Sunday, August 03, 2014

Episode; Aku, Lebaran dan Idul Fitri

Sebelum saya mulai tulisan saya yang pastinya bakalan panjang ini *sekalian beres-beres blog*, izinkan saya mengucapkan “SELAMAT IDUL FITRI 1435 H”. Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf untuk segala kesalahan ^^
Tahun ini adalah kedua kalinya saya tidak pulang kampung saat Idul Fitri. Pertama adalah di tahun 2010. Saat itu saya baru saja masuk Universitas. Dan tahun terakhir saya di universitas *in syaa Allah* juga saya akhirnya memutuskan untuk tidak pulang ke kampung halaman. Banyak pertimbangan sebenarnya. Tapi, ada satu hal yang membuat saya benar-benar ingin menyelesaikannya di sini. Dan Alhamdulillah semua sudah selesai *I really hope so :D*
Sejak awal Ramadhan sampai detik ini banyak sekali peristiwa yang sudah saya alami *ya iyalah, Ditriii* dan ada beberapa yang tidak akan terlupakan saking spesialnya. Ramadhan dan Idul Fitri emang selalu jadi momen paling tidak terlupakan buat saya. Setidaknya sejak saya hijrah ke perantauan :D Salah satunya adalah ketika saya menyadari banyak hal yang sudah berubah, baik diri saya sendiri, lingkungan sekitar saya, kehidupan saya, meski sebenarnya tidak semua juga menyadari perubahan itu dan mungkin Cuma saya aja haha :D Yang jelas, saya merasakan banyak yang berubah sejak saya kuliah.
Beberapa kenangan yang gak terlupakan di Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini
KKN
Setelah sekian lama akhirnya saya bisa magang juga haha. Yah, emang periode sebelumnya adalah karena kegalauan saya yang gak nentuin tempatnya dari awal. Alhamdulillah bisa KKN di tempat yang bagus. Pimpinannya baik dan ramah. Supervisornya enak. Murid-muridnya juga seru-seru. Pengalaman paling seru adalah ngawas UAS. Bener-bener ujian kesabaran ngeliat anak-anak super bandel. Untung aja mereka bukan murid-murid saya.
Seperti kata Aoi Chan dan Chairo Chan, everything will come in the right time. And these what Allah has prepared for me. A sweet scene just for me. Minna san, happy Ied Mubarak. Ina, Putri, Pak Kus, Bu Ratri, Bu Rina, Pak Eko, dan murid-muridku ^^
Aksi Solidaritas Palestina
Seluruh dunia kembali tercengang dengan aksi brutal Israel *laknatullah alaih* ke Gaza di bulan Ramadhan. Bahkan hingga detik ini, aksi kejam itu juga belum selesai. Dan yang lebih keterlaluan lagi adalah kaum Muslimin di belahan bumi yang lain hanya menonton saja. Khususnya para pemilik kekuasaan. Seolah Israel itu sangat dihormati akhirnya mereka seperti di atas angin, berbuat sesukanya. Padahal, Allah yang melaknat mereka. Solidaritas kaum Muslimin mengalir seperti air bah. Bantuan berupa dana, pakaian, obat-obatan semua diberikan. Namun, tidak ada yang berubah. Semua hanya jadi obat. Namun tetap tidak ada yang bisa menghentikan kekejian Israel. Kaum Muslimin tidak berdaya. Bener-bener jadi pecundang di depan hidung orang kafir.
Kali ini kami hanya bisa melakukan aksi. Menyeru para penguasa untuk turun tangan. Menunjukkan kepedulian mereka sebagai kaum Muslimin. Menunjukkan bahwa kaum Muslimin punya taring yang bisa merobek kesombongan dan kebengisan orang-orang kafir. Kami pun menyerukan bahwa selain bantuan dana dan sejenisnya ada hal lain yang tidak kalah penting, yakni persatuan kaum Muslimin di bawah satu kepemimpinan. Kepemimpinan seorang Khalifah dalam naungan Khilafah. Bukan karena Nasionalisme yang justru menjadi racun pemecah-belah kaum Muslimin.
Dan saya pun semakin sadar, tantangan perjuangan ini semakin besar. Makanya menegakkan Khilafah tidak pernah mudah. Saya sudah berlari sejauh ini, maka tidak ada alasan untuk kembali. Tidak ada alasan untuk kabur dari perjuangan ini. Sudah cukup saya melihat semua ketidakadilan dan kerusakan akibat penerapan Demokrasi-Kapitalis. Sudah cukup saya merasakan begitu banyak kepahitan, kesedihan dan duka yang mendalam karena sistem rusak dan merusak ini. Saya tidak rela bahkan sampai saya mati sekalipun ketika sistem ini masih diterapkan. Jika pun nanti saya mati sebelum saya bisa menumbangkan sistem ini, saya yakin akan banyak orang-orang setelah saya yang akan tetap memperjuangkan tumbangnya sistem ini dan tegaknya Khilafah. Di tengah banyaknya fitnah terhadap dakwah ini, semoga dengan thoriqoh dakwah yang sudah saya pelajari dan saya yakini, saya bisa tetap berpegang teguh padanya. Pada thoriqoh yang dijalani dengan sepenuh jiwa oleh Rasulullah SAW. Semua hanya masalah waktu. Maka kesabaran itu perlu. Dan nyalakan terus api keyakinan itu. Kita semua pasti dimenangkan oleh Allah. Karena Allah dan RasulNya tidak akan pernah ingkar janji.
Berburu bareng teman-teman seperjuangan
Udah jadi kebiasaan kalo Ramadhan pasti bakalan nyerbu masjid. Ya apalagi kalo bukan tarawih? Tapi, kalo sama Dewi, semua bakal jadi plus-plus. Buka puasa, sholat Isya dan Tarawih. Kenang-kenangan 15 hari terakhir Ramadhan bareng Dewi, Arin dan Nurul. And of course, congrats buat Arin yang akhirnya diberi kelulusan. Sekarang di belakang namanya udah ada titel *eaaa* Barakallah ya, Rin ^^
Itikaf di 10 malam terakhir
Ini juga jadi agenda yang gak kalah seru. Itikaf di 10 malam terakhir. Bener-bener jadi safari masjid akhirnya :D dan yang paling seru adalah itikaf bersama di Batu. Haha, unforgettable banget. Everything. Suasananya, materinya, pemandangannya dan kebersamaannya. Ya, inilah indahnya berjamaah. Selalu ada yang mengingatkan dikala futur menyerang, menguatkan dikala jatuh, melangkah bersama dalam jalinan dakwah dan ukhuwah menuju satu tujuan, yakni melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah. Karena dakwah ini juga saya tidak pernah merasa sendirian meskipun jauh dari rumah. Jamaah ini adalah rumah kedua bagi saya. Teman-teman seperjuangan adalah keluarga besar saya. Dan Alhamdulillah, meski kadang kesepian, saya tidak pernah benar-benar merasakan kesepian. Karena mereka selalu ada, selain karena Allah juga pastinya. Uhibbukum fillah <3
Travelling sendiri ke Surabaya
Untuk pertama kalinya saya ke Surabaya naik kendaraan sendiri. Sebelumnya udah pernah, tapi waktu itu masih dijemput. Kali ini saya naik kereta, naik angkot dan sampai ke tempat tujuan sendirian. Haha, rasanya aneh sih travelling sendirian, tapi saya juga gak tau kalo saya pergi jauh mesti sendirian. Dan orang yang pertama kali nemenin saya travelling jauh adalah Nila :D Semoga aja suatu saat beneran punya teman travelling :p
Misskom di Hari Raya
Sebenernya kejadian ini rasa absurd dan memalukan buat diceritakan. Semua planning di awal berantakan. Hari Raya yang ternyata warnanya abu-abu. Tapi, Alhamdulillah saya punya teman yang berwarna lebih cerah. Jadi saya gak ada alasan untuk tetap mendung. Dengan kesederhanaan, kami mencoba mengukir senyuman. And it works ^^ Ziezie, Mbak Put, Balgis, Ani, thanks for the memories :D
Travelling ke Blitar dan Tulungagung
Nila adalah orang pertama yang bersedia travelling bersama saya. Udah gak tau apa-apa, modal peta sama HP. Akhirnya saya berangkat ke Tulungagung. Pertama kalinya juga naik sepeda motor. Ternyata setelah saya hitung-hitung, sekitar 1-1,5 jam kalo gak nyasar haha. Waktu itu saya sempat nyasar. Apalagi Nila puasa. Afwan ya, Nil. Jazakillah khairan katsir udah nemenin muter-muter nyari makam. And finally, I made my promise. See? If you don’t come then I’ll come to you. Finally, I came to meet you. Even it’s just a silent grave. I hope you see. I hope you see. I hope you see. Now, everything will be alright. End of our story. A sad ending one, but it makes so much lessons for me and the other. Thanks for coming into my life, thanks for giving me so many lessons, thanks for changing me to be a better person, thanks for bringing such colorful memories, thanks for giving me so much love and care, thanks for everything.
Meet New Family in Blitar
Nila, Bapak, Ibu, Pak Po, Pak Dhe, Bu Dhe dan semuanya akhirnya jadi keluarga baru saya selama di Blitar. Haha, saya gak tau apa saya kesana untuk melarikan diri dari hantu bernama kesepian. Hitung-hitung refreshing dan menepati janji ke Nila. Makasih untuk Ibu dan Bapak yang udah peduli banget dan nganggap saya seperti anak sendiri. Diajakin ke rumah saudara dan dapat angpao pula. Haha, saya jadi malu. Udah segede gini masih dapat angpao. Makasih Pak Dhe ^^ In syaa Allah kalo ada kesempatan, saya sempatin ke Blitar lagi, ngunjungin Bapak, Ibu, Pak Po dan semuanya. Rasanya gak cukup hanya dengan kalimat. Dan ini sukses bikin saya nangis. Love you all in Allah. I hope we’ll meet again. Dan semoga bisa ke Tulungagung lagi, ke rumah Pak Dhe-nya Maryam *Iam, ayo cepet balik :P*
Tuh kan, kalo udah lama gak nulis, sekali nulis jadi panjang banget tulisannya. Ya, semoga siapapun yang baca bisa ngambil pelajaran. Happy Ied Mubarak, all ^^

