yang kita minta selalu Allah kasih. Istilahnya ngga nurut sama yang nyiptain. Diserukan ke jalan yang bener malah ngeyel.

Saudara-saudara yang selalu kucintai hanya karena Allah, kita itu diciptain ngga ada yang ngga baik. Soal jelek, cantik, kaya atau hal-hal lebih lainnya itu kan relatif. Allah berfirman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya” (TQS. at-Tiin [95]:4). Tapi, yang pasti kita ini berwujud manusia (ya iyalah, kalau Uka-uka mana bisa jalan-jalan n’ hura-hura???). Justru karena kita manusia, makanya kita tuh musti mikir, apakah kita ini ada dengan sendirinya kayak Sun Go Kong si Manusia Monkey yang mitosnya lahir dari batu besar atau kita ada yang menciptakan? Let’s think together !!! Kalau udah dapat jawabannya, maka kita harus pandai-pandai bersyukur. Kita tuh diciptain sama Sang Khalik yang tak berawal dan tak berakhir. So, pasti dia juga nurunin hal-hal yang musti kita lakuin buat Dia. Kan Dia yang bikin kita ada di dunia ini. Tapi, kok kita malah ogah ya ngelakuin yang Dia suruh? Padahal, itu bukan karena kita ngga bisa lho. Tapi, karena kita sombong. Kita udah ngerasa bahwa kita itu berkuasa di dunia ini. Sang Pencipta hanya punya kuasa kalau kita udah mati ntar. Wah, kamu bener-bener salah kalau mikir kayak gitu. Justru karena Dia pencipta, maka dia dong yang jadi Tuan kita. Kita ini ibaratnya Budak yang bakalan ngelakuin apa aja untuk tuannya? Tapi, Budak kok sombong sama perintah Tuannya ? Maunya yang enak-enak aja. Mana bisa? Buat ngedapetin kebahagiaan, pasti dong butuh pengorbanan. Ya, iyalah. Masa masuk surga jalannya lurus-lurus dan mulus-mulus aja kayak jalan TOL??? Nah, buat masuk surga kita harus berkorban dulu. Jangan Cuma mau enak doank, ngga mau dapet yang susah-susah. Oh, ya satu lagi, semua yang ada di dalam hidup kita ini Cuma pinjaman lho. Jadi, jangan ngomel kalau suatu saat Dia ngambil kembali apa yang Dia punya. Jangan pikir, ini punya kita, ya and don’t forget jangan sombong sama peraturan yang Allah turunkan buat kita, karena itu semua buat kebaikan kita di dunia dan di akhirat. Kalau kita mau mikir-mikir lagi, apa sih yang bisa kita sombongkan dari diri kita? Kita kan Cuma Budak yang ngga akan pernah memiliki apapun. Yang memiliki segalanya ya hanya Allah, Sang Pencipta sekaligus Pengatur langit dan bumi beserta isinya. Jadi, saran saya pikir-pikir lagi deh kalau mau sombong-sombongan dan ngga nurut sama Sang Pencipta. Kalo gitu, keluar aja dari bumi-Nya Allah.  Met berkontemplasi, ya saudara-saudaraku !!