Shelter, August 2nd 2014. 08:50 AM. Gak terasa pas sebulan lagi.

Wednesday, July 09, 2014

Memaafkan Masa Lalu


Masa lalu terkadang mampu memberi semangat dalam hidup kita. Namun, tak jarang masa lalu juga justru malah sebaliknya, menjadikan diri kita trauma dan frustasi.

Masa lalu terkadang mampu memberi semangat dalam hidup kita. Namun, tak jarang masa lalu juga justru malah sebaliknya, menjadikan diri kita trauma dan frustasi. Bila ada sederet kebaikan, prestasi, kebahagiaan di masa lalu, itu akan jadi pemicu semangat hidup kita di masa kini dan yang akan datang. Tapi, jika masa lalu dipenuhi dengan deretan kepedihan, kesakitan, kegagalan, bahkan kenistaan, pada saat itulah kita menjadi berat untuk melangkah di hari ini. Seakan tak ada harapan di masa yang bernama nanti.

Sahabat, kita harus berubah. Itu pasti. Tapi bagaimana dengan masa lalu kita dengan segudang kenangan yang warna-warni? Kuncinya hanya satu. Kita harus berani untuk mengikhlaskannya. Kita harus berani menerimanya dengan sepenuh hati. Itulah masa lalu kita. Begitulah masa lalu kita. Tak perlu kita nafikan. Tak pelu kita bohongi.

Saat masa lalu ada sederet kegagalan, terimalah kenyataan itu hari ini. Tak mengapa. Ikhlaskanlah dan jadikan itu sebuah makna dalam kehidupan kita. Ingatlah bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kekalahan. Yang terpenting bukan kalahnya, tapi apa yang bisa kita pelajari dari kekalahan diri kita. Ingatlah pula dengan Rasulullah Saw bersama kaum Muslimin saat perang Uhud. Saat itu kaum Muslim kalah. Dan itu tak bisa dibohongi. Tapi yang terpenting kita bisa belajar, bahwa kekalahan itu bukan datang begitu saja. Tidak datang tiba-tiba. Ia datang dari “kelalaian” pasukan pemanah yang ada di bukit. Masa lalu kita pun demikian. Cobalah untuk mengikhlaskan kegagalan yang pernah terjadi, lalu kita pelajari apa gerangan “kelalaian” yang kita lakukan saat itu.

Masa lalu kita bisa jadi juga ada rasa sakit yang dirasakan. Apakah itu karena ucapan atau karena tindakan orang lain kepada kita. Baik itu oleh sahabat kita, tetangga kita, atau bahkan oleh orang yang kita cintai sekalipun. Itu bisa saja terjadi. Mulai sekarang, cobalah untuk memaafkannya, mengikhlaskan semua itu. Maafkan atas yang pernah dilakukan dan diucapkan orang lain kepada kita yang menyakitkan itu. Cobalah untuk mengikhlaskan apapun kesakitan yang kita derita karenanya. Cobalah untuk melihat bahwa di balik rasa sakit itu ada sejumput kebaikan yang Allah titipkan.

Masa lalu pun tak jarang juga ada kesedihan yang menemani. Bisa jadi kesedihan itu karena kehilangan orang-orang yang kita cintai. Tak adanya lagi orang yang menemani kita menjalani hari. Itu bisa menjadi sebab hadirnya kesedihan. Atau bisa jadi juga karena menjauhnya orang-orang dari kita. Dan lebih menyakitkan lagi yang menjauhi kita itu adalah orang yang sangat kita sayangi. Cobalah untuk mengikhlaskan semua yang pernah terjadi. Renungkanlah, bahwa kerinduan itu hadir bukan karena kebersamaan. Rindu itu ada saat perbisahaan ada. Renungkanlah pula bahwa semua yang ada di muka dunia ini sementara, termasuk kebersamaan kita bersama orang yang kita cinta. Itu sementara. Pasti ada masa dimana kita akan dipisahkan darinya. Itu niscaya.

Sahabat, ikhlaskanlah masa lalumu. Seperti apapun itu. Sedih, pilu, duka, gagal, terimalah lalu maafkanlah. Maafkan diri Anda sendiri. Maafkan orang lain yang menjadi penyebab sedih itu ada. Lalu segeralah mengikhlaskan apapun yang terjadi di masa itu. Ikhlaskanlah, relakanlah masa Anda menjadi bagian dari perjalan hidup Anda. Lalu, terbitkanlah harapan baru dalam diri Anda, bahwa masa depan akan ada kebaikan yang bisa kita dapatkan. Ingatlah, kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh masa lalunya, tapi ditentukan oleh pilihan di masa kini dan harapannya di masa depan. Kenapa kita masih terbenam di masa lalu, semantara kita sedang menjalani masa kita dan menatap masa depan? Yuk berubah. Ikhlaskan… ikhlaskan…

Asep Supriatna

Keren banget judulnya. Dan isinya ngena banget. Selamat berproses, selamat move on ^^

Monday, July 07, 2014

My First Award ^_^


Berawal dari sebuah tag di salah satu SNS (Social Networking Sites). Saya gak ngerti sebenarnya itu postingan apa. Tapi, saya tau kok siapa yang posting. Salah satu teman sesama blogger. Karena penasaran, saya buka aja linknya (sebenarnya penasarannya karena nama saya ditaruh di sebelah nama-nama penulis yang menurut saya keren-keren hehe :D). Dan terakhir saya baru tau kalo postingan itu tentang sebuah award yang namanya The Liebster Award.

Sekilas Tentang The Liebster Award

The Liebster Award adalah penghargaan berantai yang diberikan oleh satu blogger ke blogger lainnya. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang layak mendapatkannya. Jadi, gak sembarangan hehe.
The Liebster Award berasal dari Jerman. Kata liebster artinya dearest atau kalo diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia; tersayang, terkasih, tercinta. Jadi, bisa berarti “Penghargaan Tersayang” atau “Pemberian Tercinta”. Dan awalnya award ini Cuma diberikan ke sesama blogger perempuan. Tapi, seiring dengan berjalannya waktu akhirnya award ini juga popular di kalangan blogger laki-laki. Dan akhirnya penghargaan ini diberikan ke siapa saja.
Dengan award ini para blogger bisa saling mengenal satu sama lain dan saling mengapresiasi tulisan satu sama lain. So, sayang banget kalo award ini diabaikan *eaaa :D

Nah, ini dia peraturan The Liebster Award

1. Berterimakasihlah pada orang yang menominasikan dengan mencantumkan alamat blognya di blog teman-teman sekalian (tapi sebelum itu berterimakasihlah kepada Allah karena dengan ilmunya, kamu bisa nulis dan menghasilkan karya )
2. Tampilkan gambar (logo) TLA-nya di blogmu, boleh dipostkan dimanapun kamu suka. Asalkan terlihat oleh blogger lain.
3. Jawab 11 pertanyaan yang diberikan oleh blogger yang menominasikanmu untuk TLA.
4. Tulis 11 fakta random tentang dirimu
5. Nominasikan 5 – 11 blogger yang menurutmu layak untuk mendapatkan TLA yaitu blogger yang memiliki follower kurang dari 1000.
6. Bikin 11 pertanyaan baru untuk blogger yang dinominasikan.
7. Masukan peraturan dari TLA di postinganmu
8. Setelah postingannya go public alias udah dipublish. Kalian harus memberitahukan orang-orang yang dinominasikan dalam TLA sertakan pula tautan postingannya.

Alhamdulillahirabbil’alamin, jazakumullah khairan katsir untuk

Hontou ni arigatou, Nurul San :D seseorang yang saya kenal lewat twitter, blog dan tumblr. Dan ternyata dia adalah sahabat salah satu teman saya juga, Kamila Aziza Rabiula (haha, dunia itu emang sempit :D) Dia anak Sastra Indonesia Unpad dan bentar lagi siding skripsi :D Saya suka postingannya tentang review film dan kebetulan film yang direview juga kebanyakan film yang saya suka hehe 
Gak nyangka banget saya jadi nominator ke-5 dari TLA :D Saya pikir saya Cuma ngarep aja blog saya ada yang baca soalnya tulisan saya tidak bisa dibilang tulisan normal hehe :D Mou ichido, arigatou ^^

Ini pertanyaannya

1. Apa yang membuat kamu yakin dengan keyakinanmu (agama) saat ini? Awalnya saya mikir kalo Islam adalah agama ritual semata, jadi gak ada beda sama agama-agama lain di dunia ini (itu yang saya pikirkan sampai kelas 6 SD) tapi setelah serius mengkaji Islam di sebuah partai politik internasional, saya jadi punya alasan kuat kenapa saya meyakini agama yang saya peluk sekarang. Alasannya, karena agama saya adalah agama yang sempurna. Agama yang tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan manusia dengan dirinya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dengan manusia yang lain dengan peraturan yang jelas dan rinci. Dan dengan peraturan itulah seluruh umat manusia dapat melangkah di jalan yang benar di dunia dan di akhirat mendapat tempat terbaik, yakni surga.

2. Apa definisi bahagia menurut sudut pandang kalian? Haha, jujur ini pertanyaan yang menurut saya agak sulit untuk dijelaskan. Tapi, berdasarkan pengalaman saya (eciee) bahagia itu ketika kita bisa mengetahui tujuan hakiki hidup kita bahwasanya kita adalah seorang Hamba yang diciptakan untuk beribadah kepada Rabb Semesta Alam, yakni Allah azza wa jalla karena nantinya kita akan kembali ke sisiNya untuk bertanggung jawab atas seluruh amal perbuatan kita selama di dunia. Dan pelengkapnya adalah ketika kita bisa menolong orang lain untuk menemukan tujuan hakiki hidupnya 

3. Apakah kalian bahagia? Alhamdulillah, saya merasa bahagia. Meski dalam hidup ini tidak selalu ada senyuman, namun ketika kita tetap memilih bahagia saat kita sebenarnya tidak bahagia, itu juga adalah sebuah kebahagiaan *sorry, kelewat puitis deh kayaknya*

4. Apakah dunia saat ini baik-baik saja dan kenapa? Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa dunia ini sedang tidak baik-baik saja. Saat ini dunia berada di bawah tirani Demokrasi-Kapitalisme yang menjadikan kehidupan seolah miniatur neraka. Sulit sekali mencari kebahagiaan dibawah jeratan kesulitan ekonomi, buruknya pengurusan rakyat oleh Negara, degradasi moral, rusaknya generasi dan tak terhitung masalah lainnya.

5. Apa kontribusi dan bagaimana caramu untuk mengubah dunia? Tidak harus menjadi hebat untuk bisa mengubah dunia. Tapi, saat kita berhasil mengubah dunia, maka ketika itu kita akan disebut hebat. Hehe, cuma bukan itu yang saya cari. Dari hasil pengkajian saya, penyebab kerusakan dunia hari ini karena penerapan sistem Demokrasi-Kapitalisme yang menjadikan akan manusia sebagai penentu benar-salah serta baik-buruk dan menihilkan peran Allah SWT sebagai Pencipta sekaligus Pengatur dunia. Padahal, sejatinya Allah sudah memiliki aturan sendiri untuk dunia ini yang jika diterapkan maka akan membawa kepada kebahagiaan tidak saja di dunia tetapi juga di hari kemudian. Maka, sejak mengetahui akar permasalahan dan solusinya, saya berusaha untuk menjadi agen Allah dengan misi membebaskan dunia ini dari penghambaan kepada materi menuju kepada penghambaan kepada Allah semata dengan tegaknya Syariat Allah di bawah naungan sebuah institusi bernama Khilafah. Tentu saja saya tidak berjuang sendiri. Karena upaya mengubah dunia adalah sebuah cita-cita besar, maka saya pasti membutuhkan teman-teman yang juga bersedia berjuang bersama. Dan Alhamdulillah Allah mempertemukan saya dengan teman-teman yang luar biasa. Teman-teman yang juga merupakan keluarga saya yang tidak hanya ada di tempat saya berpijak sekarang tetapi juga di seluruh dunia. Dan dimanapun kami berada, doa kami tetap terpanjat satu sama lain. Meskipun terpisah jarak, namun takkan ada seorangpun yang mampu memupus harapan kami untuk mengembalikan dunia ini pada fitrahnya. Hingga masa kami tiba, dimana Allah memanggil kami ke sisiNya. Insyaa Allah.

6. Menurut kalian berprestasi itu kaya gimana sih? Buat saya, berprestasi itu ketika kita bisa mencapai sesuatu yang kita cita-citakan serta berkarya untuk bisa menebarkan manfaat kepada orang lain.

7. Apakah kalian sendiri sudah berprestasi, boleh dong disebutkan kakak?! Haha, saya jadi malu. Hmm, kalo soal pencapaian sepertinya masih nyaris alias belum benar-benar tercapai. Kalo soal karya sih, baru dua hehe. Dan dua-duanya antologi. Yang pertama Omnibook untuk Suriah (tahun 2013) dan yang kedua tentang Hijab. Semoga selanjutnya bisa menghasilkan lebih banyak karya untuk mencerdaskan dan mencerahkan umat ^^

8. Apakah kalian termasuk orang yang menyukai seni? Saya, iya :D

9. Seni seperti apa yang kalian suka? Jaman dulu saya suka musik. Saking sukanya akhirnya suka nyanyi dan main musik. Tapi, sekarang udah taubatannasuha :D Sekarang beralih ke desain, fotografi dan videografi (meskipun harus saya akui, saya belum bisa. Still long way to go :D)

10. Siapa orang yang paling berjasa untuk hidup kalian? Bagi saya, orang yang paling berjasa dalam hidup saya adalah semua orang yang pernah hadir dalam hidup saya. Dari merekalah saya belajar menjadi seorang manusia. Tapi, yang terkhusus adalah kedua orang tua saya, kakak dan adik saya, kakek, teman-teman, guru-guru dan juga musyrifah (Pembina) saya. Tanpa mereka, tidak akan ada Ditri seperti yang sekarang. Love them in Allah <3

11. Apa tujuan kalian menulis? Awalnya saya menulis karena kecewa sama cerita sebuah komik yang endingnya tidak saya sukai. Setelah itu saya pun berusaha menciptakan sendiri cerita dengan awal dan akhir yang saya inginkan. Kemudian saya senang membaca dan bercerita untuk membagi apa yang sudah saya ketahui (sampai-sampai teman saya pernah bilang, Dit, kalo cerita sama kamu sampai kiamat gak bakal selesai :D) Sampai akhirnya saya menyadari bahwa menulis juga mampu menciptakan sebuah perubahan. Tulisan bisa mengubah pemikiran seseorang. Dan sampai sekarang saya (masih) menulis karena saya ingin mengubah pemikiran orang lain dan menginspirasi mereka untuk menjadi seseorang yang berjalan di atas kebenaran yang bersumber hanya dari Allah azza wa jalla.

Dan ini 11 random facts tentang saya

1. Nama lengkap saya Dwi Putri Ayu Rizki Anggun Lestari. Nama Ditri saya ambil dari nama depan saya, Dwi Putri.

2. Saya adalah seorang perantau sejati. Kedua orang tua saya asli Muna (sebuah suku di sebuah pulau yang terletak di Provinsi Sulawesi Tenggara dengan nama yang sama, Pulau Muna). Saya lahir di Kendari (ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara) dan menghabiskan masa kecil di Bombana (sebuah kabupaten di provinsi yang sama. 6 jam perjalanan dari Kendari) dan kelas 4 SD pindah ke Kendari sampai SMA dan sekarang kuliah di Malang.

3. Waktu kecil terkenal tomboy banget. Mungkin karena waktu itu teman main saya banyak cowok, kayak adik, sepupu dan tetangga (meskipun saya juga populer sih diantara anak-anak perempuan). Sampai akhirnya SMP memutuskan berkerudung itupun karena disuruh, tapi ajaibnya saya manut aja :D Dan gak ada yang nyangka seorang Ditri bisa pake pakaian muslimah karena dulu saya termasuk yang ogah berpenampilan cewek. Saya anti banget sama rok, kerudung apalagi jilbab (gamis). Tahun 2007 mulai mengkaji Islam karena ikut Rohis di sekolah. Agustus 2007 akhirnya berjilbab (orang sekarang nyebutnya gamis) dan Alhamdulillah sampai sekarang masih diberi keistiqomahan di jalan ini.

4. Waktu lahir saya sempat gak bernafas beberapa menit, sampai akhirnya saya digantung terbalik sama dokter trus belakang saya dipukul dan ternyata saya neguk lendir ketuban. Jadilah saya penderita asma sejak lahir. Selain asma saya juga alergi dingin dan debu. Karena itu juga saya jadi gak terlalu bisa olahraga. Padahal, saya suka banget sama basket. Tapi ya gitu, baru juga 10 menit main udah mau mati rasanya :D

5. Waktu SD sering dibully. Tapi saya gak pernah nangis pas dibully. Dan saking gak digubris sama saya, cowok-cowok yang ngebully saya tambah semangat nyari gara-gara. Makanya kerjaan saya berantem sama mereka. Cuma sekali saya nangis. Pas dikeroyok pulang sekolah karena mereka gak suka saya bantuin anak baru di kelas. Dan karena itu saya gak suka sama orang yang suka nindas orang lain. Sampai SMP pun saya masih jadi musuh bebuyutan cowok-cowok yang suka ngebully orang lain. Saya terkenal galak dan cerewet makanya mereka beraninya main belakang.

6. Agenda dakwah paling berkesan bagi saya adalah Konferensi Intelektual Muslimah untuk Bangsa di UI, Depok dan Muktamar Khilafah 2013 di Jakarta. Waktu MK Jakarta saya sampai nangis pas masuk stadion. Udah gitu ngeliat semua orator bersemangat padahal udaranya panaaaaas banget. Tapi, itulah keyakinan. Dia akan membuatmu menjadi seseorang yang luar biasa. Dan ini adalah kesyukuran terbesar saya yaitu menjadi bagian dari perjuangan dakwah mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah.

7. Saya suka sekali warna biru. Makanya saya suka pantai atau yang berbau laut. Karena langit dan laut warnanya mirip kalo dilihat dari jauh. Tapi, sama teman-teman saya, saya dipanggil Oren. Waktu pembagian warna saya ngalah sama teman saya yang juga suka biru :D (salah satu blog saya namanya Lazuardi yang artinya warna biru).

8. Saya takut ketinggian dan kedalaman.

9. Sempat jadi artis sekolah karena disuruh nyanyi keliling ruangan pas MOS. Beberapa kali ditawarin masuk band tapi saya nolak. Haha, saya gak minat sama sekali. Alhamdulillah udah taubatannasuha ^_^

10. Sekalipun belum mengenal Islam kaffah, Alhamdulillah saya tidak pernah pacaran. Mungkin karena cowok adalah makhluk paling menyebalkan di mata saya hehe. Tapi asli emang saya sebel sama orang pacaran. Hanya saja pernah menyebar gossip tentang saya dan teman sekelas saya karena wali kelas kami menyebutkan nama kami dalam soal cerita padahal asli itu gak disengaja. Tapi, gara-gara itu, satu kelas heboh dan menyebar sampai ke kelas lain (Dasar ABG).

11. Cita-cita saya pengen jadi Psikiater, tapi sekarang saya kuliah di jurusan Sastra Jepang dan sebenarnya saya gak suka Jepang. Awalnya saya suka Korea tapi gak tau kenapa waktu itu milih Jepang :D

Award ini saya nominasikan untuk...

1. Eresia Nindia Winata | http://penarevolusi.wordpress.com/ (Tulisan-tulisannya nyastra banget)

2. Gamalan (I don’t know his real name) | http://gamalanpro.wordpress.com/ (Tulisannya menonjok)

3. Devia Kusmawati Arfina | http://inspirasidevia.wordpress.com/ (Baca tulisan mb Dep kayak baca buku Chicken Soup :D)

4. Ummu Kultsum | http://perjalananprofesor.blogspot.com/ (Partnerku yang selalu punya cerita menarik dan lucu ^^)

5. Abdul Qodir | http://aabelkarimi.blogspot.com/ (Tulisannya cadas. Gaya mahasiswa banget. Jelas, lugas, tegas :) )

6. Nurintan Sri Utami | http://helloislam.wordpress.com/ (Bikin ilmu psikologi selalu menarik untuk dibahas. Thanks for sharing dek ^^)

7. Endang Rahayu Tripurwandani | http://endangrahayublog.wordpress.com/ (baru dua orang (yang saya kenal) yang bisa menyulap tulisan seberat kontainer menjadi seringan kapas dan serenyah kripik tempe, salah satunya mb en :D)

8. Lailatul Fitriyah | http://fitriecordova.blogspot.com/ (selalu penuh hikmah dalam setiap tulisanmu *iklan kali*)

9. Amirah Puspadewi | http://apuspadewi.tumblr.com/ (Lucky #9. Puisimu selalu kutunggu, kawan. Semoga segera terbit antologinya ya ^^)

10. Priscilla Auldrine Kaurouw | http://priscillaauldrine.tumblr.com/ (informasi yang selalu bermanfaat dan menginspirasi )

11. Miftahul Jannah | http://miftah02.tumblr.com/ (The Quote Hunter. Selamat menempuh fase hidup selanjutnya. Ayo, nulis lagi :D)

Sebagian besar yang saya nominasikan adalah orang-orang yang (Alhamdulillah) sudah saya kenal. Ada yang memang kenal dan ada juga yang kenal dari blog ataupun sosmed. Dan bagi yang belum kenal, mungkin kalian tidak mengenal saya. Tapi, saya mengenal kalian dari tulisan kalian. Jazakumullah khairan katsir sudah memberikan banyak ilmu kepada saya juga kepada orang-orang yang membaca tulisan kalian. Semoga selalu bisa menebar inspirasi dimanapun.

Last but not least, 11 pertanyaan untuk para Nominator

1. Kenapa kalian tertarik untuk menulis?
2. Siapa inspirator terbesar dalam hidup kalian?
3. Bagaimana kalian melihat keadaan dunia hari ini? Apakah ada yang perlu diubah?
4. Apa yang akan kalian lakukan untuk mengubahnya?
5. Apa arti Islam bagi kalian?
6. Buku apa yang menginspirasi kalian untuk berubah?
7. Apa hal menarik selain menulis untuk kalian?
8. Bagaimana cara kalian mengatasi kesulitan dan bangun dari keterpurukan?
9. Apa cita-cita terbesar kalian dalam hidup ini?
10. Apa hal terpenting dalam hidup ini bagi kalian?
11. Adakah tempat yang paling ingin kalian kunjungi di dunia ini? Kenapa?

Ditunggu postingannya ya, teman-teman :)

Thursday, July 03, 2014

Jalan Pulang


Jalan pulang itu selalu terasa lebih dekat [Ditri Ayu R.A.L]

Bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang sangat berharga bagi kita? Bagaimana jika kita sudah tahu bahwa beberapa jam yang lalu adalah saat terakhir kita bersamanya? Atau mungkin sebaliknya? Bagaimana jika beberapa saat yang lalu adalah saat terakhir kita melihatnya tersenyum kepada kita? Lalu, beberapa saat kemudian, ia telah pergi untuk selamanya.
Ini adalah kesekian kalinya saya mendengar berita kematian dari orang yang saya kenal. Dan rasanya sama. Lemas dan tidak bisa berkata apa-apa. Namun, satu hal yang pasti. Itu akan terjadi kepada setiap yang bernyawa. Dan Allah telah menyebutkannya berkali-kali di dalam Al Qur’an. Saya kemudian berpikir, bagaimana jika itu terjadi pada saya? Bagaimana jika Bapak atau Ibu saya yang meninggal? Bagaimana jika Kakak atau Adik saya yang meninggal? Atau mungkin jika beberapa saat lagi saya dipanggil oleh Allah melalui malaikat Izrail? Apa yang akan saya lakukan?
Saat ini banyak orang yang belum bahkan tidak siap dengan kematian. Mungkin saya juga seperti itu. Entah karena ada yang merasa masih banyak urusan di dunia ini ataupun yang lain. Atau mungkin masih banyak amanah yang belum ditunaikan, dsb. Namun, ajal itu akan menghampiri siapa saja tanpa bisa dimundurkan atau dimajukan.
Maka Umar bin Khattab berpesan, cukuplah mati sebagai sebaik-baik pengingat. Karena setelah mati, kita tidak akan bisa hidup kembali. Setelah mati, kita akan bertanggung jawab terhadap seluruh pilihan kita di dunia. Seluruh perbuatan kita. Siapapun dia yang predikatnya manusia.
Hari ini saya melihat orang lain meninggal. Besok, bisa jadi saya yang mengalaminya. Lalu, bagaimana dengan mereka yang ditinggalkan? Tentu saja perasaan sedih sebagai manusia itu ada karena itu manusiawi. Pastinya itu berat bagi mereka. Maka bersabar adalah pilihan yang pasti terasa sangat pahit. Namun, di sisi Allah ada balasan yang besar. Karena Allah takkan membebankan sesuatu melainkan dengan kesanggupan hambaNya.
Hari ini saya diuji masih dengan perkara yang sama. Perkara yang melemahkan saya yang datang dari diri saya sendiri. Masih di situ. Sedangkan orang lain sudah melewati tahapan ujian yang satu tingkat di atas saya. Mereka diuji lewat orang terdekatnya. Maka, ujian saya belum ada apa-apanya.
Mido Chan, semoga Ayahmu mendapat tempat yang terbaik di sisiNya dan semoga kelak kalian berkumpul bersama di surgaNya. Mido Chan, maafkan temanmu ini yang tidak bisa membantu lebih selain mendoakan beliau. Semoga Allah menguatkan jiwamu. Mido chan, kamu punya Ayah yang luar biasa. Jadilah anak shalihah untuknya.
Shelter, July 3rd 2014. 09:24 PM.
Dedicated to Mido’s Father and kak Eko Irwanto.


Sunday, June 15, 2014

Tomodachi*

Waktu kecil saya pernah dikasihtau, kalo misalnya ngeliat jam yang angka jam sama menitnya sama, berarti ada orang yang lagi kangen sama kita. Waktu itu sih saya cuek aja. Karena saya jarang ngeliat jam yang angka jam sama menitnya bertepatan. Tapi, beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali melihat angka jam dan menitnya sama. Entahlah, mungkin kebetulan. Saya juga gak mau terlalu percaya. Kalo pun ada yang kangen sama saya, saya juga gak tau siapa. Tapi, kemarin saya benar-benar dapat kejutan. Kejutan kecil yang tetap saja sukses membuat saya senyum sendiri dan berbunga-bunga *eaaaaaa
          Kejutan-kejutan kecil itu datang dari sahabat-sahabat saya sewaktu SMA. Sahabat seperjuangan dalam mengarungi dan belajar tentang arti hidup yang sebenarnya. Dan saya baru sadar bahwa sudah hampir 4 tahun kami berpisah. Dipisahkan oleh cita-cita yang masing-masing kami kejar. Namun, ada cita-cita yang lebih besar dari itu, yakni cita-cita meraih ridho Allah SWT dengan penerapan SyariahNya secara kaffah dalam naungan Khilafah.
          Kejutan pertama datang dari sahabat saya sejak SMP. Fitri yang sering saya sebut Bu Dokter karena memang dia calon dokter. Saya masih ingat pertama kali kami bertemu ketika akan berangkat untuk daftar ulang masuk SMP. Kebetulan kami satu kelompok MOS dan sekelas sampai kelas 3 SMP. Karena itulah kami selalu bersama meskipun sebenarnya dia sudah punya sahabat dekat sejak kelas 1 SD. Kenangan tak terlupakan adalah saat kami pertama kali naik eskalator di mall. Waktu itu saking bahagianya ketika toko buku terbesar di kota kami baru saja dibuka. Sejak saat itu kami rajin kesana meskipun hanya sekedar melihat-lihat. Tidak hanya itu, kami selalu menabung untuk membelikan hadiah bagi teman-teman yang lain. Dia juga sering sekali mengajak saya pergi dan mentraktir saya es krim. Dia juga adalah siswa terpintar saat itu, khususnya Matematika. Sayangnya dia tidak terlalu bisa menjelaskan sehingga sayalah yang menjadi juru bicaranya untuk menjelaskan ke teman-teman yang lain. Tapi, Alhamdulillah sekarang sudah berbeda. Karena sekarang dia adalah seorang pengemban dakwah. Seorang dokter umat yang pastinya harus cerewet.
Dan saat SMA pun kami juga sekelas di kelas XI dan XII. Di akhir kelas XII kami pernah bermimpi untuk berjalan bersama di atas koridor Fakultas Kedokteran namun ternyata Allah memberi dia kesempatan dan saya berjalan di koridor fakultas lain. Dan diantara sekian banyak orang hanya dia yang selalu menelfon saya bahkan berjam-jam. Meski hanya sekedar bercerita tentang apa yang dia pikirkan. Satu lagi, dulu dia sangat pintar menulis puisi. Seberapapun aku mencoba membuat yang sebagus puisinya, tetap saja tak bisa menyaingi puisi buatannya.
Kemarin dia tiba-tiba bilang bahwa dia sangat merindukan saya. Saya bahkan tidak bisa membayangkan kenapa tiba-tiba dia lebay seperti itu. Sepertinya dia belum tahu bahwa saya adalah orang yang paling tidak bisa mengungkapkan perasaan dengan cara yang diharapkan orang lain. Saya hanya tersenyum sendiri. Semoga saja kemarin dia sedang membayangkan saya sedang tersenyum padanya. Makasih ya, Bu Dokter. Makasih buat kata-katanya. Makasih karena sudah membuat diri ini merasa berarti untukmu. Jazakillah khair. Uhibbuki fillah, ukhty <3
Kejutan kedua datang dari sahabat saya yang lain. Seperti Fitri, dulu dia selalu bisa saya andalkan. Meskipun awalnya kami tidak terlalu akrab. Nunung, sahabat Fitri sejak kelas 1 SD hingga SMA. Bahkan sampai sekarang. Gadis pendiam tapi memendam sejuta bakat. Dia penuh percaya diri dan selalu melakukan yang terbaik. Dia akan selalu mempertahankan apa yang menurutnya benar. Makanya, dia bisa jadi debater yang keren. Jika bukan karena dia, saya tidak akan pernah ikut kompetensi debat. Selama lomba debat Bahasa Inggris pasti kami selalu jadi partner. Dan di tahun terakhir kami di SMA, kami akhirnya berhasil menjadi runner up lomba debat yang sudah kami ikuti sejak kelas XI dan selalu hanya bisa sampai semi final.
Setelah sekian lama lose contact, kemarin malam dia menelfon saya. Rasanya kembali bernostalgia ketika di SMA. Dan dia belum berubah. Tetap Nunung yang percaya diri, optimis dan keras kepala. Dia benar-benar tipe O. Hanya saja, sekarang dia sudah lebih cerewet dari yang dulu. Tapi, dia masih kritis seperti dulu. Makasih ya Nung. Makasih karena sudah telfon dan masih ingat sama aku. Aku harap suatu saat kamu bisa kembali dalam barisan perjuangan ini sebagai Nunung, sahabatku. Love you in Allah as always <3
Tidak lupa 3 akhwat super yang kupanggil Aoi, Chairo dan Midori. Sahabat sewaktu SMA yang juga masih akrab sampai hari ini. Mereka selalu membuat hariku tak pernah sepi dengan celotehan di whatsapp, BBM ataupun LINE. Ah, minna hontou ni aitakatta.
Chairo, makasih ya buat balasan suratnya. Speechless bacanya. Shock tau tiba-tiba nulis di note dan dicomment banyak orang itu memalukan. Berasa dapat surat dari penggemar *gayaaa Dan gak nyangka Chai bisa sebegitu puitisnya. Tulisan dari hati emang selalu menyentuh. Meskipun tidak akan mungkin menuliskan kalian hanya dalam lembaran-lembaran Microsoft Word. Terlalu banyak hal yang tidak bisa kutuliskan tentang kalian. Bahkan surat yang 2 lembar bolak-balik itu juga masih terlalu pendek untukku.
Sekarang saya mengerti. Lebih tepatnya baru ingat bahwa manusia memiliki kecenderungan yang disebut naluri. Hati ini memiliki begitu banyak ruang yang diisi oleh sesuatu bernama kenangan. Dan setiap ruangan memiliki hal yang berbeda dan tidak tergantikan.
Seperti halnya kalian. Kalian memiliki tempat istimewa di sini. Tempat yang tidak bisa tergantikan oleh sahabat-sahabatku yang saat ini bersama di tempat ini. Bukan berarti mereka tidak berarti bagiku. Hanya saja tempat kalian berbeda. Dan tempat itu tak bisa tergantikan. Meski rasa untuk kalian semua tetap sama. Semoga rasa ini ada karena Allah semata sehingga suatu saat kita bisa dikumpulkan kembali dalam naunganNya.
Seperti puisi yang berbunyi :
“Ketika seseorang datang dalam hidupmu maka itu adalah sesuatu yang besar. Karena ia membawa seluruh kehidupannya bersama dengannya”.
Ya, puisi itu tidak salah. Maka dalam hubungan apapun, menerima adalah niscaya. Karena setiap orang memiliki banyak ruang dalam hati mereka. Memiliki banyak sisi dalam hidup dan diri mereka.
Mungkin begitu juga denganmu. Hal yang baru saja kutemukan dari sahabat-sahabatku. Bukan karena aku tak berarti bagimu, hanya saja ada tempat yang takkan bisa kutempati di dalam hatimu. Tempat yang hanya bisa diisi oleh mereka yang kau sebut “teman”.

Tomodachi : Teman
Shelter, June 15th 2014. 09:36 PM.
pic from we heart it

Sunday, June 08, 2014

Masih Ada Orang Baik


Balik nulis setelah vakum itu rasanya nano-nano. Jari kaku semua. Bingung mau nulis apa. Rasanya jutaan huruf melayang-layang seperti bintang di langit. Mau nulis huruf apa dulu juga serbasalah. Dan sepertinya emang saya yang lebay (pake) banget :D

  Hari ini ada beberapa peristiwa yang sempat terangkum dalam memori saya. Mungkin isi tulisan sama judulnya “agak” gak nyambung. Tapi, gapapalah. Kan saya yang nulis. Jadi, suka-suka saya dong mau nulis apa *lagak udah kayak diktator*

   Saya kuliah jam 7 pagi. Dari kemarin saya emang udah ngeplot agenda hari ini. Tapi, karena waktunya ternyata gak cukup akhirnya ada beberapa yang digeser. Hari ini saya juga mulai KKN (magang). Jadi, saya bener-bener nyiapin buat hari ini. Seperti biasa, saya melewati jalan yang selama 3 tahun berturut-turut saya lewati. Dan saat tiba di perempatan ketiga, ada yang berbeda. Bukan karena “orang gila” yang suka jalan-jalan keliling kampung tiba-tiba ada di sana. Tapi, karena banyak kursi berjejer. Ya, kursi berjejer pertanda lagi ada hajatan. Tapi, ini bukan hajatan pemirsa. Ada orang yang meninggal. Ya, orang meninggal. Mungkin bagi kebanyakan orang itu biasa, soalnya orang meninggal hampir sama banyaknya dengan orang nikah atau lahiran. Dan emang udah tradisi kalo meninggal mesti melayat trus ngasih makan ke tetangga, dsb. Ini kejadian pertama.

   Kejadian kedua pas saya pulang kuliah. Dengan perut keroncongan, saya melewati jalan yang sama dengan tadi pagi. Sekitar pukul 9. Ternyata di depan gang kontrakan saya baru saja ada yang meninggal. Orang-orang yang biasa lewat naik motor akhirnya pada turun semua trus nuntun motornya. Yang males turun, belok ke gang lain.

  Saya jadi teringat, sebulan yang lalu saya juga dapat kabar meninggalnya kakak salah satu teman dekat saya di SMA. Beliau masih muda. Belum nikah juga. Beliau sailor. Tapi, bukan Sailormoon ya. Bukan bajak laut kayak Luffy juga. Emang pelaut beneran. Bagi saya, ketika melihat atau mendengar berita kematian seperti membangkitkan kenangan masa lalu ketika seseorang yang saya “anggap” penting tiba-tiba dipanggil kembali ke sisi Allah SWT. Dari sana saya akhirnya belajar, usia muda bukan jaminan umur panjang. Sehat bukan jaminan akan terus hidup. Singkatnya, kita bisa mati kapan saja. Karena tak ada satupun dari kita yang tau kapan kita akan mati. Justru karena itu kita berupaya mengumpulkan bekal. Tak lain dan tak bukan adalah ibadah kepadaNya. Bukan sembarang ibadah tapi emang ibadah yang kaffah. Menjalankan seluruh perintah Allah dan laranganNya. Dan benarlah kata Umar Ra. bahwa cukuplah mati sebagai pengingat.

   Trus, apa hubungannya sama masih ada orang baik? Makanya, kan udah saya tulis tadi. Ini rada gak nyambung.

  Okelah. Gini ceritanya. Tadi, dalam perjalanan ke tempat KKN, dalam keadaan jalanan yang cukup padat kendaraan. Karena jalan satu arah, akhirnya nyebrangnya rada susah. Dan tanpa sengaja saya melihat sebuah pemandangan yang “tidak biasa” dalam kacamata saya. Pasalnya, ada seorang cowok yang turun dari motornya bantuin kakek-kakek yang udah pake tongkat buat nyebrang. Cowok itu dibonceng temennya. Dan saya lihat temannya lagi nungguin dia di seberang sembari ngeliatin dia nyebrangin sang Kakek ke seberang jalan. Dan dari ekspresinya, si cowok bener-bener tulus. Meskipun saya gak lihat wajahnya. Soalnya ketutup helm. Sorry, gak maksud jelalatan. Pengen tau aja. Akhirnya scene yang tadi udah kayak edisi Power Ranger nyelamatin penduduk kota dari monster haha :D

            Dalam hati saya bergumam, jarang banget ada orang kayak gitu. Masih muda tapi peduli dengan orang lain. Apalagi di zaman yang kayak sekarang. Elu-elu, gue-gue. Derita lu bukan urusan gue. Ya, ternyata orang baik itu masih ada. Hanya saja, baik secara individu gak cukup untuk bisa memperbaiki seluruh masyarakat. Butuh sebuah sistem yang juga baik agar seluruh masyarakat bisa sama baiknya. Karena bisa jadi, seorang individu akan berubah dalam lingkungan yang memaksa dia untuk berubah.

  Karena sistem hari ini elu-elu gue-gue, makanya orang juga tercetak jadi elu-elu gue-gue dan akhirnya pemandangan kayak Mr. Power Ranger tadi itu juga langkaaaa banget. Coba aja kalo sistemnya itu adalah sistem amanah penuh kepedulian. Gak jaman lagi deh kampanye pencitraan dsb. Karena semua orang udah punya standar yang sama. Pemikiran, perasaan dan aturan.

 Seperti itu juga yang ditunjukkin oleh Rasulullah SAW. ketika membangun masyarakat di Madinah. Beliau bisa menyatukan individu yang heterogen dengan menyuasanakan kesamaan pemikiran, perasaan dan juga aturan. Itulah sistem Rasulullah yang oleh generasi selanjutnya disebut dengan Khilafah Islamiyah.

  So, orang baik hanya akan bisa terwujud dalam sistem yang baik. Tentu bukan sistem yang berasal dari kepala mayoritas yang isinya cuma 3D, duit, duit, duit. Tapi, sistem yang berasal dari Yang Empunya Semesta, yakni Allah SWT. Hanya Syariah.

Wallahu ‘alam bi ash shawaab

Shelter, june 5th 2014. 11:41 PM. Edisi rumah lagi banyak tamu.

Tuesday, June 03, 2014

Together Everyone Achieve More

http://www.dragonbridgecapital.com/
November 2013, saya dinyatakan pindah tim. Awalnya saya berada di tim fakultas dan akhinya saya dipindahkan ke tim fungsional. Tim Kontak Aktivis. Tim yang tugasnya mendakwahkan Islam di kalangan para aktivis kampus. Mungkin, sekilas tim ini terlihat elit karena anggotanya pun sedikit. Tetapi, ternyata perjuangan mereka juga berat. Dan saya akhirnya menyadari, butuh waktu 3 tahun sampai akhirnya saya pantas diamanahi berada di tim ini.

Saya pun belajar bagaimana interaksi dengan aktivis. Jarang kami bisa berdiskusi karena kesibukan mereka yang padat. Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah ada satu atau dua orang, meskipun jarang juga yang sepakat dengan ide yang kami bawa. Tapi, tak apa. Setidaknya kami diberi waktu menyampaikan ide kami. Awalnya di tim ada empat orang termasuk saya. Ada mbak Dina, Kholish dan Salma. Beberapa waktu kemudian ada Che Lyn. Setelah itu, Salma pindah karena sakit, Kholish juga pindah tim karena punya amanah baru dan Che Lyn harus pulang ke Vietnam. Kemudian masuklah personil baru. Anak-anak kecil yang luar biasa. Ada Yeni, Ummu, Khonsa dan Titin. Petualangan baru saya pun dimulai bersama empat anak ini.

Setiap kali rapat, selalu saja ada hal-hal baru yang dicetuskan. Rasa lelah karena harus keliling kampus ke UKM setiap hari terhapus ketika rapat dengan ide-ide kreatif bahkan terkesan absurd. Ummu selalu bisa jadi moodbooster untuk semuanya. Mbak Dina yang selalu menjelaskan apa adanya tapi tidak menggurui, Khonsa dan Titin yang selalu kompak ngikutin imajinasi Ummu. Dan Yeni dengan gayanya sendiri. Saya? Jadi cheerleader hehe, gak ya. Saya juga ikut meramaikan.

Ya, meskipun begitu tentu PR kami masih banyak. Begitupun PR dakwah ini. Menyadarkan umat bahwa sistem Demokrasi hari ini adalah penyebab kerusakan yang terjadi di seluruh dunia. Sistem Demokrasi yang telah memuluskan jalan bagi sistem ekonomi liberal untuk terus menjajah negeri-negeri dengan sumber daya alam yang banyak. Sistem Demokrasilah yang membuat sebuah negeri menjadi negara Korporasi termasuk Indonesia. Maka, sudah saatnya sistem busuk dan rusak ini diganti dengan sistem yang lebih manusiawi yakni sistem yang berasal dari Penciptanya manusia, Allah SWT. Karena semesta ini milik Allah. Saya, Anda, kita semua juga milik Allah. Maka, tak ada alasan bagi kita untuk menolak aturan dari Allah.

Wallahu 'alam bi ash shawaab

Shelter, June 3rd 2014. 09:37 AM. Nungguin Partner in Crime